• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Dana APBN Digelontorkan untuk Buzzer Pendukung Jokowi, Begini Kata Pengamat

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Rabu, 25 Desember 2024 - 22:03
in Headline
Jokowi

Ilustrasi Joko Widodo Foto: Dokumen INDOPOS.CO.ID & INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pengamat Hukum Saiful Huda EMS mengatakan, masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah berlangsung selama hampir dua periode, dengan beragam kebijakan yang mempengaruhi masyarakat Indonesia.

Di balik berbagai pencapaian yang dipublikasikan, menurut dia, ada satu isu yang menarik perhatian banyak pihak, yakni penggunaan dana triliunan rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk mendanai para buzzer pendukung Jokowi, yang kini lebih dikenal dengan sebutan “Influencercrut”.

BacaJuga:

Trump Sepakati Gencatan Senjata Dua Pekan dengan Iran, Syaratkan Selat Hormuz Dibuka

Ugal-ugalan! Trump Kembali Tebar Ancaman Pemusnahan Infrastruktur Vital Iran

Berkas Empat Oknum BAIS Penyerang Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditur Militer

“Istilah ini tampaknya merupakan penghalusan dari konsep buzzer yang sebelumnya sering dikaitkan dengan kampanye-kampanye politik, terutama yang menyebarkan narasi tertentu untuk menguntungkan pihak tertentu,” kata Saiful Huda EMS melalui gawai, Rabu (25/12/2024).

Para buzzer atau “influencercrut” ini, dikatakan dia, memiliki pengaruh besar di media sosial (medsos). Sering kali anonim dan tidak transparan dalam identitas mereka. Mereka bukan hanya sekadar mempromosikan citra positif Jokowi, tetapi juga kerap kali menyerang individu atau kelompok yang kritis terhadap pemerintahannya.

“Dari pantauan media sosial, para buzzer ini tidak segan-segan menggunakan bahasa yang kasar, bahkan penuh provokasi untuk menghancurkan reputasi tokoh-tokoh publik yang dianggap berseberangan dengan pemerintahan Jokowi,” ungkapnya.

“Serangan ini tentu saja menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat yang mulai mempertanyakan etika dan moralitas pemerintah dalam mengelola kekuasaan,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, fenomena ini memunculkan pertanyaan besar. Bagaimana pertanggungjawaban Presiden Jokowi atas penggelontoran dana APBN yang digunakan untuk mendanai para buzzer tersebut.

“Dana negara seharusnya digunakan untuk kepentingan rakyat, apakah penggunaan dana tersebut untuk mendukung pihak tertentu dalam memengaruhi opini publik tidak melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas yang seharusnya dijaga oleh pemerintah,” terangnya.

Di samping itu, lanjut dia, masih banyak laporan mengenai kunjungan-kunjungan yang dilakukan oleh Jokowi secara diam-diam ke rumah-rumah orang berpengaruh di media sosial. Tidak ada yang tahu dengan pasti apa yang sebenarnya terjadi dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

“Banyak yang menduga bahwa Jokowi memberikan sesuatu untuk memastikan para individu ini terus mendukungnya secara terbuka di media sosial,” ujarnya.

“Keberhasilan Jokowi dalam meraih simpati publik lewat media sosial jelas merupakan hasil dari strategi ini, namun sejauh mana hal tersebut dapat diterima sebagai bagian dari praktik politik yang sehat patut dipertanyakan,” lanjutnya.

Dikatakan dia, bagi sebagian orang, praktik ini adalah taktik politik yang cerdik. Namun, bagi sebagian yang lain, ini adalah bukti nyata bahwa Jokowi tidak dapat sepenuhnya lepas dari kecurigaan terhadap ketidaktransparansiannya.

Dalam dunia politik, menurut dia, tak jarang para pemimpin menggunakan segala cara untuk mempertahankan kekuasaan, tetapi apakah langkah-langkah yang diambil benar-benar mencerminkan integritas dan komitmen terhadap demokrasi.

“Sebagai seseorang yang telah mengamati dunia pergerakan politik sejak tahun 1985, saya melihat pola yang sama yang sering terjadi dalam sejarah. Mereka yang pernah memegang kekuasaan dengan cara yang kurang etis, cepat atau lambat akan menemui titik balik yang tidak mengenakkan,” katanya.

“Presiden Jokowi boleh berbangga dengan pencapaian politiknya, tetapi jika pergerakan politik yang dilakukannya lebih banyak bergantung pada pengaruh media sosial yang manipulatif, masa depan politiknya mungkin tidak akan semulus yang dia harapkan,” imbuhnya.

Meskipun tidak ada yang bisa memprediksi secara pasti apa yang akan terjadi, dikatakan dia, pengalaman panjang dalam dunia pergerakan ini mengajarkan bahwa politik yang dibangun di atas fondasi yang rapuh, seperti manipulasi opini publik dan penggunaan buzzer untuk tujuan tertentu, bisa berakhir dengan kekalahan yang pahit.

“Masa depan Indonesia seharusnya dibangun oleh para pemimpin yang memegang teguh prinsip kejujuran, keterbukaan, dan akuntabilitas, bukan oleh mereka yang hanya berfokus pada cara-cara instan untuk meraih kekuasaan,” ucapnya. (nas)

Tags: APBNbuzzerJokowi

Berita Terkait.

trump
Headline

Trump Sepakati Gencatan Senjata Dua Pekan dengan Iran, Syaratkan Selat Hormuz Dibuka

Rabu, 8 April 2026 - 08:37
trump
Headline

Ugal-ugalan! Trump Kembali Tebar Ancaman Pemusnahan Infrastruktur Vital Iran

Selasa, 7 April 2026 - 23:33
aulia
Headline

Berkas Empat Oknum BAIS Penyerang Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditur Militer

Selasa, 7 April 2026 - 22:53
seskab
Headline

Saiful Mujani Singgung Pelengseran Presiden, Istana Pilih Tak Ambil Pusing

Selasa, 7 April 2026 - 18:18
teddy
Headline

Sinyal Reshuffle dari Istana, Seskab Teddy: Tunggu Saja

Selasa, 7 April 2026 - 17:21
dadan
Headline

Viral Motor Listrik untuk Operasional MBG, Benarkah Jumlahnya 70 Ribu Unit?

Selasa, 7 April 2026 - 16:34

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1140 shares
    Share 456 Tweet 285
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    747 shares
    Share 299 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    742 shares
    Share 297 Tweet 186
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    665 shares
    Share 266 Tweet 166
  • Prabowo Direncanakan Hadiri Perayaan Paskah Nasional 2026 di Manado

    663 shares
    Share 265 Tweet 166
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.