• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Percepat Transisi Energi, Tingkatkan Kapasitas Pinjaman MDB

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 13 Januari 2025 - 02:46
in Ekonomi
Tangkapan layar- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan sambutannya secara daring pada pembukaan Sidang Majelis Umum ke-15 IRENA di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (12/1/2025). Foto : Antara/Putu Indah Savitri/pri.

Tangkapan layar- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan sambutannya secara daring pada pembukaan Sidang Majelis Umum ke-15 IRENA di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (12/1/2025). Foto : Antara/Putu Indah Savitri/pri.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pinjaman untuk Multilateral Development Bank (MDB) atau bank pembangunan multilateral) dibutuhkan untuk mempercepat transisi energi bagi negara-negara berkembang.

“Negara-negara harus mengatasi kendala finansial, salah satunya dengan cara meningkatkan kapasitas pinjaman dari Bank Pembangunan Multilateral, meningkatkan pembiayaan konsesi, dan mengambil langkah efektif terhadap utang,” ujar Antonio Guterres pada pembukaan Sidang Majelis Umum Ke-15 IRENA di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (12/1/2025).

BacaJuga:

Strategi Baru Kilang Cilacap: Jurus “Block Mode” Jaga BBM Aman saat Lebaran

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Hemat BBM

Safari Ramadan PTBA Tebar Ribuan Bantuan, Perkuat Ikatan Perusahaan dan Masyarakat

Sidang Majelis Umum Ke-15 Badan Energi Terbarukan Internasional (IRENA) digelar untuk mempercepat transisi energi di tingkat global, terlebih di tengah terombang-ambingnya bahan bakar fosil akibat konflik di Timur Tengah yang mengancam ketahanan energi, serta cuaca ekstrem di seluruh dunia.

Guterres menyoroti ketertinggalan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam melakukan transisi energi. Sejak 2016, lanjut dia, negara-negara berkembang hanya menerima satu dari lima dolar AS investasi global untuk energi bersih.

Tantangan tersebutlah yang harus diatasi secara bersama-sama untuk mempercepat transisi energi dari fosil menuju energi baru dan energi terbarukan.

“Kita juga membutuhkan harga karbon yang efektif dan inovasi-inovasi sumber pembiayaan,” ucap Guterres.

Selain mengatasi permasalahan finansial, Guterres juga menilai pentingnya pemerintah, masyarakat, pengusaha dan pemangku kepentingan lainnya untuk turut bekerja sama demi transisi energi yang berkeadilan.

“Hal ini termasuk mengalihkan subsidi bahan bakar fosil ke investasi dalam transisi energi,” kata Guterres.

Terakhir, ia juga meminta kepada seluruh negara untuk merancang transisi energi yang berkeadilan dari bahan bakar fosil menuju energi bersih, serta memasukkan rancangan tersebut ke rencana aksi iklim nasional yang terbaru atau NDC (Nationally Determined Contribution).

NDC merupakan sebuah komitmen yang dibuat oleh negara-negara pihak yang meratifikasi Persetujuan Paris, termasuk Indonesia.

“Pemerintah harus menjamin bahwa tidak ada lagi penggunaan batu bara dan bergerak langsung ke energi baru terbarukan,” tutur Guterres dikutip Antara.

Ia meyakini bahwa keberhasilan transisi energi dapat mewujudkan kedaulatan energi, ketahanan energi, dan energi yang lebih terjangkau.

Selain itu, energi ramah lingkungan juga bermanfaat untuk menjaga skenario kenaikan rata-rata suhu bumi tak lebih dari 1,5 derajat Celcius. (aro)

Tags: energiPerserikatan Bangsa-BangsaTransisi Energi

Berita Terkait.

Perwira
Ekonomi

Strategi Baru Kilang Cilacap: Jurus “Block Mode” Jaga BBM Aman saat Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:48
SPBU
Ekonomi

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Diminta Siapkan Strategi Hemat BBM

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:28
PTBA
Ekonomi

Safari Ramadan PTBA Tebar Ribuan Bantuan, Perkuat Ikatan Perusahaan dan Masyarakat

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:25
Penelitian
Ekonomi

Manfaatkan Fasilitas Bebas Cukai, PT Kharisma Serasi Jaya Tembus Ekspor ke Kamboja

Selasa, 17 Maret 2026 - 14:34
DL
Ekonomi

PDC Dorong Transformasi Digital melalui QT-PIE #9

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:23
pertamina
Ekonomi

Produksi Minyak Limau Field Melonjak, Zona 4 Tancap Gas Awal 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:37

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    1781 shares
    Share 712 Tweet 445
  • Dinilai Sakit Jiwa Fans ENHYPEN Dikecam karena Rencana Aksi Gangguan Terkait Hengkangnya Heeseung

    803 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    734 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Ingin Urus Sertifikat Saat Cuti Bersama, Ini Jam Operasional di BPN Kabupaten Bekasi

    686 shares
    Share 274 Tweet 172
  • Sejak Usia 4 Tahun Kenalin Tata Surya, 5 Kali Raih Juara Olimpiade Sains Nasional

    957 shares
    Share 383 Tweet 239
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.