• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Indonesia Diminta Lebih Serius Tangani Masalah Limbah Makanan

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 28 Juli 2025 - 10:12
in Nasional
Suman-Subbian

Direktur Perekrutan Siswa di At-Sunrice GlobalChef Academy Suman Subbian (tengah) dan alumni At-Sunrice Michael Suyanto (kanan). Foto: Dhika Alam Noor / INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Limbah makanan merupakan masalah serius yang perlu ditangani karena berdampak negatif pada lingkungan dan ekonomi. Mengolah limbah makanan menjadi berbagai produk bermanfaat seperti kompos, biogas, atau pakan ternak adalah solusi baik.

Pemerintah Indonesia telah menargetkan pengurangan 30 persen dan penanganan sampah 70 persen pada tahun 2025, namun penanganan yang ada belum cukup.

BacaJuga:

Wamen PU Tinjau Rest Area KM 57 Tol Japek Pastikan Kesiapan Pelayanan

Kemenpar Sebut Wisatawan Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi Saat Lebaran

Kemenhub: Penerbangan Internasional Tetap Beroperasi, Maskapai Mulai Terbang Terbatas

Lembaga pendidikan At-Sunrice GlobalChef Academy memberikan contoh dalam mengolah limbah makanan. Salah satu divisi di kampus tersebut bernama Wellspent mampu menghasilkan produk bermanfaat.

“Pertama, orange peel magic, ini dibuat dari kulit jeruk. Jadi kulit jeruk diolah kembali dan moromi eggshell sea salt. Jadi ini garam yang dibuat dari kulit telur,” kata Direktur Perekrutan Siswa di At-Sunrice GlobalChef Academy Suman Subbian di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Dua produk hasil pengolahan sisa makanan itu layak dikonsumsi karena memiliki cita rasa enak, baik untuk tubuh dan ramah lingkungan.

“Jadi, salah satu strategi yang kita terapkan dengan food waste itu sangat menantang. Kita membuat yang tadinya limbah dari restoran atau pabrik itu kita olah kembali kemudian jadi produk-produk seperti ini,” tutur Suman.

Maka itu, mereka berupaya menjaring sejumlah talenta muda di Indonesia yang mencari pendidikan bermakna dan diakui secara internasional di bidang seni kuliner. Salah satu tujuannya, mempunyai pemahaman tentang penanganan limbah makanan.

“Kita mau ekspansi ke internasional dengan cara menambah student-student, supaya mahasiswa Indonesia yang datang punya pengalaman dan pengetahuan yang sama begitu kembali ke Indonesia mereka bisa terapkan ini,” ujar Suman.

Lulusan At-Sunrice tahun 2008 Michael Suyanto menyoroti, sebagian industri hotel maupun restoran memilih menyumbangkan makanan sisa yang masih layak dikonsumsi. Meski niat tersebut baik, namun mendonasikan makanan tidak selalu memenuhi standar keamanan pangan.

“Indonesia itu bukan (olah) produk, tapi donasikan makanan ke mana. Kita masih di level situ. Mereka hanya melihat sumbang makanan, tapi kan ada food safety-nya,” imbuh Michael Suyanto dalam kesempatan yang sama. (dan)

Tags: indonesiaLimbah Makanansampah

Berita Terkait.

Wamen PU Tinjau Rest Area KM 57 Tol Japek Pastikan Kesiapan Pelayanan
Nasional

Wamen PU Tinjau Rest Area KM 57 Tol Japek Pastikan Kesiapan Pelayanan

Rabu, 18 Maret 2026 - 03:39
Kemenpar Sebut Wisatawan Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi Saat Lebaran
Nasional

Kemenpar Sebut Wisatawan Nusantara Jadi Penggerak Ekonomi Saat Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 01:52
Kemenhub: Penerbangan Internasional Tetap Beroperasi, Maskapai Mulai Terbang Terbatas
Nasional

Kemenhub: Penerbangan Internasional Tetap Beroperasi, Maskapai Mulai Terbang Terbatas

Selasa, 17 Maret 2026 - 23:11
Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDB Tercatat 4,67 Persen, Kemenpar dan BPS Perkuat Sinergi Data TSA
Nasional

Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDB Tercatat 4,67 Persen, Kemenpar dan BPS Perkuat Sinergi Data TSA

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:31
KKP Bukukan Ekspor Ikan Rp 16,7 T dari Januari – Maret 2026
Nasional

KKP Bukukan Ekspor Ikan Rp 16,7 T dari Januari – Maret 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 19:31
Ruang-Digital
Nasional

Koalisi Asosiasi Industri dan Masyarakat Sipil Soroti Risiko Implementasi PP TUNAS

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:38

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    1784 shares
    Share 714 Tweet 446
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    734 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    686 shares
    Share 274 Tweet 172
  • Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    957 shares
    Share 383 Tweet 239
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.