• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Sebuah Perjalanan Keluarga ke Yogyakarta yang Mencuri Hati

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Rabu, 19 Maret 2025 - 13:33
in Gaya Hidup
yogya

Suasana keindahan alam Pantai Parangtritis. Foto : Dok Pribadi Siti Rizka Aulia

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Berangkat dari Bogor, Jawa Barat (Jabar), saya bersama mama, ayah, dan adik memulai perjalanan keluarga yang penuh dengan kehangatan.

Selasa, 9 Juli 2024, menjadi awal dari petualangan kami yang akan terekam dalam ingatan sebagai kisah perjalanan yang tak terlupakan. Tepat pukul 08.00 pagi, saya berangkat menuju Stasiun Senen di Jakarta menggunakan KRL.

BacaJuga:

Anti Ribet Patungan Makan dan Ngopi, ShopeePay Luncurkan Fitur Split Bill Real-Time

Festival Generasi Cerdas 2026: Wadah Apresiasi Inovasi Guru dan Siswa Binaan

GAGA Bawa Teh Melati Indonesia Naik Kelas Lewat JAWARA Tea Series

Sesampainya di Stasiun Senen, Jakarta, kami berpindah ke kereta api Gaya Baru Malam Selatan, yang akan membawa kami menuju Yogyakarta. Di dalam kereta, saya tenggelam dalam keindahan pemandangan alam yang berubah seiring perjalanan.

Mulai dari pemandangan sawah hijau, pegunungan yang menjulang, serta langit senja yang perlahan menggelap. Tak terasa waktu pun berlalu, dan pada pukul 07.00 malam, kami akhirnya tiba di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta.

Meskipun tujuan awal kami adalah menjelajahi keindahan alam Gunung Kidul, waktu yang sudah larut membuat kami harus menunda rencana itu. Kami pun memutuskan untuk menginap di sebuah hotel di Malioboro.

Di hotel yang sederhana namun nyaman itu, kami beristirahat sejenak, sambil mempersiapkan diri untuk memulai petualangan keesokan harinya.

Pagi hari pun tiba, setelah menikmati sarapan di hotel, kami pun berangkat menuju Gunung Kidul dengan mobil. Dalam perjalanan sepanjang kurang lebih 70 km yang kami tempuh selama dua jam, saya terus terpukau oleh panorama alam yang memesona.

Langit biru yang terbentang luas, udara segar yang menyapu wajah, dan pepohonan rindang di sepanjang jalan, semua menyatu menciptakan pemandangan yang luar biasa indahnya.

Tak lupa, kehadiran tour guide yang juga berperan sebagai sopir kami menambah keakraban dan keceriaan dalam perjalanan kami.

Pantai Parangtritis

Sebelum mencapai tujuan utama, kami sempat mampir di Pantai Parangtritis, salah satu pantai yang paling terkenal di Yogyakarta.

Kami tiba di sana pada pukul 11.00 siang. Suasana pantai yang penuh dengan suara deburan ombak serta pasir pantai yang terhampar luas, langsung menyambut kami dan membuat kami bermain dengan bahagia dan mengambil foto Bersama disana.

Di tengah keseruan itu, saya mendapati sebuah pemandangan yang luar biasa. Saya menemukan hilir dari salah satu sungai yang mengalir ke pantai.

Pengalaman ini merupakan pengalaman pertama saya melihat hilir Sungai. Hal terssebut seakan membuka mata saya akan keindahan alam yang tersembunyi, yang membuat saya semakin jatuh cinta pada keindahan alam Yogyakarta.

Obelix Sea View

Setelah puas menikmati keindahan Pantai Parangtritis, tepat pukul 12.00 siang, kami kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Obelix Sea View. Perjalanan singkat selama 30 menit membawa kami ke destinasi berikutnya.

Sesampainya di sana pada pukul 12.30 siang, langkah pertama kami adalah menunaikan salat Dzuhur, sebagai bentuk syukur dan penghormatan atas perjalanan yang telah dilalui.

Tak lama setelah itu, kami mulai mengeksplor Obelix Sea View yang menawarkan kombinasi harmonis antara keindahan alam dan fasilitas wisata modern.

Rasa lapar pun mulai menyapa, sehingga kami menuju ke restoran yang bernama Element Oceanside Dining yang ada di tempat wisata ini. Di sana, kami memesan hidangan-hidangan istimewa seperti grilled salmon fillet dengan black pepper sauce, spaghetti carbonara, beef burger, dan Meat Lover pizza.

Untuk menyeimbangkan rasa gurih dan segar, kami menikmati camomile tea serta strawberry smoothie yang menyegarkan. Meskipun total biaya makan siang kami mencapai sekitar Lima Ratus Ribu Rupiah, pemandangan yang menakjubkan dari restoran yang menghadap langsung ke Pantai Parangtritis membuat uang yang kami keluarkan untuk makan siang terasa sangat berharga.

