• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Miris, Ada 4 Juta Anak Indonesia Tidak Sekolah

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 3 Mei 2025 - 19:59
in Headline
Siswa hendak pulang setelah menyelesaikan pembelajaran di sekolah. Foto: Dok Indoposco.id

Siswa hendak pulang setelah menyelesaikan pembelajaran di sekolah. Foto: Dok Indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Jumlah anak yang tidak sekolah atau putus sekolah di Indonesia masih sangat tinggi. Termasuk kelompok anak disabilitas, mereka tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Berdasar data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) angkanya mencapai 4 juta orang.

Angka tersebut terungkap ketika momen Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei. Peringatan itu menjadi momentum penting merefleksikan peran pendidikan dalam membangun bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

BacaJuga:

Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 

MAKI Minta Komisi III DPR Bentuk Panja Usut Pengalihan Penahanan Yaqut

KAI Klaim Program Motis Lebaran Dukung Kelancaran Mudik 2026

“Negara kita juga masih menghadapi angka putus sekolah yang mencapai 4 juta anak di Indonesia tidak bersekolah,” kata Wakil KPAI Jasra Putra dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (3/5/2025).

Sebagian dari data tersebut merujuk anak-anak disabilitas, anak berkebutuhan khusus serta anak gangguan kejiwaan dan perilaku karena berbagai hal. Sementara salah satu daerah tertingginya berada di Pulau Jawa.

“Tujuh daerah tertinggi di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Banten, Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan. Dengan tiga penyebab, karena belum pernah bersekolah, keluar dan memilih tidak melanjutkan,” ujar Jasra.

Di samping itu, dari kajian BPS menyebutkan pertumbuhan anak tertinggi bukan berada di keluarga tingkat atas dan menengah, namun berada di keluarga rentan miskin dan miskin. Dengan rata-rata pendidikan 9 tahun diterima keluarga rentan miskin dan miskin.

“Yang kemudian sering berada dalam situasi pekerjaan yang tidak layak, tempat tinggal yang tidak layak dan sanitasi yang buruk,” ujar Jasra

Kondisi tersebut menurut Bappenas menyebabkan munculnya angka kemiskinan ekstrem. Sehingga perlu keberpihakan terhadap akses gizi seimbang, termasuk susu.

“Jadi jarang protein (ayam, telur, daging), serat (sayur, buah). Ada 60 persen anak tidak bisa akses susu, bukan mereka tidak tahu susu itu bermanfaat, tapi tidak memiliki akses karena kemiskinan,” ucap Jasra. (dan)

Tags: anakKPAIpendidikanPutus SekolahsekolahTidak Sekolah

Berita Terkait.

Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 
Headline

Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:16
Headline

MAKI Minta Komisi III DPR Bentuk Panja Usut Pengalihan Penahanan Yaqut

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:33
Sepeda-Motor
Headline

KAI Klaim Program Motis Lebaran Dukung Kelancaran Mudik 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:42
Belajar
Headline

Pemerintah Siapkan SE Menteri Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Pascalebaran

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:00
1,9 Juta Pemudik Tiba di Jakarta, Sisa 1,4 Juta Orang Masih di Perjalanan
Headline

1,9 Juta Pemudik Tiba di Jakarta, Sisa 1,4 Juta Orang Masih di Perjalanan

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:57
Menlu Jerman Dukung Inisiatif Diplomasi Trump untuk Akhiri Konflik dengan Iran
Headline

Menlu Jerman Dukung Inisiatif Diplomasi Trump untuk Akhiri Konflik dengan Iran

Rabu, 25 Maret 2026 - 23:45

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1128 shares
    Share 451 Tweet 282
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    849 shares
    Share 340 Tweet 212
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2676 shares
    Share 1070 Tweet 669
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.