• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

SCCC: Ritel Bertransformasi Jadi Ruang Meditasi di Jantung Kemang

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 20 Mei 2025 - 20:50
in Ekonomi
Space Available melalui A3000 Cultural Collective dengan bangga memperkenalkan Self Care Community Centre (SCCC). Foto: Istimewa

Space Available melalui A3000 Cultural Collective dengan bangga memperkenalkan Self Care Community Centre (SCCC). Foto: Istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah hiruk pikuk ibu kota, sebuah visi baru untuk ruang ritel hadir di Kemang. Space Available, platform kreatif besutan Dan Mitchell bersama dengan Hendy Kana melalui A3000 Cultural Collective dengan bangga memperkenalkan Self Care Community Centre (SCCC).

Lebih dari sekadar destinasi belanja, SCCC hadir sebagai ekosistem budaya yang unik, dirancang untuk memupuk kesejahteraan individu dan kolektif melalui serangkaian praktik sehari-hari yang bermakna.

BacaJuga:

SUNI Bukukan Rp192 Miliar Laba Bersih, Fokus Tuntaskan Pabrik Kedua di Batam

Pertamina-INPEX Perkuat Aliansi, Proyek LNG Abadi Masela Kian Dekat Realisasi

Lakukan Efesiensi, Pemerintah Pangkas Perjalanan Dinas hingga 70 Persen, Dorong WFH dan Transportasi Publik

SCCC menempatkan fokus pada koneksi, perhatian diri (self-care), dan kebersamaan sebagai respons relevan terhadap tantangan kesehatan mental dan krisis lingkungan yang semakin mendesak.

Keunikan SCCC tak hanya terletak pada konsepnya, namun juga pada fisiknya. Bangunan ini didirikan dengan memanfaatkan lebih dari 11 ton sampah plastik daur ulang dari sumber lokal. Desainnya yang sirkular, mengedepankan kerajinan tangan, inovasi material, serta program komunitas, menciptakan atmosfer yang mengundang pengunjung untuk melambatkan tempo, berpartisipasi dalam program kesejahteraan, dan terhubung kembali dengan alam – dimulai dari diri sendiri.

Bangunan yang dulunya merupakan pusat kebudayaan dan dirancang oleh arsitek ternama Indonesia, Andra Matin, kini dihidupkan kembali. Revitalisasi Kemang sebagai pusat kreativitas dan komunitas menjadi bagian integral dari misi SCCC.

Lebih dari Sekadar Transaksi: Ruang untuk Pertumbuhan dan Koneksi

SCCC menawarkan serangkaian ruang dan program harian yang dirancang berdasarkan pilar-pilar utama kesejahteraan:
● Move: Mengajak tubuh bergerak melalui berbagai aktivitas fisik seperti run club, tari, dan lokakarya tubuh interaktif.
● Meditate: Menyediakan ruang yang mendukung mindfulness, ketenangan, dan eksplorasi diri, dipandu oleh Fa Pawaka (@favelamunk).
● Listen: Menciptakan lingkungan mendengarkan yang mendalam untuk terhubung dengan suara, frekuensi, dan perspektif baru, dengan tata suara dari Aradea Bandana (@dea_barandana).
● Learn: Memfasilitasi pertukaran pengetahuan melalui diskusi, membaca, dan lokakarya kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk sekolah lokal dan komunitas global.
● Nourish: Menawarkan pengalaman kuliner multisensori yang menyeimbangkan tubuh dan pikiran, bekerja sama dengan Andika Biantara dari A3000 Cultural Collective.
Mengusung slogan “Kami merancang untuk refleksi dan membangun untuk koneksi,” setiap sudut SCCC dirancang untuk mendorong refleksi pribadi sekaligus interaksi komunal melalui praktik-praktik yang berfokus pada kesejahteraan.
SCCC adalah ruang serbaguna yang modular, terdiri dari berbagai ruang mikro interaktif yang mengundang partisipasi dan transformasi:
● Earthly Elixirs: Kafe yang menawarkan pengalaman menikmati kopi dan teh secara mindful dalam suasana seremonial, berkolaborasi dengan 3000 Gastronomia.
● Recycling Club: Ruang lokakarya interaktif untuk memikirkan kembali pengelolaan sampah lokal dan menciptakan material baru melalui kerajinan dan partisipasi komunitas.
● Rework Labs: Stasiun upcycling yang mendorong budaya memperbaiki dan mengubah barang lama menjadi baru melalui kreativitas dan keterampilan tangan.
● Listening Library: Ruang untuk mendengarkan secara mendalam, mengeksplorasi suara, dan bermeditasi melalui audio, menciptakan perjalanan batin yang unik.
● Reading Room: Ruang baca komunal dengan pilihan buku yang beragam, menjadi tempat untuk refleksi, menambah pengetahuan, dan melakukan penemuan, bekerja sama dengan penerbit dan distributor lokal serta Dash Press untuk buku internasional.
● Gallery: Ruang pameran yang secara berkala menampilkan karya seni, desain, dan inovasi material untuk mendorong pertumbuhan komunitas.
● Restaurant-bar: Kafe yang menyajikan makanan dan minuman sehat, dengan penawaran suara-suara meditatif dan hidangan berbahan jamur obat untuk musim perdananya, dipimpin oleh Chef Andika Biantara.
● Meditation Room: Ruang khusus untuk eksplorasi diri dan meditasi, juga terbuka bagi komunitas kesejahteraan lokal dan klub lari/aktivitas luar ruangan sebagai basis kegiatan mereka.

