INDOPOSCO.ID – Gubernur Banten Andra Soni berkomitmen mendukung keberagaman etnis dan agama yang selama ini terpelihara di Provinsi Banten, termasuk etnis Tionghoa.
Hal ini disampaikan oleh Andra Soni saat menerima wartawan Guo Ji Ri Bao koran berbahasa Mandarin di Gedung Negara atau pendopo lama,Senin ( 20/10/2025).
Ia mengatakan, keberagam suku dan agama selalu diproritaskan dalam membangun Banten yang dikenal sebagai daerah sangat toleran, termasuk kepada etnis Tionghoa sebagai salah satunya.
“Kerukunan antaretnis dan agama selama ini di Banten diharapkan dapat terus terjaga dan terawat dalam keberagaman tersebut,”kata Andra Soni.
Andra Soni mengapresiasi upaya PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) dalam merawat Indonesia di bidang sosial, budaya, dan pendidikan di Banten.
“Saya waktu kecil ketika perayaan Imlek juga sering dapat angpau, karena saya besar di Kota Tangerang yang juga banyak dihuni oleh saudara-saudara Tionghoa,” kenang Andra Soni.
“ Sekarang bagaimana kita merawat keberagaman etnis, agama dan budaya di Indonesia. Itu menurut saya sesuatu yang penting, sehingga nilai-nilai inilah yang mesti kita kawal terus-menerus,” cetusnya .
Gubernur mengatakan , kerukunan dan toleransi yang ada selama ini di Banten harus terus dirawat. Dengan cara, mengingat kembali landasan kuat negara Indonesia, yaitu Pancasila beserta nilai-nilainya.
“Merawat Indonesia, menurut saya itu sesuatu yang penting, sehingga nilai-nilai inilah yang mesti kita kawal terus-menerus, agar sesama anak bangsa, rukun tanpa membeda-bedakan sukunya, agamanya dan rasnya,” kata Gubernur.
Gubernur menyebut, ratusan bahkan sudah ribuan warga keturunan Tionghoa yang sudah lama bermukim di pinggiran Kali Cisadane, Kota Tangerang hidup rukun dan damai bersama warga lokal, sehingga perbedaan suku, ras, dan agama tidak mengurangi rasa toleransi dan kerukunan dalam hidup bernegara.
“Sejak dahulu sampai sekarang saudara saudara keturunan Tionghoa atau yang lebih dikenal dengan Cina Benteng hidup dalam kerukunan dan toleransi antarwarga . Mereka saling membantu dan hidup rukun, walaupun berbeda etnis,” tutur Andra. (yas)









