• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

APBN 2025 di Jalur Positif, Restitusi Pajak Bantu Ekonomi Berputar

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 14 Oktober 2025 - 22:44
in Nasional
IMG-20251014-WA0032

Petugas perbankan menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kinerja penerimaan negara hingga akhir September 2025 menunjukkan capaian positif. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa pendapatan negara telah mencapai sekitar 65 persen dari outlook yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

“Pendapatan ini angkanya kita lihat bahwa terhadap outlook pendapatan negara itu sekitar 65 persen saat ini. Ini adalah angka akhir September yang notabene sudah sembilan bulan pelaksanaan APBN,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

BacaJuga:

KKP Hentikan Sementara Operasional UPI di Denpasar untuk Lindungi Tahura Ngurah Rai

Momentum Libur Hari Raya Tunjukan Pergerakan Wisnus Meski Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Wamen Isyana: Kemendukbangga Hadirkan Program Prioritas Dukung Perempuan melalui GATI dan Tamasya

Lebih lanjut, Suahasil menjelaskan bahwa dalam penerimaan pajak terdapat dua jenis pencatatan, yakni penerimaan pajak bruto dan penerimaan pajak netto. Perbedaan antara keduanya terutama disebabkan oleh restitusi pajak, yaitu pengembalian kelebihan pembayaran pajak kepada wajib pajak.

“Kalau bayar pajak itu kadang-kadang ada restitusinya. Kalau bruto itu jumlah total yang dibayar, lalu dikurangi restitusi, maka jadilah netto,” jelasnya.

Hingga September 2025, penerimaan pajak bruto tercatat sebesar Rp1.619,2 triliun, lebih tinggi dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp1.588,21 triliun.

“Angka bruto tahun ini sudah lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Ini yang akan kita pantau terus, dan mudah-mudahan menuju ke akhir tahun perekonomian semakin baik, maka realisasi brutonya juga akan meningkat,” tutur Suahasil.

Namun, untuk penerimaan pajak netto, realisasinya masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini tercatat sebesar Rp1.295,28 triliun, sedangkan tahun lalu mencapai Rp1.354,86 triliun.

Salah satu penyebab utama penurunan angka netto tersebut adalah peningkatan restitusi pajak. Restitusi yang lebih besar ini dianggap berdampak positif bagi perekonomian karena uang yang dikembalikan kepada masyarakat dan dunia usaha turut mendorong perputaran ekonomi nasional.

“Restitusi ini artinya dikembalikan kepada masyarakat, kepada dunia usaha, kepada wajib pajak. Dengan demikian uangnya beredar di tengah-tengah perekonomian, dan kita berharap hal itu membantu pergerakan ekonomi kita,” jelasnya.

Sementara itu, pada pos penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), realisasi hingga September masih tercatat 3,2 persen di bawah tahun lalu, yakni sebesar Rp702,2 triliun.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen untuk terus memantau kinerja penerimaan pajak dan memperkuat basis perpajakan di tengah dinamika ekonomi global.

Menutup paparannya, Suahasil menegaskan bahwa meski beberapa indikator masih menunjukkan tekanan, arah perekonomian nasional tetap mengarah ke jalur yang positif.

“Kami optimistis bahwa dengan semakin baiknya aktivitas ekonomi dan peningkatan kepatuhan wajib pajak, kinerja penerimaan negara ke depan akan terus membaik,” tambahnya. (her)

Tags: APBN 2025ekonomiPositifRestitusi Pajak

Berita Terkait.

Petugas
Nasional

KKP Hentikan Sementara Operasional UPI di Denpasar untuk Lindungi Tahura Ngurah Rai

Jumat, 10 April 2026 - 04:30
Penumpang
Nasional

Momentum Libur Hari Raya Tunjukan Pergerakan Wisnus Meski Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Jumat, 10 April 2026 - 02:18
Ratu-Ayu
Nasional

Wamen Isyana: Kemendukbangga Hadirkan Program Prioritas Dukung Perempuan melalui GATI dan Tamasya

Jumat, 10 April 2026 - 00:46
Penggilingan
Nasional

Gabah Turun Akibat Ratusan Hektar Sawah Rusak, Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji Audiensi ke DPR

Kamis, 9 April 2026 - 23:45
Anugerah
Nasional

Hijau Makin Dominan, PLN NP Lampaui KPI PROPER 2025

Kamis, 9 April 2026 - 22:24
Rini
Nasional

Menteri PANRB: Kualitas SDM Ujung Tombak Kesuksesan Optimalisasi PHTC Presiden

Kamis, 9 April 2026 - 21:23

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.