INDOPOSCO.ID – Hipertensi masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan satu dari tiga orang dewasa menderita hipertensi, namun hanya 18,9 persen yang mencapai kontrol tekanan darah yang optimal. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional, Bayer Indonesia menggelar forum ilmiah bertajuk “The Science Behind: The Importance of 24-hour Hypertension Management” untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kontrol tekanan darah yang stabil selama 24 jam. Salah satu isu yang disorot adalah morning surge, yaitu lonjakan tekanan darah pada pagi hari yang berkaitan erat dengan meningkatnya insiden kardiovaskular akut.
“Kontrol tekanan darah tidak boleh hanya dilakukan pada satu waktu. Pengendalian 24 jam diperlukan untuk meminimalkan risiko kejadian jantung dan stroke di pagi hari,” ujar dr Irawan Septian Nugroho, Medical Lead Bayer Indonesia, di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Ia menambahkan bahwa teknologi OROS pada Nifedipine GITS dapat membantu menjaga kestabilan konsentrasi obat sepanjang hari sehingga mengurangi fluktuasi tekanan darah.
Hadir sebagai pembicara, dr Tunggul D Situmorang, Sp.PD-KGH, menekankan bahwa hipertensi tidak bisa disederhanakan menjadi sekadar angka.
“Setiap individu merespons tekanan darah secara berbeda. Namun ketika tekanan sistolik mencapai batas ekstrem seperti 180–190 mmHg, kondisi tersebut harus ditangani sebagai keadaan gawat darurat,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa banyak pasien merasa sehat meski tekanan darahnya tinggi, padahal kondisi tersebut bisa membahayakan.
Tunggul juga menyoroti bahaya fluktuasi tekanan sistolik yang dapat memicu kerusakan organ target seperti jantung, ginjal, dan otak. Menurutnya, terapi pada pasien lanjut usia memerlukan pemantauan lebih cermat karena tekanan diastolik mereka cenderung rendah.
Forum ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tekanan darah serta kepatuhan minum obat antihipertensi. Melalui edukasi dan inovasi berkelanjutan, Bayer Indonesia menegaskan komitmennya dalam membantu menekan angka komplikasi akibat hipertensi di Tanah Air. (eva)










