INDOPOSCO.ID – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 memunculkan kekhawatiran serius terhadap kualitas pendidikan nasional. Nilai Matematika dan Bahasa Inggris siswa Indonesia tercatat rendah secara nasional, memicu respons Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani yang secra tegas menyatakan capaian TKA 2025 tidak bisa dianggap sebagai sekadar angka statistik, melainkan peringatan keras bagi dunia pendidikan Indonesia.
“Hasil TKA ini adalah alarm bagi sistem pendidikan kita. Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh dan objektif,” tegas Lalu Hadrian dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Kamis (25/12/2025).
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), rerata nilai nasional menunjukkan capaian yang mengkhawatirkan. Bahasa Inggris hanya mencapai rata-rata 24,93, sementara Matematika berada di angka 36,10, dan Bahasa Indonesia 55,38 dari jutaan peserta TKA di seluruh Indonesia.
Yakni, untuk jenjang SMA, nilai rerata TKA bahasa Indonesia (57,39), matematika (37,23), dan bahasa Inggris (26,71). Kemudian untuk jenjang SMK nilai rerata TKA bahasa Indonesia (53,62), matematika (34,74), dan bahasa Inggris (22,55).
Menurut Lalu Hadrian, evaluasi harus menyasar seluruh komponen pendidikan, baik dari sisi tenaga pendidik maupun peserta didik. Jika kelemahan berasal dari kualitas guru, maka peningkatan kompetensi harus menjadi prioritas. Sebaliknya, jika kendala ada pada siswa, maka sistem pendampingan dan pembelajaran perlu diperkuat.
Komisi X DPR RI pun mendorong Kemendikdasmen agar hasil TKA 2025 dijadikan landasan perumusan kebijakan pendidikan ke depan, termasuk perbaikan kurikulum, metode pembelajaran, serta sistem pelatihan guru.
“Hasil TKA ini tidak boleh berhenti sebagai laporan. Harus ada langkah konkret agar kualitas pendidikan nasional benar-benar meningkat,” pungkasnya. (dil)












