INDOPOSCO.ID – Perbaikan jalan dan jembatan di Provinsi Aceh pascabenca banjir dan longsor dibayangi ancaman cuaca ekstrem pada awal tahun 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini status Siaga dan Waspada wilayah Aceh akibat gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby Ekuatorial memicu hujan lebat disertai angin kencang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyatakan, bahwa pihaknya tetap mewaspadai potensi yang dapat mengganggu hasil perbaikan infrastruktur di wilayah bencana yang sudah dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan.
“Perlunya perhatian bersama dalam perbaikan infrastruktur yang selesai tidak terganggu lagi akibat faktor cuaca,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
BNPB mengklaim target pemulihan akses jalan nasional telah tercapai. Akses jalan yang menghubungkan Bireuen-Bener Meriah dengan Bener Meriah-Aceh Tengah dapat dilalui melalui jalur alternatif di jembatan Weihni Enang-Enang dan jembatan Jamu Ujung.
Selanjutnya ruas jalan Genting Gerbang – Simpang Uning masih terhambat, namun warga dapat menggunakan jalur alternatif di Jembatan Titi Merah. Jalur Takengon-Blangkejeren masih dalam proses pemulihan.
Namun, mulai Banda Aceh ke Medan via jalur timur, Banda Aceh – Nagan Raya hingga Medan via jalur barat, lalu Nagan Raya ke Takengon sudah terhubung. Kemudian dari Lhokseumawe ke Takengon lewat jalur KKA juga sudah terhubung.
Bireuen ke Bener Meriah, meskipun ada beberapa titik jembatan yang masih dalam proses perbaikan, tetapi ada jalur alternatif sehingga ini fungsional dengan jalur yang menghubungkan dua daerah bisa dilalui. Akses jalan dari Pidie ke Takengon juga sudah terhubung.
Sementara itu, jembatan yang mengalami kerusakan sebelumnya dilaporkan sebanyak 16 jembatan telah 100 persen diselesaikan. Rincian jembatan selesai yaitu 12 jembatan fungsional di lokasi eksisting, dan empat jembatan fungsional melalui jalur alternatif, di antaranya Weihni Enang-Enang, Jamur Ujung, Titi Merah dan Krueng Beutong.
Sedangkan titik longsoran yang tercatat pada 361 titik, hingga Kamis (1/1/2026) telah selesai pengerjaan pada 360 titik atau 99,72 persen. Satu titik longsoran yang masih dikerjakan yaitu arah Jembatan Weihni Enang-Enang fungsional melalui jalan alternatif.
“Saat ini, daya tampung saluran air utama sungai dan drainase primer (wilayah Aceh) belum pulih seperti sebelum terjadinya bencana,” ucap Aam disapanya.
Pihaknya tetap melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung proses percepatan normalisasi sungai di beberapa titik. Bila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, maka dapat menyebabkan terjadinya luapan air.
“Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di tiga kabupaten. Hal tersebut dapat berdampak pada hasil pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan,” imbuh Aam. (dan)








