INDOPOSCO.ID – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyatakan keprihatinan mendalam atas langkah militer yang diambil Amerika Serikat terhadap Venezuela karena berpotensi menimbulkan dampak luas dan berbahaya bagi tatanan internasional, dengan peringatan bahwa tindakan semacam itu bisa menjadi contoh negatif yang diikuti pihak lain. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara PBB, Stephane Dujarric, kepada media pada Sabtu (3/1/2026).
“Terlepas dari situasi di Venezuela, sederet perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh – oleh semua pihak – terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB,” kata Dujarric melalui pernyataannya yang dikutip ANTARA, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, Sekjen sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional tidak dihormati.
Disebutkan bahwa pimpinan PBB itu “sangat prihatin dengan eskalasi baru-baru ini di Venezuela” sekaligus memperingatkan “potensi implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut”.
Guterres mendesak semua pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog inklusif, “dengan menghormati secara penuh hak asasi manusia (HAM) dan supremasi hukum,” demikian menurut pernyataan tersebut. (rmn)
Sumber: Sputnik/RIA Novosti











