INDOPOSCO.ID – Pemerintah Indonesia resmi memulai kick off ceremony Pilot Project Caregiver ke Singapura, sebuah inisiatif lintas kementerian untuk menyiapkan tenaga pengasuh lanjut usia (caregiver) yang terampil, tersertifikasi, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.
Puluhan peserta dari ribuan orang yang mendaftar berhasil lolos dan mengikuti pilot program caregiver Singapura hingga 21 Desember 2025 mendatang.
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani menegaskan, pilot project tersebut menjadi program strategis memenuhi permintaan global yang terus meningkat, terutama sektor caregiver lansia.
“Kita menyaksikan dimulainya sesi pelatihan bagi 21 peserta program caregiver, sebuah pilot project yang digagas bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak, Kementerian Ketenagakerjaan dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura,” kata Christina dalam keterangannya di Bekasi dikutip Rabu (10/12/2025).
Ia mengatakan, seluruh proses pelatihan dipantau secara langsung dan peserta terlihat menunjukkan antusiasme tinggi. Pemerintah melibatkan agensi Singapura dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), agar bisa dilakukan job matching.
“Kolaborasi dengan KBRI Singapura juga sangat penting karena mereka membantu verifikasi job order. Ke depan, program ini akan kami perluas dan duplikasi, karena kebutuhan caregiver di banyak negara terus bertambah,” ujar politikus Golkar itu.
Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menegaskan, inisiatif ini sejalan dengan pengembangan ekonomi perawatan (care economy), yang menjadi salah satu agenda strategis kementeriannya.
Menurutnya, banyak perempuan bekerja sebagai pekerja rumah tangga, dan jika mereka diberi kesempatan pelatihan yang tepat, mereka bisa menjadi tenaga terampil yang memiliki nilai tawar lebih tinggi.
“Dengan pelatihan yang terstandar, hak dan kewajiban pekerja dapat diatur lebih baik, dan kualitas kerja mereka menjadi jelas. Inilah kunci agar pekerja perempuan kita terlindungi sekaligus berdaya,” jelas Veronica dalam kesempatan yang sama.(dan)








