INDOPOSCO.ID — Pengalaman pahit masa lalu menjadi pelajaran berharga bagi presenter dan pengusaha ternama, Raffi Ahmad. Pernah tersandung kasus narkoba dan menjalani rehabilitasi pada 2013, Raffi kini tampil sebagai sosok yang terbuka mengakui kesalahannya dan bertekad membimbing generasi muda agar tidak mengikuti jejak kelam tersebut.
Di hadapan ratusan pelajar dalam acara Kemah Kebangsaan Bersinar yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Cibubur, pada Sabtu (25/10/2025), Raffi berbicara dengan nada penuh penyesalan namun juga harapan. Ia mengingatkan bahwa narkoba bukanlah jalan keluar, melainkan awal kehancuran.
“Hidup cuma sekali, jangan hancurkan masa depan dengan narkoba. Sekali mencoba bisa kehilangan segalanya, keluarga, cita-cita, dan kebahagiaan,” ujar Raffi dalam keterangan pada unggahan video di akun Instagram pribadinya, Sabtu (25/10/2025).
“Katakan tidak pada narkoba, katakan ya pada masa depan yang sehat dan sukses tanpa narkoba,” sambungnya.
Raffi menilai, masa depan bangsa kini berada di tangan anak muda Indonesia yang tengah menikmati bonus demografi.
“Bonus demografi yang sedang dirasakan Indonesia harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan memperkuat kapasitas generasi muda agar menjadi tenaga produktif yang berdaya saing tinggi,” jelasnya.
Selain penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, Raffi menekankan pentingnya soft skill seperti komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan berpikir kritis yang menjadi bekal utama di era kompetisi global. Ia juga menyoroti pentingnya membangun jiwa kepemimpinan yang berintegritas, tangguh, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Pembangunan jiwa kepemimpinan yang berintegritas, tangguh, dan berorientasi pada pelayanan publik juga penting agar bonus demografi tidak sekadar menjadi angka, tetapi benar-benar menjadi kekuatan transformasi bagi kemajuan bangsa,” tambahnya. (her)




















