INDOPOSCO.ID – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menegaskan bahwa aksi pengibaran bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) oleh sekelompok orang tidak mencerminkan keinginan mayoritas masyarakat Aceh yang saat ini telah menikmati suasana damai.
Menurut Jusuf Kalla, tindakan tersebut lebih dipicu oleh luapan emosi segelintir pihak, bukan kehendak rakyat Aceh secara keseluruhan. Ia menekankan bahwa masyarakat Aceh telah memilih jalan perdamaian dan merasakan manfaatnya sejak konflik berakhir.
“Rakyat Aceh sudah ingin damai dan menikmati kedamaian itu,” ujar Jusuf Kalla saat ditemui wartawan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
JK juga mengingatkan bahwa pengibaran simbol atau lambang yang menyerupai bendera GAM jelas melanggar Perjanjian Helsinki. Dalam perjanjian tersebut, ditegaskan bahwa simbol-simbol yang berkaitan dengan konflik masa lalu tidak boleh lagi digunakan.
Sebelumnya, sebagaimana dikutip dari Antara, aparat keamanan membubarkan aksi pengibaran kain umbul-umbul yang menyerupai bendera GAM di Jalan Nasional Banda Aceh–Medan, tepatnya di Simpang Kandang, Meunasah Mee, Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Meski sempat terjadi ketegangan, pembubaran berlangsung tanpa kekerasan dan dilakukan dengan pendekatan persuasif.
Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imran menjelaskan bahwa massa secara sukarela menyerahkan kain umbul-umbul tersebut dan perlahan membubarkan diri. Aparat juga mengamankan seorang pria yang diduga menjadi provokator karena kedapatan membawa tas berisi senjata api jenis pistol dan senjata tajam rencong.
Menanggapi insiden tersebut, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap kelompok yang melakukan provokasi, termasuk pengibaran bendera GAM. Ia menilai aksi semacam itu dapat mengganggu upaya pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh.
“TNI, kementerian, lembaga, dan masyarakat sedang fokus membantu pemulihan akibat bencana. Saya harapkan tidak ada pihak yang memprovokasi dan mengganggu proses tersebut,” tegas Agus dalam konferensi pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025). (dil)








