INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, mendukung langkah Menteri Keuangan Purbaya yang berencana memanfaatkan dana sitaan Kejaksaan Agung (Kejagung) sebesar Rp6,6 triliun serta pengembalian dana Kementerian/Lembaga (K/L) yang tidak terserap senilai Rp10 triliun untuk menambal defisit APBN 2025.
Menurut Fauzi, kebijakan tersebut dinilai tepat di tengah penerimaan pajak yang tidak mencapai target, yakni hanya sekitar 97–98 persen dari yang ditetapkan.
“Pendapatan pajak kita memang belum memenuhi ekspektasi. Kekurangannya sekitar 2 persen. Dengan memanfaatkan dana Rp10 triliun dari K/L dan Rp6,6 triliun dari Kejagung, langkah Menkeu sudah benar agar defisit APBN tidak semakin melebar,” ujar Fauzi dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (28/12/2025).
Ia menjelaskan, kondisi ekonomi nasional juga terdampak oleh bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, yang selama ini menyumbang sekitar 26 persen pertumbuhan ekonomi nasional. Dampak tersebut berpotensi menekan laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025.
“Karena itu, dana sitaan dari Kejagung sangat membantu untuk menutup kekurangan penerimaan pajak yang belum mencapai 100 persen,” katanya.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Fauzi tetap optimistis terhadap prospek ekonomi 2026 di bawah kepemimpinan Menkeu Purbaya. Salah satu faktor utamanya adalah reformasi sistem perpajakan melalui penerapan coretax yang mulai berjalan sejak 15 Desember 2025.
Saat ini, dari sekitar 40 juta wajib pajak, baru sekitar 3,5 juta yang terintegrasi dalam sistem coretax. Kondisi ini dinilai menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah pada 2026.
“Target utama 2026 adalah menyederhanakan dan menyinkronkan coretax agar bisa menjangkau potensi wajib pajak yang jauh lebih besar,” jelas politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Selain reformasi perpajakan, pemerintah juga didorong untuk mengoptimalkan penerimaan dari bea masuk dan keluar, PNBP, serta sektor sumber daya alam seperti emas dan batu bara.
Fauzi berharap, dengan perbaikan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2026 dapat meningkat, sehingga berbagai program prioritas Presiden Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, sekolah rakyat, dan Koperasi Merah Putih, dapat terealisasi secara optimal.
“Saya tetap optimis. Bahkan pada kuartal pertama 2026, pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6 persen,” pungkasnya. (dil)





















