INDOPOSCO.ID – Pengakuan Israel terhadap Republik Somaliland memicu gelombang kritik internasional dan mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar sidang darurat pada Senin (29/12/2025).
Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, mengonfirmasi rencana sidang tersebut melalui platform media sosial X pada Sabtu (27/12/2025). Ia menegaskan bahwa Israel tidak akan menghindari perdebatan politik terkait keputusan kontroversial itu.
“Kami tidak akan menghindari diskusi politik,” ujar Danon. Ia menambahkan bahwa Israel akan terus bertindak secara bertanggung jawab dan bijaksana demi memperkuat kerja sama dengan mitra yang dinilai berkontribusi terhadap stabilitas kawasan.
Israel menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi mengakui Somaliland sebagai negara berdaulat pada Jumat (26/12/2025). Langkah ini segera menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk negara-negara Afrika, Timur Tengah, serta Turki dan Pakistan.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Uni Afrika juga mengecam keputusan tersebut, menilainya sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Somalia.
Somaliland sendiri mendeklarasikan kemerdekaan dari Somalia sejak 1991. Meski telah beroperasi secara de facto sebagai entitas yang terpisah, memiliki pemerintahan, sistem keamanan, dan administrasi sendiri, namun wilayah itu hingga kini belum memperoleh pengakuan resmi dari komunitas internasional.
Pemerintah Somalia dengan tegas menolak pengakuan Israel tersebut. Mogadishu menegaskan bahwa Somaliland merupakan bagian integral dari wilayah Somalia dan menyatakan setiap bentuk pengakuan atau kerja sama langsung dengan wilayah itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan dan persatuan nasional.
Sidang darurat DK PBB diperkirakan akan menjadi arena perdebatan sengit, sekaligus menguji posisi Israel di tengah tekanan diplomatik global yang terus menguat. (dil)













