• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

KKP Proyeksikan Boyolali Jadi Pusat Penghasil Lele di Jateng

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Jumat, 2 Januari 2026 - 12:32
in Nasional
KKP

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (baju hitam baris depan) saat meninjau lokasi budidaya tematik ikan lele sistem bioflok di Kecamatan Wonosamodro, Kamis (1/1/2026). Foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tahun ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan berkolaborasi dengan pemerintah daerah memproyeksikan Kabupaten Boyolali di Jawa Tengah menjadi sentra produsen ikan lele dalam dua tiga tahun mendatang.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengimplementasikan program budidaya tematik bioflok lele di tiga kecamatan untuk mendukung produktivitas kampung budidaya lele yang sudah lebih dulu berjalan.

BacaJuga:

KKP Hentikan Sementara Operasional UPI di Denpasar untuk Lindungi Tahura Ngurah Rai

Momentum Libur Hari Raya Tunjukan Pergerakan Wisnus Meski Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Wamen Isyana: Kemendukbangga Hadirkan Program Prioritas Dukung Perempuan melalui GATI dan Tamasya

“Kami akan dukung Pemda Boyolali sehingga nanti di banyak desa yang kami kembangkan untuk kegiatan budidaya lele, sehingga ujungnya menjadikan Boyolali sebagai daerah penghasil protein dari ikan lele yang cukup kuat,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat meninjau lokasi budidaya tematik ikan lele sistem bioflok di Kecamatan Wonosamodro, Kamis (1/1/2026).

Selain di Kemacatan Wonosamodro, budidaya tematik bioflok juga berjalan di Kecamatan Sambi dan Kecamatan Andong. KKP menyiapkan 24 kolam bioflok di setiap lokasi lengkap dengan 60 ribu ekor benih dan pakan, serta sarana perasana pendukung produksi, seperti mesin aerasi, vitamin ikan, hingga genset.

Seluruh bantuan budidaya perikanan tematik tersebut dikelola oleh pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai unit usaha. Targetnya dari setiap lokasi menghasilkan 5 ton ikan lele dengan waktu produksi sekitar 2-3 bulan.

“Program ini selain untuk menggerakkan ekonomi di desa, juga sebagai upaya pemerintah meningkatkan gizi masyarakat. Karena ikan lele ini proteinnya cukup tinggi. Ini juga salah satunya untuk mendukung program MBG,” pungkas Menteri Trenggono.

Produksi ikan lele di Kabupaten Boyolali lebih dari 30 ribu ton per tahun. Hasil produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal, serta diperdagangkan keluar kabupaten.

Kebutuhan pasar lokal sendiri diprediksi terus meningkat seiring implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang per kecamatannya membutuhkan lebih dari 3.000 porsi makanan setiap hari untuk pelajar.

“Dari kedinasan kami, akan turun mengawal dan akan ada pendampingan-pendampingan, sehingga hasil panen bisa memaksimal untuk mencapai target sentra lele. Selain itu hasil produksi untuk menyuplai SPPG yang ada di Kabupaten Boyolali sehingga perputaran ekonomi diharapkan ekonomi bisa kuat di tingkat desa,” ungkap Bupati Boyolali, Agus Irawan di lokasi.

Implementasi tiga program budidaya tematik lele menurutnya semakin memperkuat posisi Boyolali sebagai daerah penghasil lele. Boyolali juga mempunya kampung budidaya lele di Kecamatan Sawit yang selama ini dikenal menghasilkan lele berkualitas.

Sebagai informasi, di tahun 2025 KKP mengembangkan 100 lokasi budidaya tematik untuk komoditas lele dan nila. Implementasi program ini menyebar di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, serta DIY yang pengelolaannya diserahkan ke pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. (ney)

Tags: BoyolaliIkan LelejatengKKP

Berita Terkait.

Petugas
Nasional

KKP Hentikan Sementara Operasional UPI di Denpasar untuk Lindungi Tahura Ngurah Rai

Jumat, 10 April 2026 - 04:30
Penumpang
Nasional

Momentum Libur Hari Raya Tunjukan Pergerakan Wisnus Meski Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Jumat, 10 April 2026 - 02:18
Ratu-Ayu
Nasional

Wamen Isyana: Kemendukbangga Hadirkan Program Prioritas Dukung Perempuan melalui GATI dan Tamasya

Jumat, 10 April 2026 - 00:46
Penggilingan
Nasional

Gabah Turun Akibat Ratusan Hektar Sawah Rusak, Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji Audiensi ke DPR

Kamis, 9 April 2026 - 23:45
Anugerah
Nasional

Hijau Makin Dominan, PLN NP Lampaui KPI PROPER 2025

Kamis, 9 April 2026 - 22:24
Rini
Nasional

Menteri PANRB: Kualitas SDM Ujung Tombak Kesuksesan Optimalisasi PHTC Presiden

Kamis, 9 April 2026 - 21:23

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.