Setelah selesai makan siang, kami pun kembali mengeksplor Obelix Sea View sambil mengambil beberapa foto keluarga dengan latar belakang panorama laut yang memesona. Waktu pun berlalu, sore itu, tepat pukul 04.00, kami menunaikan salat Ashar, dan segera meninggalkan area wisata untuk melanjutkan perjalanan menuju resort yang telah kami booking.

Inessya Resort

Setelah menempuh perjalanan sekitar 35 km selama 50 menit, pukul 05.00 sore kami tiba di Inessya Resort. Pandangan pertama di resort ini membuat saya terpesona. Resort ini tidak hanya menawarkan keindahan visual, tetapi juga kehangatan pelayanan dari staf yang sangat ramah.

Setelah check-in dan menata barang di kamar, rasa penasaran membuat kami menjelajahi setiap sudut resort. Ternyata, Inessya Resort memiliki akses langsung ke beberapa pantai terkenal di Gunung Kidul, seperti Pantai Mesra dan Pantai Mbuluk.

Tak ingin melewatkan kesempatan, kami segera menuju ke Pantai Mesra. Suasana malam di pantai tersebut sungguh menakjubkan. Deburan ombak yang indah, cahaya bulan purnama di langit, dan udara sejuk malam hari, menciptakan suasana yang sangat syahdu.

Momen itu benar-benar mengisi hati dengan ketenangan, seolah alam mengajak kami untuk sejenak merenung dan menikmati keindahan yang ada. Setelah menikmati indahnya malam di Pantai Mesra, kami kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap untuk beristirahat.

Keesokan paginya, tepat pukul 08.00, kami menimkanti sarapan di restoran resort dengan nasi goreng hangat dan aneka buah segar. Momen ini semakin istimewa karena ditemani oleh panorama alam yang memukau.

Setelah sarapan, kami pun bergegas menuju Pantai Mbuluk untuk bermain air. Kami bermain air hingga pukul 10.00, waktu berjalan begitu cepat, namun momen tersebut berhasil menciptakan kenangan yang mendalam dan penuh kegembiraan bersama keluarga.

Setelah puas bermain di Pantai Mbuluk, saatnya kami bersiap-siap untuk check out. Sebelum benar-benar pergi, kami singgah kembali ke restoran resort untuk menikmati makan siang dan mengabadikan foto-foto kenangan.

Hidangan istimewa seperti Fish & Chips a la Segara, Calamari Goreng Tepung, Garlic Butter Prawn, serta minuman Sparkling Blue Ocean dan es kelapa muda utuh, menyempurnakan makan siang kami.

HeHa Ocean View

Selanjutnya, perjalanan kami dilanjutkan menuju Heha Ocean View. Setibanya di area parkir, kami menyadari bahwa jalan menuju pintu masuk cukup menanjak. Tak ingin repot, kami menyewa ojek lokal yang dengan ramah mengantar kami untuk sampai ke pintu masuk.

Di Heha Ocean View, kami menggunakan shuttle yang disediakan untuk mengeksplor area wisata. Tak ketinggalan, kami mampir ke sebuah toko gelato yang menawarkan berbagai rasa unik. Dengan perut yang kenyang dan hati yang puas, kami pun melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya.

Krasan Cafe And Resto

Petualangan kami kemudian membawa kami ke Bantul, Yogyakarta, untuk menikmati suasana di Krasan Cafe And Resto. Kami tiba di sana tepat pukul 06.00 sore.

Karena rasa lapar yang semakin mendesak, kami segera memesan makanan di restoran tersebut. Setelah menikmati hidangan yang lezat, kami menjelajahi area Krasan Café and Resto yang ternyata menyimpan kejutan menarik.

Terdapat sebuah mini zoo di sisni. Kkami bermain dengan kelinci-kelinci yang menggemaskan, serta menikmati pemandangan kolam ikan yang dihuni oleh ikan koi cantik.

Sahid Raya Hotel

Setelah puas mengeksplor Krasan Cafe And Resto, kami pergi ke Sahid Raya Hotel. Dengan jarak tempuh sekitar 10 km yang kami tempuh selama 20 menit, kami tiba di hotel pada pukul 09.00 malam.

Kondisi fisik yang sudah lelah membuat kami memilih untuk tidak banyak berkeliling, melainkan langsung mandi, beristirahat, dan menyimpan kenangan hari itu dalam keheningan malam.

Keesokan harinya, pagi kembali menyapa. Tepat pukul 08.00, kami turun untuk menikmati sarapan di hotel. Menu yang disajikan sangat bervariasi, mencerminkan kekayaan kuliner khas Jogjakarta.

