• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Sentil Hotman Paris, Eks KPK: Biar Pengadilan yang Buktikan Kasus Chromebook

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 6 September 2025 - 19:00
in Headline
yudi-purnomo

Mantan Penyidik KPK, Yudi Purnomo. Foto: Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo menyoroti komentar pengacara kondang Hotman Paris Hutapea soal penetapan tersangka mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook.

Yudi menegaskan, yang terpenting bukan sekadar opini, melainkan bagaimana jaksa mampu memperkuat pembuktian dan membongkar aliran dana kasus tersebut.

BacaJuga:

Ahli Ranjau Laut PBB Pesimistis Krisis Selat Hormuz Bisa segera Diatasi

Satu Anggota TNI Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank Tidak Ditahan

Pelarian “The Doctor” Berakhir di atas Ranjang, Buronan Kakap Ini Diringkus di Penang

“Nanti tinggal buktikan saja di pengadilan,” katanya kepada INDOPOSCO.ID pada Sabtu (6/9/2025).

Menurut Yudi, sah-sah saja setiap pihak menyampaikan pandangan hukum, namun pada akhirnya kebenaran akan diuji di meja hijau.

“Kan masing-masing pihak punya argumentasinya masing-masing, jadi tidak masalah,” ujarnya.

Meski begitu, Yudi menegaskan fokus utama seharusnya ada pada penegakan hukum.

Ia mendorong jaksa memperkuat pembuktian terhadap dugaan perbuatan melawan hukum yang menyeret Nadiem.

“Yang penting adalah jaksa memperkuat pembuktian terhadap Nadiem dalam hal perbuatan melawan hukum. Dan yang terpenting semoga aliran dana kasus ini bisa terungkap,” tegasnya.

Sebelumnya, Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat suara terkait penetapan tersangka terhadap mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop untuk sekolah di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Hotman, yang kini ditunjuk sebagai kuasa hukum Nadiem, secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan memastikan proses hukum berjalan adil dan transparan.

“Bapak Prabowo, Presiden Republik Indonesia. Kalau memang Bapak benar-benar mau menegakkan keadilan, tolong panggil kejaksaan dan panggil saya sebagai kuasa hukum dari Nadiem Makarim. Gelar perkaranya di Istana (Negara),” ujar Hotman dalam unggahan video di akun TikTok pribadinya @hotmanparisofficialf, dikutip pada Jumat (5/9/2025).

Menurut Hotman, ada tiga poin utama yang bisa ia buktikan langsung di hadapan Prabowo.

“Saya akan buktikan bahwa: satu, Nadiem Makarim tidak menerima uang satu sen pun. Dua, tidak ada markup dalam pengadaan laptop, (dan) tiga, tidak ada yang diperkaya,” jelasnya.

“Sekali lagi, saya hanya membutuhkan 10 menit untuk membuktikan itu di depan Bapak Prabowo, Presiden Republik Indonesia yang pernah menjadi klien saya selama 25 tahun,” sambungnya.

Lebih jauh, Hotman menyebut bahwa penahanan Nadiem justru menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.

“Seluruh rakyat Indonesia ingin agar benar-benar hukum ditegakkan, dan inilah saatnya. Saya akan membuktikan bahwa Nadiem Makarim tidak melakukan tindak pidana korupsi. Tapi kenapa dia ditahan?” terangnya.

“Tolong perkaranya pertama kali digelar di Istana,” lanjutnya.

Hotman juga mengingatkan kedekatan personalnya dengan Prabowo, yang pernah ia bela selama puluhan tahun.

“Salam dari Hotman Paris, yang pernah memberikan bantuan hukum kepada Bapak selama 25 tahun tanpa noda satu titik pun. Terima kasih, Bapak Presiden,” pungkasnya. (fer)

Tags: korupsiKPKNadiem

Berita Terkait.

ranjau
Headline

Ahli Ranjau Laut PBB Pesimistis Krisis Selat Hormuz Bisa segera Diatasi

Selasa, 7 April 2026 - 07:07
kacab
Headline

Satu Anggota TNI Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank Tidak Ditahan

Senin, 6 April 2026 - 22:02
doctor
Headline

Pelarian “The Doctor” Berakhir di atas Ranjang, Buronan Kakap Ini Diringkus di Penang

Senin, 6 April 2026 - 20:25
firnando
Headline

DPR Dukung Pemerintah Tahan Harga BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

Senin, 6 April 2026 - 18:18
Pragi
Headline

Vice Presidential Race for 2029 Takes Shape, Three Names Emerge as Closest to Prabowo

Senin, 6 April 2026 - 14:25
Prabowo
Headline

Peta Wapres 2029 Mulai Terbaca, 3 Nama Ini Disebut Paling Dekat ke Prabowo

Senin, 6 April 2026 - 14:25

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1106 shares
    Share 442 Tweet 277
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    740 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    703 shares
    Share 281 Tweet 176
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    664 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.