INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menutup tahun 2025 dengan capaian strategis melalui penemuan sumber daya minyak dan gas bumi (migas) baru di Wilayah Kerja Mahakam, Kalimantan Timur. Temuan tersebut diperoleh melalui pemboran sumur eksplorasi Metulang Deep (MDP)-1x yang dikerjakan oleh afiliasi PHE, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), di wilayah lepas pantai South Mahakam.
Keberhasilan ini menegaskan komitmen Subholding Upstream Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui aktivitas eksplorasi berkelanjutan, sejalan dengan upaya peningkatan investasi hulu migas di dalam negeri oleh PT Pertamina (Persero) dan Danantara Indonesia.
Pengeboran MDP-1x merupakan bagian dari strategi Near Field Exploration yang dijalankan PHE sebagai quick win, dengan memanfaatkan fasilitas produksi eksisting di lapangan migas yang telah memasuki fase matang (mature field). Strategi ini memungkinkan percepatan monetisasi temuan migas baru.
Direktur Eksplorasi PHE, Muharram Jaya Panguriseng, menyampaikan keberhasilan tersebut merupakan hasil penerapan konsep eksplorasi baru di area mature.
“Temuan ini membuktikan potensi besar dari penerapan new exploration play concept di wilayah yang sudah lama berproduksi, serta kuatnya kolaborasi PHE dengan SKK Migas dan Kementerian ESDM,” ujarnya, dalam keterangannya, akhir tahun kemarin.
Berdasarkan hasil evaluasi awal, sumur MDP-1x diperkirakan memiliki sumber daya kontingen Original Oil in Place (OOIP) sekitar 106 juta barel ekuivalen minyak (MMBOE). PHE optimistis temuan ini dapat segera dikembangkan dan berkontribusi terhadap peningkatan lifting migas nasional.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, menegaskan eksplorasi menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi.
“Kami akan segera menindaklanjuti pengembangan MDP-1x guna mendorong produksi berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi Kalimantan, serta meningkatkan rasio cadangan terhadap produksi (RtoP) PHI,” katanya.
Sumur MDP-1x dibor hingga kedalaman terukur 4.260 meter dan menembus Formasi Yakin. Meski target utama hanya tercapai sebagian akibat tekanan tinggi, PHM berhasil mengidentifikasi potensi migas menjanjikan pada Formasi Sepinggan, baik Carbonate Sequence (SCS) maupun Deltaic Sequence (SDS).
Uji alir pada zona SCS menunjukkan performa reservoir yang sangat baik, dengan laju produksi maksimum mencapai 2.821 barel minyak per hari (BOPD) dan gas sekitar 5 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). Hasil ini menegaskan bahwa lapangan mature masih menyimpan potensi signifikan bila dikelola dengan inovasi dan teknologi tepat.
Sepanjang 2025, PHE juga mencatat berbagai keberhasilan eksplorasi dan produksi lainnya, termasuk capaian luar biasa di Blok Rokan serta penemuan sumur baru di Sumatera dan Jawa Barat. Capaian ini melengkapi kinerja eksplorasi tahun sebelumnya yang berhasil menemukan sumber daya gas lebih dari 1,8 TCF di Sulawesi Tengah.
Ke depan, PHE menegaskan komitmen untuk terus berinvestasi di sektor hulu migas dengan menjunjung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta menerapkan Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) berstandar ISO 37001:2016. (rmn)









