• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Pemerintahan Prabowo Harus Mampu Tingkatkan Kelas Menengah, Ini Alasannya

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 16 Oktober 2024 - 10:13
in Headline
Analis ekonomi politik LAB 45 Indah Lestari (kanan) dalam salah satu kegiatan LAB 45 di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Selasa (8/10/2024). Foto: ANTARA

Analis ekonomi politik LAB 45 Indah Lestari (kanan) dalam salah satu kegiatan LAB 45 di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta, Selasa (8/10/2024). Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Analis ekonomi politik Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) Indah Lestari mengatakan bahwa kebijakan pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto harus lebih meningkatkan pertumbuhan kelas menengah.

“Kebijakan pemerintahan nanti harus lebih banyak memikirkan kelas menengah karena kelas itu merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi politik Indonesia ke depan,” kata Indah seperti dikutip Antara, Rabu (16/10/2024).

BacaJuga:

KPK Gelar OTT di Tulungagung, Tangkap Bupati

1,5 Tahun Menjabat, Penyelamatan Keuangan Negara era Prabowo Tembus Rp31,3 T

State Loss Recovery Reaches Rp31.3 Trillion Under Prabowo Administration After 1.5 Years

Menurutnya, daya beli masyarakat Indonesia banyak diwakili oleh kelas menengah sehingga kebijakan politik apa pun yang dikeluarkan pemerintah akan langsung berdampak untuk negara.

Dalam sebulan, tambah Indah, kelas menengah bisa mengeluarkan uang berkisar Rp2 juta hingga Rp9 juta sehingga segala kebijakan politik yang lahir dari pemerintah akan memengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat. Bahkan, berpotensi mengurangi daya beli masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

“Karena kelas menengah menjadi yang terbanyak sebagai pengguna atau terdampak dari kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, berperan sebagai pembayar pajak, dan mesin dari pembangunan ekonomi politik Indonesia,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Indah, kalau kebijakan pemerintah tidak menguntungkan kelas menengah maka akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan atau stabilitas ekonomi politik.

Ia menambahkan kebijakan politik harus mampu mengakomodasi kelas menengah dan dirinya yakin pemerintahan ke depan bisa mewujudkan hal tersebut.

Hal yang harus dilakukan untuk menjaga kelas menengah adalah kebijakan yang bisa membuka penyediaan lapangan kerja lebih banyak dan itu menjadi opsi jangka pendek untuk bisa cepat mendongkrak pertumbuhan.

“Lapangan pekerjaan yang bisa cepat dan banyak menyerap tenaga kerja ya industri manufaktur,” tambahnya.

Setelah stabil membuat kebijakan-kebijakan yang menjaga keberadaan kelas menengah, barulah pemerintah bisa memikirkan kebijakan jangka menengah dan panjang yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan lebih lanjut, serta pendidikan yang lebih berkualitas.

Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45) adalah lembaga kajian yang ingin menyelaraskan antara ilmu pengetahuan dan praktik empiris dari kebijakan pemerintah untuk pembenahan ke depan.

Lembaga itu bekerja membantu para pemangku kepentingan atau kebijakan, dalam mendorong proses transformasi Indonesia menuju negara maju pada tahun 2045. (wib)

Tags: LAB 45Pemerintahan PrabowoPemerintahan Prabowo-Gibran

Berita Terkait.

KPK
Headline

KPK Gelar OTT di Tulungagung, Tangkap Bupati

Sabtu, 11 April 2026 - 04:09
Prabowo
Headline

1,5 Tahun Menjabat, Penyelamatan Keuangan Negara era Prabowo Tembus Rp31,3 T

Jumat, 10 April 2026 - 20:02
Presiden-RI
Headline

State Loss Recovery Reaches Rp31.3 Trillion Under Prabowo Administration After 1.5 Years

Jumat, 10 April 2026 - 20:02
Bhudi
Headline

Ahmad Sahroni Diperas Rp300 Juta KPK Gadungan, Polisi Turun Tangan

Jumat, 10 April 2026 - 17:09
Sahroni
Headline

Ahmad Sahroni Reports Rp300 Million Extortion by Fake KPK Officers, Police Launch Investigation

Jumat, 10 April 2026 - 17:09
Budi-P
Headline

Four Fake KPK Officers Arrested, USD 17,400 Seized

Jumat, 10 April 2026 - 16:08

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.