Di antara hidangan lezat yang kami coba, ada wedang ronde menjadi pengalaman baru bagi saya. Meskipun rasanya kurang cocok di lidah saya, dengan mencicipi kuliner lokal ini menambah pengalaman bagi saya.

Setelah sarapan, kami kembali menjelajahi sudut-sudut hotel. Dinding-dinding yang dihiasi lukisan dan hiasan tradisional membuat kami terpesona dan tak berhenti mengambil foto.

Keindahan arsitektur dan dekorasi hotel menyimpan cerita yang begitu kental dengan budaya lokal, memberikan nuansa klasik yang berpadu sempurna dengan modernitas.

Setelah menjelajahi hotel, kami kembali ke kamar untuk bersiap-siap check out. Sebelum meninggalkan hotel, kami singgah ke Senopati Lounge by Sahid Raya Hotel untuk makan siang di sana.

Hidangan seperti pisang goreng Senopati, sirloin steak, pan seared salmon, cappuccino, dan classic shake strawberry menjadi makanan penutup bagi kami.

Perpisahan

Tidak lupa, kami meluangkan waktu untuk membeli oleh-oleh sebelum menuju stasiun. Di Parbrik Bakpia Pathok 25, kami memborong bakpia pathok dan juga membeli bakpia kukus Tugu Jogja.

Setelah berbelanja oleh-oleh, kami pun menuju Stasiun Lempuyangan. Di sana, kami berpamitan dengan tour guide yang telah menemani perjalanan dengan penuh keramahan dan kehangatan. Dengan perasaan campur aduk antara senang dan sedih, kami menunggu kereta yang akan membawa kami kembali.

Tepat pukul 05.00 sore, kereta pun tiba. Momen perpisahan dengan kota Jogja terasa berat, saat kereta mulai berangkat, saya sempat memandang keluar jendela dengan mata penuh harap dan keinginan agar suatu saat nanti saya dapat kembali ke Jogja, untuk menemukan lagi keindahan yang tak pernah habis untuk diceritakan.

Akhirnya, cerita perjalanan ini pun berakhir di saat kami kembali ke Bogor, dengan perasaan yang campur aduk antara kelegaan dan kerinduan terhadap Yogyakarta.

Namun, setiap kenangan yang terlukis telah menyatu di dalam hati dan ingatan, yang akan selalu menginspirasi saya dalam menjalani hari-hari berikutnya. (srv)

Dikisahkan oleh :

Siti Rizka Aulia
Mahasisiwi Komunikasi Digital dan Media
Sekolah Vokasi IPB

Tags: pariwisatawisatayogyakarta

Berita Terkait.

Sokong Indonesia ASRI, Mendagri dan Menteri PKP Geber 2.200 Rumah di Papua Hingga Gerakan Gentengisasi ​
Gaya Hidup

Anti Ribet Patungan Makan dan Ngopi, ShopeePay Luncurkan Fitur Split Bill Real-Time

Rabu, 30 September 2026 - 11:02
Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!
Gaya Hidup

Festival Generasi Cerdas 2026: Wadah Apresiasi Inovasi Guru dan Siswa Binaan

Rabu, 30 September 2026 - 09:31
Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
Gaya Hidup

GAGA Bawa Teh Melati Indonesia Naik Kelas Lewat JAWARA Tea Series

Rabu, 30 September 2026 - 02:14
hni
Gaya Hidup

HNI Ajak Ribuan Warga Bekasi Bangun Kebersamaan Lewat Jalan Sehat

Selasa, 29 September 2026 - 12:22
the grove
Gaya Hidup

Usung Tema “60’s to Tokyo”, The Grove Suites by Grand Aston Gelar Aktivasi Radio Day

Selasa, 29 September 2026 - 12:12
geely
Gaya Hidup

Apresiasi 12 Ribu Konsumen di Indonesia, Geely Perkuat Layanan Purnajual dan Komunitas

Selasa, 29 September 2026 - 11:31

OLAHRAGA

Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah
Olahraga

Optimistis Tatap Laga Penentu, John Herdman: Takdir Ada di Tangan Kita Sendiri

Editor Laurens Dami
Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:17

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyatakan bahwa kans skuad Garuda untuk lolos ke partai final FIFA ASEAN Cup...

SelengkapnyaDetails
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Indonesia-Malaysia Main Bareng, Ini Skenario Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:35
john

Jelang Lawan Bangladesh, Herdman Menagih Janji Takdir Garuda di SUGBK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:04
nurisa

Nurisa Dian Ukir Sejarah! Emas Panahan Pertama Indonesia di Asian Games

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:56
made

Dahsyat! Desak Made Sumbang Emas Keempat Indonesia Sekaligus Pecahkan Rekor Asian Games 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:10

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3891 shares
    Share 1556 Tweet 973
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3918 shares
    Share 1567 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1130 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.