INDOPOSCO.ID – Gemuruh Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (3/1/2026) malam, menjadi saksi lahirnya dua cerita baru dari generasi muda Persija Jakarta. Bukan pemain senior, bukan pula nama mapan, dua remaja berusia 20 tahun justru mencuri perhatian dan mengantar Macan Kemayoran menundukkan Persijap Jepara dengan skor meyakinkan 2-0.
Arlyansyah Abdulmanan membuka jalan kemenangan lewat penyelesaian dingin di menit ke-61. Gol itu lahir dari skema rapi, Hanif Sjahbandi lebih dulu melewati dua pemain Persijap sebelum mengirimkan umpan matang yang disambut Arly tanpa ragu. Sentuhan sederhana, keputusan tepat, dan Persija pun unggul.
Kepercayaan diri Persija kian menguat, hingga Aditya Warman menutup malam dengan gol yang langsung mengundang decak kagum. Menit ke-79, menerima operan Gustavo Franca, Aditya memilih tidak mencari opsi lain. Dari luar kotak penalti, ia melepas sepakan keras yang meluncur ke sudut kiri atas gawang. Kiper Persijap hanya bisa terpaku, sebuah gol yang tak sekadar indah, tetapi juga memastikan tiga poin tetap di Jakarta.
Selepas laga, Aditya tak menyembunyikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah kami bisa meraih tiga poin di kandang, dan alhamdulillah saya juga bisa mencetak gol untuk Persija. Gol ini dipersembahkan buat keluarga saya di rumah, almarhumah ibu saya, dan The Jakmania, serta semua ofisial Persija,” ucap Aditya dalam keterangan resmi klub, Senin (5/1/2026).
Arly pun berbagi cerita dengan nada penuh harap. “Pertama-tama terima kasih buat pelatih, ofisial, staf, dan teman-teman yang sudah mendukung saya. Mungkin ini baru awal buat karier saya ke depan. Semoga ke depan saya bisa bermain lebih bagus lagi, lebih baik lagi, dan bisa membawa Persija menjadi juara,” ujar Arly.
Tak berhenti di situ, pemain yang dinobatkan sebagai Man of the Match itu menutup malamnya dengan dedikasi penuh makna.
“Gol tadi dipersembahkan untuk kedua orang tua saya, karena ayah saya yang memperkenalkan sepak bola kepada saya. Jadi saya persembahkan buat kedua orang tua saya,” tambahnya.
Di tengah lampu stadion dan sorak Jakmania, kemenangan ini bukan sekadar tentang skor. Ini adalah pengingat bahwa masa depan Persija sedang tumbuh. Dan pada malam di GBK itu, dua anak 20 tahun telah membuktikan bahwa mereka siap menjemputnya. (her)









