INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengungkapkan, ribuan sarana pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat rusak parah akibat banjir bandang serta longsor melanda wilayah itu sejak akhir November lalu.
Hal tersebut disampaikannya menjelang tahun ajaran baru 2026. Sebagian besar peserta didik akan mulai melakukan aktivitas pembelajaran di lingkungan sekolah pada 5 Januari 2026.
“Memang terdapat 3.700 sekolah terdampak dan sekitar 3.100 itu sekolah terdampak kerusakan berat,” kata Pratikno secara daring pemulihan dan rencana strategis pascabenca jelang akhir tahun 2025, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Sebagian sekolah di beberapa wilayah terdampak bencana terpaksa melaksanakan kegiatan pembelajaran di luar lingkungan sekolah. Saat ini, pemerintah terus mempercepat upaya pembersihan sisa lumpur.
“Memang masih akan ada proses belajar mengajar yang dilakukan di tenda, yaitu sebanyak 54 sekolah,” tutur Pratikno.
Adapun rincian 54 sekolah tersebut yaitu: 14 sekolah di Provinsi Aceh, 21 sekolah di Sumatera Barat, dan 19 sekolah di Sumatera Utara.
Pemerintah dipastikannya memantau situasi di lapangan agar proses belajar-mengajar tetap berjalan meskipun menggunakan metode atau moda yang bervariasi.
“Jadi ini memang kondisinya semacam itu, terus dikawal dari Kemendikdasmen dan Kementerian Dalam Negeri untuk menjamin pembelajaran bisa jalan dengan moda yang berbeda-beda nanti,” imbuh Pratikno.
Pelayanan pendidikan di Aceh, sekitar 65 persen sekolah telah siapkan untuk beroperasi kembali menyambut tahun ajaran baru. “Untuk Sumatera Barat dan Sumatera Utara tingkat kesiapan operasionalitas sekolah sudah mendekati 90 persen,” beber eks Menteri Sekretraris Negara (Mensesneg) itu terpisah baru-baru ini.(dan)








