• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Warga Empat Kecamatan Desak Penutupan Tambang Pasir di Blitar

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 14 Maret 2025 - 04:08
in Nusantara
Tambang-Pasir

Warga unjuk rasa terkait operasional galian pasir di Kaliputih, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (13/3/2025). Warga menilai keberadaan tambang pasir itu merusak di antaranya terkait dengan air untuk konsumsi dan pengairan pertanian. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Puluhan perwakilan warga dari empat kecamatan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur yang terdampak aktivitas penambangan pasir berunjuk rasa mendesak penutupan tambang galian C di Kaliputih, Kecamatan Gandusari, kabupaten setempat.

Warga menilai keberadaan pertambangan pasir tersebut berdampak negatif mulai dari air untuk irigasi yang berkurang hingga air menjadi tidak layak konsumsi.

BacaJuga:

Penyintas Bencana di Desa Babo Aceh Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

SPPG Papeg Dorong Pelatihan Sertifikat Keamanan dan Kebersihan Pangan

Pemkot Malang Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Perbelanjaan

“Dampaknya banyak sekali yang dirasakan, baik oleh petani dan masyarakat biasa yang memanfaatkan air dari sini (Kaliputih). Dari petani itu airnya tidak lagi subur untuk mengaliri sawah, yang keluar itu lumpur,” kata perwakilan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Renal seperti dilansir Antara, Kamis (13/3/2025).

Ia menambahkan, juga ada sedimentasi tanah sehingga air menjadi berkurang. Selain itu, dampak lainnya adalah terjadi kerusakan saluran irigasi hingga jebol sehingga air tidak bisa mengaliri sawah warga.

“Pernah beberapa kali kerusakan, dua irigasi jebol sehingga sawah kering beberapa hari sebelum diganti rugi dari tambang,” ujar dia.

Pihaknya juga menambahkan dampak lainnya yang dirasakan warga dengan penambangan tersebut. Air untuk kebutuhan sehari-hari warga berubah menjadi cokelat dan tidak layak konsumsi.

“Parahnya air yang dipakai tidak lagi bersih, tidak layak, warnanya cokelat. Warga ada memakai air galon untuk minum,” kata dia.

Hal tersebut, kata dia, ditambah dengan kondisi sarana jalan mengalami kerusakan akibat masifnya kendaraan pengangkut hasil tambang tersebut.

Dalam satu hari, bisa ratusan truk berlalu lalang mengangkut berbagai macam hasil tambang baik pasir hingga batu dari lokasi penambangan tersebut.

“Transportasi parah, jalannya rusak, juga berdebu, bising. Kalau mau buru-buru tidak bisa. Dalam satu hari rata-rata bisa ratusan lewat bolak balik truknya,” kata dia.

Dia menyebut, terdapat 21 desa di empat kecamatan yang terdampak penambangan tersebut yakni Kecamatan Gandusari, Garum, Kanigoro dan Talun. Untuk desa yang terdampak cukup parah di Kecamatan Garum dan Kecamatan Gandusari.

Pihaknya juga menyesalkan adanya keputusan pemerintah yang memberikan izin untuk perusahaan itu melakukan penggalian pasir di Kaliputih, Kecamatan Gandusari tersebut.

“Kepada pemerintah, kenapa mereka diberikan izin tiba-tiba, tidak ada keterlibatan masyarakat. Kami minta agar dikaji ulang perizinan ini, apalagi ini ganti pengurus (manajemen CV). Harus dikaji ulang. Bukan demo terus ganti pengurus,” kata dia

Ia mengatakan, usaha galian pasir itu sudah beroperasi awal 2023. Sebelumnya, juga ada CV lain, namun masih dalam tahap operasional, hingga kemudian ada CV Barokah Sembilan Empat, yang mengelola tambang itu. Di lokasi itu, sebelumnya adalah galian tradisional. Warga banyak beraktivitas menambang pasir secara tradisional dan diklaim lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, perwakilan dari pengelola tambang pasir di Kaliputih, Kabupaten Blitar, CV Barokah Sembilan Empat, Aditya Putra Mahardika mengatakan pihaknya segera koordinasi terkait dengan tuntutan warga.

“Kami bersikap berkoordinasi dan kami sangat aspiratif dengan menghentikan manajemen lama dan ganti manajemen baru yang lebih humanis dan peka ke masyarakat,” kata Aditya.

Ia pun menegaskan bahwa perusahaan sudah mengurus izin sehingga legal dalam operasionalnya. Jika terkait dengan ancaman, gangguan hingga tantangan ada UU yang mengaturnya.

“Pada prinsipnya ancaman, gangguan dan tantangan di tambang legal itu kan ada Undang-undangnya, di situ kami berpacu. Semua berpayung hukum,” kata dia.

Setelah aksi tersebut, warga membubarkan diri, namun warga tetap meminta agar operasional perusahaan dihentikan. (wib)

Tags: BlitarJawa timurTambang Pasir

Berita Terkait.

Penyintas Bencana di Desa Babo Aceh Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu
Nusantara

Penyintas Bencana di Desa Babo Aceh Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:51
SPPG Papeg Dorong Pelatihan Sertifikat Keamanan dan Kebersihan Pangan
Nusantara

SPPG Papeg Dorong Pelatihan Sertifikat Keamanan dan Kebersihan Pangan

Rabu, 18 Maret 2026 - 02:46
Pemkot Malang Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Perbelanjaan
Nusantara

Pemkot Malang Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Pusat Perbelanjaan

Rabu, 18 Maret 2026 - 01:07
Pelayanan
Nusantara

Kakanwil BPN Banten Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

Selasa, 17 Maret 2026 - 17:47
Nanang
Nusantara

Ledakan Guncang Masjid di Jember, Kapolda Jatim: Tidak Ada Korban Jiwa

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:35
speedboat
Nusantara

Speedboat Tanpa Awak di Batam Bawa 1,12 Juta Rokok Ilegal, Bea Cukai Bertindak Cepat

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:14

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    1896 shares
    Share 758 Tweet 474
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    804 shares
    Share 322 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    743 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    687 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    957 shares
    Share 383 Tweet 239
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.