INDOPOSCO.ID – Wilmar Central Kalimantan Project (CKP) melalui PT Karunia Kencana Permaisejati (KKP) bertekad membawa arah baru bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit unggulan Wilmar Group di Kalimantan Tengah (Kalteng).
Dengan total area pengelolaan KKP mencapai 19.649 hektare (ha), termasuk 1.962 ha kawasan Hutan Produksi (HP) dan High Conservation Value (HCV), Musliyadi, Group Estate Manager (GEM) KKP menegaskan, keseimbangan antara produktivitas, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat sebagai prioritas utama perusahaan.
PT KKP tiga estate antara lain KKP 1, KKP 2, dan KKP 3, serta satu Pabrik Kelapa Sawit (POM). Dari seluruh luasan, area yang telah ditanam mencapai 12.900 ha.
Operasional perusahaan juga diperkuat oleh asset manager, estate manager, divisi manager, field officer hingga staf lapangan dan kantor.
Per Oktober 2025, jumlah karyawan mencapai 1.935 orang, terdiri dari staf perusahaan, ribuan pekerja PHT, serta 59 tenaga pendidik yang mengelola fasilitas sekolah internal.

Sebagai salah satu perkebunan dengan fasilitas sosial terlengkap di wilayahnya, PT KKP menyediakan kantor operasional di setiap estate dan POM, Tempat Penampungan Anak (TPA), serta sistem pendidikan terpadu mulai dari TK hingga SMA Bina Bangsa. Setiap unit pendidikan dilengkapi laboratorium biologi, laboratorium komputer, perpustakaan, serta aula.
Layanan bus sekolah beroperasi dengan pengawalan sekuriti, termasuk pendamping khusus bagi anak-anak TK. Perusahaan juga membangun perumahan staf dan guru sebagai bagian dari dukungan kesejahteraan karyawan.
Musliyadi menegaskan bahwa PT KKP akan terus mengembangkan praktik perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin membangun perkebunan modern yang tidak hanya unggul secara produksi, tetapi juga menjaga lingkungan dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar,” ujarnya di Kotawaringin Timur, Kalteng, Rabu (20/11/2025).
Kawasan Konservasi
Sisi lain operasional perusahaan yang menjadi perhatian Musliyadi adalah pengelolaan kawasan konservasi. PT KKP mengoperasikan HCV Wildlife Center yang menjadi habitat berbagai satwa dilindungi. Pengelolaan konservasi ini dipimpin oleh Bagus Satria, petugas HCV yang juga pengamat burung.
“Beruang madu, rangkong perut putih, kelasi, macan dahan, monyet ekor panjang, beruk, elang laut perut putih, kura-kura matahari, bajuku, ular Raja Kobra, biawa Kalimantan, hingga ikan Belida Borneo tercatat mendiami kawasan tersebut,” ujar Bagus.
Keberagaman fauna itu menunjukkan tingginya nilai ekologis kawasan HCV di dalam konsesi PT KKP, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan terhadap perlindungan keanekaragaman hayati.
Ketahanan Pangan
Selain mengelola perkebunan dan konservasi, PT KKP juga berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya swasembada jagung.
Melalui Wilmar CKP (Central Kalimantan Project), perusahaan menggandeng Kelompok Tani Pahari Sejahtera di Desa Tangar, Kecamatan Mentaya Hulu. Program ini diawali dengan penanaman jagung seluas dua hektare yang kemudian diperluas menjadi lima ha atas inisiatif petani.
Ketua Kelompok Tani Pahari Sejahtera Sugiarto Sumari menyampaikan bahwa bantuan perusahaan sangat dirasakan, terutama karena jagung dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Dengan masa tanam 120 hari, panen mencapai tiga ton per hektare, sementara harga jual jagung di pasaran berada di kisaran Rp7.000 per kilogram,” jelasnya.
CSR Manager Wilmar CKP Widiyanto Wiwid, menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan bantuan bibit jagung 40 kilogram, pupuk senilai Rp15 juta, peralatan sprinkler, mesin pompa, serta pembangunan embung sebagai penampung air.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pendamping lapangan untuk memaksimalkan produktivitas petani.
Wiwid berharap hasil panen petani dapat diserap Bulog minimal sesuai harga pembelian pemerintah, sekaligus mendorong pemanfaatan jagung sebagai pakan ternak guna memperkuat ekosistem peternakan lokal dan meningkatkan ekonomi desa.
Program tersebut diluncurkan melalui sosialisasi bersama pimpinan perusahaan, Polsek Mentaya Hulu, serta Dinas Pertanian Kotawaringin Timur. (aro)








