• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Komoditas Tekstil hingga Elektronik Disita, Pemerintah Cegah Kerugian Negara Rp49 Miliar

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 14 November 2024 - 15:18
in Ekonomi
SM-co

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, usai acara konferensi pers penindakan Desk Pencegahan dan Pemberantasan Penyeludupan di bidang Kepabeanan dan Cukai, yang mendukung Program Asta Cita Presiden, di Kantor Direkrorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta Timur, Kamis (14/11/2024). Foto: Feris Pakpahan/INDOPOSCO & INDOPOS.CO.ID

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai mencegah kerugian negara akibat impor ilegal.

Dalam sepekan terakhir, sebanyak 283 kasus penyelundupan telah digagalkan, dengan total nilai barang yang disita diperkirakan mencapai Rp49 miliar.

BacaJuga:

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara

Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru

Gerak Cepat Pertamina: Program Pasar Murah Sasar Warga Rentan di Seluruh Indonesia

Komoditas yang paling banyak diselundupkan termasuk tekstil, garmen, mesin elektronik, rokok, minuman keras (miras), dan narkotika.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kerugian negara yang berhasil dicegah dalam minggu tersebut diperkirakan mencapai Rp10,3 miliar.

“Penindakan terkait dengan komoditas garmen, tekstil, elektronik, rokok, miras, dan narkotika, dengan perkiraan nilai mencapai Rp49 miliar dalam satu minggu,” kata dia, dalam konferensi pers dalam hasil penindakan Desk Pencegahan dan Pemberantasan Penyeludupan di bidang Kepabeanan dan Cukai, yang mendukung Program Asta Cita Presiden, di Kantor Direkrorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta Timur, Kamis (14/11/2024).

“Kinerja ini merupakan wujud keseriusan pemerintah dalam memperkuat perlindungan terhadap industri domestik dan mencegah potensi kerugian negara yang lebih besar,” imbuhnya.

Sri Mulyani juga mengungkapkan, industri dalam negeri telah mengalami tekanan luar biasa akibat persaingan dengan produk impor ilegal.

“Komoditas seperti tekstil dan elektronik sering kali masuk ke Indonesia melalui jalur-jalur penyelundupan yang mengabaikan kewajiban pajak dan kepatuhan terhadap regulasi,” jelasnya.

Barang-barang tersebut dijual dengan harga lebih murah, sehingga merugikan produsen lokal yang harus bersaing dengan biaya produksi yang lebih tinggi.

“Produk selundupan ini tidak hanya mengganggu stabilitas pasar, tetapi juga merugikan konsumen yang akhirnya menerima produk dengan kualitas yang tidak terjamin,” pungkasnya. (fer)

Tags: ditjen bea cukaiKemenkeuKerugian NegaraKrisis EkonomiPersaingan Produksri mulyani indrawati

Berita Terkait.

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara
Ekonomi

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara

Minggu, 12 April 2026 - 21:01
Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru
Ekonomi

Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru

Minggu, 12 April 2026 - 17:31
Pasar-Murah
Ekonomi

Gerak Cepat Pertamina: Program Pasar Murah Sasar Warga Rentan di Seluruh Indonesia

Minggu, 12 April 2026 - 15:08
uMiMax
Ekonomi

Program UMiMAX Pertamina Bantu Rakyat Bangkit dan Berdaya Ekonomi

Minggu, 12 April 2026 - 09:02
RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang
Ekonomi

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang

Sabtu, 11 April 2026 - 13:31
PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon
Ekonomi

PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon

Sabtu, 11 April 2026 - 10:22

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2449 shares
    Share 980 Tweet 612
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    834 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    827 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.