INDOPOSCO.ID – PT Patra Drilling Contractor (PDC) membuka dapur umum di Desa Bukit Suling, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh sebagai upaya menopang kebutuhan nutrisi masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PDC sekaligus bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok akibat bencana alam.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PDC, Fitra Adzira, mengatakan dapur umum tersebut diharapkan dapat menjadi penopang kehidupan sementara bagi warga dan pengungsi yang kehilangan tempat tinggal serta akses makanan layak.
“Dapur umum ini kami harapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya asupan makanan bergizi, di tengah situasi darurat pascabanjir,” katanya.
Dapur umum PDC mulai beroperasi sejak Minggu (7/12/2025) dan direncanakan berjalan selama dua hingga tiga minggu. Namun, PDC membuka kemungkinan untuk memperpanjang masa operasional sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan.
Fitra menegaskan operasional dapur umum dijalankan dengan pengawasan ketat terhadap kebersihan, sanitasi, dan kualitas bahan pangan guna memastikan makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi.
“Seluruh proses memasak hingga penyajian diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Untuk mendukung operasional tersebut, PDC menurunkan langsung kru dari unit bisnis Food Lodging Services (FLS) yang terdiri dari area coordinator, camp boss, store man, cook, hingga helper cook. Selain itu, PDC juga memberdayakan tenaga kerja lokal guna membantu aktivitas dapur umum.
Manager FLS PDC, Rahmat Wijaya, menyampaikan dapur umum tersebut mampu memproduksi hingga 600 porsi makanan setiap hari, yang terbagi masing-masing 300 porsi untuk makan siang dan 300 porsi untuk makan malam.
“Setiap porsi telah disusun secara seimbang, mencakup kebutuhan karbohidrat, protein hewani, dan protein nabati,” ujarnya.
Rahmat menambahkan menu makanan akan terus berganti setiap hari agar masyarakat tidak merasa bosan sekaligus memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi secara optimal.
Selain penyediaan makanan hangat, PDC juga menurunkan sejumlah relawan serta tenaga kesehatan untuk membantu masyarakat di lokasi pengungsian. Para relawan turut berperan dalam menjaga kebersihan lingkungan, membantu penataan area pengungsian, serta mendukung kebutuhan tenaga kerja di lapangan apabila diperlukan.
“Harapan kami, seluruh inisiatif PDC ini dapat memberikan dampak nyata dan meringankan beban warga yang terdampak banjir di Desa Bukit Suling,” tutup Fitra.
Sekadar informasi, Food Lodging Services (FLS) merupakan unit bisnis PDC yang bertanggung jawab menyediakan layanan makanan, binatu/laundry, serta tata graha (housekeeping) dengan standar mutu tinggi. Atas kualitas layanannya, FLS PDC telah dipercaya menangani kontrak kerja di berbagai wilayah operasi dan eksplorasi perusahaan minyak dan gas di Indonesia. (srv)









