INDOPOSCO.ID – Atmosfer Stadion Gelora Kie Raha dipastikan bergemuruh saat Malut United menjamu PSBS Biak pada pekan ke-16 Super League 2025/26, Minggu (4/1/2026) pukul 13.30 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar duel tuan rumah kontra tim tamu, tetapi juga benturan kepercayaan diri, motivasi, dan ambisi yang bertolak belakang.
Malut United datang dengan modal positif. Rentetan hasil baik membuat tim asal Maluku Utara itu menatap laga kandang dengan kepala tegak. Pelatih kepala Hendri Susilo menilai timnya sedang berada di momen yang tepat untuk melanjutkan tren positif, terutama dari sisi mental bertanding.
“Pemain Malut United sedang berada dalam performa terbaik. Berkat beberapa laga yang dimenangi, kami memiliki keuntungan secara mentalitas,” ujar Hendri dalam keterangan resmi klub, Minggu (4/1/2026).
Meski demikian, Hendri tak ingin Laskar Kie Raha larut dalam rasa percaya diri berlebihan. Ancaman PSBS dinilai tetap nyata, terutama karena tim tamu datang dengan semangat bangkit demi menjauh dari zona bawah klasemen.
“Saya sudah mengingatkan pemain untuk tidak terlalu percaya diri, tetap berjuang dan fokus. Semoga kami bisa membuka tahun dengan hasil positif,” tambahnya.
PSBS Biak sendiri memang berada dalam tekanan. Posisi ke-15 dengan 13 poin jelas bukan situasi ideal. Namun, justru kondisi itulah yang memantik motivasi tinggi di kubu Badai Pasifik. Bek serbabisa PSBS, Pablo Andrade, menegaskan bahwa timnya tak datang ke Ternate untuk menyerah.
“Kami berlatih dengan baik pekan ini, jadi kami bersiap sangat baik untuk pertandingan nanti. Kami datang dengan percaya diri karena di pertandingan terakhir kami mendapat satu poin, tapi kami merasa bisa mendapatkan tiga poin. Kami akan mencoba menyulitkan Malut United, mencoba tetap kompak, dan melakukan permainan yang baik,” kata Pablo Andrade.
Secara klasemen, Malut United jelas lebih diunggulkan. Tim asuhan Hendri Susilo kini bertengger di peringkat keempat dengan 31 poin, sedangkan PSBS masih berkutat di papan bawah. Namun sepak bola selalu menyimpan kejutan, terutama ketika satu tim bermain tanpa beban dan yang lain harus menjaga ekspektasi publiknya sendiri. (her)








