• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

China: Program ‘Golden Dome’ AS Picu Kompetisi Senjata Antariksa

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 22 Mei 2025 - 14:14
in Internasional
cina

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah China menegaskan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memulai program pertahanan rudal “Golden Dome” berbasis satelit luar angkasa dapat mendorong perlombaan senjata antariksa.

“Proyek tersebut akan meningkatkan risiko mengubah angkasa menjadi zona perang dan menciptakan perlombaan senjata antariksa, serta mengguncang sistem keamanan dan pengendalian senjata internasional,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Rabu (21/5).

BacaJuga:

Konflik Iran Picu Kekecewaan, Tentara AS: Tak Mau Mati Demi Israel

Rusia Ingatkan Bahaya Nuklir Imbas Serangan AS-Israel di Bushehr

Krisis Mengintai, Tanker Australia Gagal Berlayar Imbas Konflik Teluk

Presiden AS Donald Trump, Selasa (20/5), mengumumkan pelaksanaan program pertahanan rudal “Golden Dome” berbasis satelit antariksa karena dapat menempatkan senjata di luar angkasa dan mencegat rudal saat terbang.

Program dengan biaya sekitar 175 miliar dolar AS itu ditargetkan dapat beroperasi pada akhir masa jabatannya.

“‘Golden Dome’ bermaksud untuk menciptakan sistem pertahanan rudal yang tidak terbatas, global, berlapis-lapis, dan multidomain,” ungkap Mao Ning.

Mao Ning menyebut sistem ini akan memperluas persenjataan AS untuk operasi tempur di luar angkasa, termasuk penelitian dan pengembangan senjata serta penyebaran sistem intersepsi orbital.

“Hal tersebut membuat proyek tersebut memiliki sifat ofensif yang kuat dan melanggar prinsip penggunaan damai dalam Perjanjian Luar Angkasa,” kata Mao Ning.

Tindakan Trump itu disebut Mao Ning sebagai inisiatif “America First” lainnya yang menempatkan keamanan mutlak AS di atas segalanya.

“Hal ini melanggar prinsip ‘undiminished security for all’ (keamanan tanpa terkecuali) dan akan merusak keseimbangan dan stabilitas strategis global. China sangat khawatir,” tegas Mao Ning.

China, ungkap Mao Ning, mendesak AS untuk menghentikan pengembangan dan pengerahan sistem antirudal global, dan mengambil tindakan konkret untuk meningkatkan kepercayaan strategis antara negara-negara besar dan menegakkan stabilitas strategis global.

Golden Dome direncanakan akan mencakup kemampuan persenjataan berbasis darat dan antariksa yang dapat mendeteksi dan menghentikan rudal di keempat tahap utama serangan potensial.

Keempat tahap utama serangan potensial itu adalah mendeteksi dan menghancurkan sebelum peluncuran, mencegat pada tahap awal penerbangan, menghentikan di tengah lintasan di udara, atau menghentikan saat menit-menit terakhir ketika rudal turun menuju target.

Tindakan-tindakan itu dapat dilakukan karena aksi pencegatan berbasis pada kemampuan satelit dan sensor di antariksa.

Wakil Kepala Operasi Luar Angkasa AS Jenderal Michael Guetlein ditunjuk sebagai orang yang bertanggung jawab untuk mengawasi kemajuan Golden Dome.

Sementara Kantor Anggaran Kongres AS memperkirakan hanya komponen berbasis ruang angkasa Golden Dome dapat menelan biaya 161 – 542 miliar dolar AS selama 20 tahun ke depan.

Trump telah meminta 25 miliar dolar AS sebagai awal untuk program tersebut dalam rancangan undang-undang keringanan pajak yang perlu disetujui oleh Kongres.

“Golden Dome” disebut menjadi upaya Pentagon untuk menanggulangi rudal-rudal canggih terbaru yang dikembangkan China dan Rusia, termasuk menempatkan satelit dengan kemampuan menonaktifkan satelit penting bagi AS.

AS sebelumnya sudah memiliki banyak kemampuan pertahanan rudal, termasuk rudal Patriot yang telah diberikan AS ke Ukraina untuk mempertahankan diri dari rudal serta serangkaian satelit di orbit untuk mendeteksi peluncuran rudal.

Pesawat dan kapal perang AS juga membantu Israel menangkal serangan Iran tahun lalu dan telah berulang kali menembak jatuh rudal dan pesawat tak berawak yang diluncurkan ke kapal Israel oleh pemberontak Houthi Yaman yang didukung Teheran. (bro)

Tags: ASChinaGolden DomeSenjata Antariksa

Berita Terkait.

Protes
Internasional

Konflik Iran Picu Kekecewaan, Tentara AS: Tak Mau Mati Demi Israel

Senin, 23 Maret 2026 - 22:18
Asap
Internasional

Rusia Ingatkan Bahaya Nuklir Imbas Serangan AS-Israel di Bushehr

Senin, 23 Maret 2026 - 20:06
Krisis Mengintai, Tanker Australia Gagal Berlayar Imbas Konflik Teluk
Internasional

Krisis Mengintai, Tanker Australia Gagal Berlayar Imbas Konflik Teluk

Senin, 23 Maret 2026 - 14:31
Update Perang Timur Tengah: Korban Sipil di Iran Tembus 1.407 Jiwa
Internasional

Update Perang Timur Tengah: Korban Sipil di Iran Tembus 1.407 Jiwa

Senin, 23 Maret 2026 - 13:33
Trump Ancam Iran, Teheran Siap Serang Balik Infrastruktur Energi AS
Internasional

Konflik Israel–Hizbullah Memanas, Ribuan Warga Lebanon Mengungsi

Minggu, 22 Maret 2026 - 23:56
Iran Ajukan Inisiatif Keamanan Regional dan Syarat Perdamaian Konflik
Internasional

Iran Ajukan Inisiatif Keamanan Regional dan Syarat Perdamaian Konflik

Minggu, 22 Maret 2026 - 18:26

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2670 shares
    Share 1068 Tweet 668
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    831 shares
    Share 332 Tweet 208
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    698 shares
    Share 279 Tweet 175
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.