• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Indonesia Mantap Melangkah: Dari Penerima Bantuan Menjadi Negara Donor

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 31 Oktober 2025 - 16:04
in Ekonomi
negara-donor

Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara memberikan Kuliah Umum International Student Gathering The Indonesian AID Scholarship 2025 di Jakarta, Kamis (30/10/2025). Foto: Dokumen Kementerian Keuangan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia kini menegaskan posisi barunya di panggung global. Tak lagi sekadar penerima bantuan, negeri ini telah naik level menjadi negara penyumbang pembangunan internasional melalui Indonesian AID atau Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) yang berada di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Langkah ini bukan sekadar perubahan status, ini adalah bukti perjalanan ekonomi Indonesia yang makin matang dan perannya yang kian strategis dalam tata dunia.

BacaJuga:

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara

Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru

Gerak Cepat Pertamina: Program Pasar Murah Sasar Warga Rentan di Seluruh Indonesia

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan transformasi penting tersebut sebagai wujud kemajuan nyata bangsa.

“Indonesia telah berkembang dari negara penerima menjadi negara yang sekarang dapat mendeklarasikan diri sebagai negara penyumbang atau donor. Dulu, kita adalah negara penerima bantuan,” ungkap Suahasil dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

Perjalanan menuju status donor bukan proses sehari jadi. Dahulu Indonesia memperoleh dukungan lewat International Development Association (IDA) dari Bank Dunia. Namun sejak 1998, peta berubah: Indonesia tak hanya berdiri mandiri, tapi ikut menyumbang kembali bagi komunitas global.

“Jadi, tahun 1998 kita menerima dari dunia sebelum itu dan kemudian setelah itu kita berikan kepada dunia. Ini sangat-sangat menggembirakan bagi Indonesia,” tuturnya.

Filosofi bantuannya jelas: solidaritas, kebutuhan riil mitra, dan nilai manfaat bersama. Komitmen Indonesia bukan sekadar angka anggaran, melainkan dedikasi moral dalam memperkuat persahabatan antarnegara.

Contohnya terlihat saat pandemi COVID-19, ketika Indonesia aktif mengirimkan bantuan kemanusiaan, termasuk vaksin ke negara-negara sahabat seperti Nigeria. Nilai gotong royong khas tanah air kini mengalir hingga ke belahan dunia lain.

Untuk memperkuat kiprah itu, Indonesia membentuk LDKPI pada 2019, badan yang mengelola dana pembangunan internasional sebagai hibah kepada negara atau lembaga asing. Dana tersebut diperlakukan layaknya sovereign wealth fund, menjamin keberlanjutan kontribusi Indonesia bagi dunia.

“Ini adalah Sovereign Wealth Fund. Artinya kami menyisihkan sebagian uang dari APBN Indonesia, dan uang itu tidak akan pernah disentuh. Dana ini menjadi dana abadi, disisihkan, dan kemudian dikelola oleh LDKPI,” tambahnya.

Di tengah dinamika global yang terus bergerak, langkah ini menegaskan satu pesan kuat, Indonesia bukan hanya bagian dari dunia, tapi ikut membantu membentuknya. Dari bangsa penerima, kini Indonesia hadir sebagai penggerak harapan. (her)

Tags: Indonesia MantapLDKPINegara Donorsuahasil nazarawamenkeu

Berita Terkait.

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara
Ekonomi

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara

Minggu, 12 April 2026 - 21:01
Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru
Ekonomi

Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru

Minggu, 12 April 2026 - 17:31
Pasar-Murah
Ekonomi

Gerak Cepat Pertamina: Program Pasar Murah Sasar Warga Rentan di Seluruh Indonesia

Minggu, 12 April 2026 - 15:08
uMiMax
Ekonomi

Program UMiMAX Pertamina Bantu Rakyat Bangkit dan Berdaya Ekonomi

Minggu, 12 April 2026 - 09:02
RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang
Ekonomi

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang

Sabtu, 11 April 2026 - 13:31
PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon
Ekonomi

PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon

Sabtu, 11 April 2026 - 10:22

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2402 shares
    Share 961 Tweet 601
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    786 shares
    Share 314 Tweet 197
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.