Membangun Ruang Komunitas Kreatif di Era Modern

“Peran ritel telah berevolusi. Seperti yang kami lakukan dengan LN-CC pada tahun 2010, mengubah toko menjadi ruang budaya, proyek ini adalah tentang mendefinisikan ulang potensi ruang fisik di era saat ini,” ujar Dan Mitchell.

“Self Care Community Centre bukan sekadar tempat menjual produk; ini adalah tentang membangun ekosistem kesejahteraan kultural yang melayani komunitas, di mana setiap individu dapat terlibat dalam praktik kesejahteraan pribadi dan kolektif. Ini adalah ruang yang dirancang untuk mendukung praktik sehari-hari, menginspirasi pertumbuhan, dan memupuk rasa koneksi yang lebih dalam,” sambungnya.

SCCC menyambut semua orang. Ruang ini bersifat terbuka, modular, dan dinamis, dirancang untuk terus berkembang seiring dengan kebutuhan komunitasnya. Beberapa area dapat diakses oleh publik, sementara area lain tersedia melalui program keanggotaan komunitas gratis yang memberikan akses ke berbagai lokakarya, acara, dan program kreatif. SCCC akan terus berkolaborasi dengan seniman, pembuat, dan para pemikir yang memiliki visi untuk kehidupan yang lebih sadar dan terhubung.

Proyek ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Space Available dan A3000 Cultural Collective, sebuah kolektif budaya berbasis di Jakarta yang didirikan oleh Hendy Kana.

“Dengan visi bersama untuk menata ulang masa depan ritel, kolaborasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali Kemang sebagai pusat kreativitas dan komunitas yang dinamis. A3000 Cultural Collective akan memimpin operasional makanan dan minuman, membawa wawasan lokal dan kepekaan budaya ke dalam pengalaman SCCC,” tutup Hendy Kana. (ibs)

Tags: A3000 Cultural CollectiveKemangRitelRuang MeditasiSCCC

Berita Terkait.

suni
Ekonomi

SUNI Bukukan Rp192 Miliar Laba Bersih, Fokus Tuntaskan Pabrik Kedua di Batam

Rabu, 1 April 2026 - 12:12
jetro
Ekonomi

Pertamina-INPEX Perkuat Aliansi, Proyek LNG Abadi Masela Kian Dekat Realisasi

Rabu, 1 April 2026 - 09:09
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional
Ekonomi

Lakukan Efesiensi, Pemerintah Pangkas Perjalanan Dinas hingga 70 Persen, Dorong WFH dan Transportasi Publik

Rabu, 1 April 2026 - 02:25
Menkop Terima Audiensi Menteri PPPA, Bahas Penguatan Peran Perempuan pada Kopdes Merah Putih
Ekonomi

Menkop Terima Audiensi Menteri PPPA, Bahas Penguatan Peran Perempuan pada Kopdes Merah Putih

Rabu, 1 April 2026 - 00:00
Epson Resmikan Solution Center, Percepat Transformasi Digital Bisnis di Jawa Timur
Ekonomi

Epson Resmikan Solution Center, Percepat Transformasi Digital Bisnis di Jawa Timur

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:57
Epson Resmikan Solution Center, Percepat Transformasi Digital Bisnis di Jawa Timur
Ekonomi

Dari Kota Malang, Candyco Kembangkan Kerajinan Rajut Custom dengan Dukungan BRI dan LinkUMKM

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:45

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1240 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1074 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    895 shares
    Share 358 Tweet 224
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.