INDOPOSCO.ID – Komitmen Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dalam memperkuat industri dalam negeri terus menunjukkan hasil nyata. Salah satu indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI) SKK Migas, yakni Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), terbukti mampu menciptakan dampak ekonomi berlapis (multiplier effect) baik di tingkat pusat maupun daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Vice President Bidang Dukungan Bisnis SKK Migas, Maria Kristanti, dalam Media Briefing yang digelar di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Selasa (23/12/2025).
“Perlu diketahui bahwa salah satu KPI utama SKK Migas adalah TKDN. Dampaknya sangat krusial karena prinsipnya adalah dari kita, untuk kita, dan untuk negara kita, Merah Putih,” katanya.
Maria menjelaskan, capaian TKDN SKK Migas tergolong tinggi, baik pada proyek Proyek Strategis Nasional (PSN) maupun non-PSN. Hingga outlook tahun 2025, realisasi TKDN untuk proyek PSN telah mencapai 22 persen, sementara untuk non-PSN bahkan telah menyentuh 60 persen.
“KPI kami dalam hal ini cukup tinggi, begitu pula dengan pencapaiannya. Inti dari KPI SKK Migas ini adalah menciptakan multiplier effect,” ucapnya.
Dengan kebijakan yang mewajibkan pengadaan dan produksi dilakukan di dalam negeri serta memprioritaskan produk lokal untuk kegiatan hulu migas, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pabrikan besar di Jakarta atau pusat industri nasional.
“Justru dampak ini sangat berperan bagi perkembangan rekan-rekan di daerah, salah satunya di Jawa Timur,” ujar Maria.
Berdasarkan data SKK Migas, selama periode 2020-2025, total nilai kontrak belanja hulu migas mencapai Rp720 triliun. Dari angka tersebut, nilai komitmen TKDN untuk industri dalam negeri tercatat sebesar 59 persen atau setara Rp388 triliun, melampaui ambang batas target nasional sebesar 50 persen.
“Ini merupakan angka belanja hulu migas dari tahun 2020 hingga 2025. Jadi, angka 59 persen ini sudah melampaui target ambang batas 50 persen. Syukur-syukur nanti kita bisa mencapai angka yang lebih tinggi lagi,” tambahnya.
Meski nilai TKDN bersifat dinamis dan dapat mengalami fluktuasi, Maria menegaskan bahwa SKK Migas hingga kini tetap menjadi kontributor terbesar pencapaian TKDN nasional, berkat dukungan penuh manajemen dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).(her)





















