• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

KPK Bongkar Kongkalikong Elite Sarana Jaya dalam Skandal Korupsi Pengadaan Tanah Rorotan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 1 Oktober 2024 - 14:34
in Headline
tessaco

Jubir KPK, Tessa Mahardika. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kasus korupsi pengadaan tanah Rorotan senilai Rp223 miliar yang melibatkan dua petinggi Perumda Pembangunan Sarana Jaya terus berproses di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika kepada indopos.co.id mengatakan KPK menemukan bukti bahwa Perumda Pembangunan Sarana Jaya melakukan beberapa transaksi pembelian lahan dari berbagai pihak.

BacaJuga:

Meski Telan 5 Korban Jiwa, Istana Bersikeras Lanjutkan Latsarmil SPPI

Customs and Police Foil Attempt to Smuggle 325 Kilograms of Suspected Methamphetamine Linked to Thailand–Aceh Network

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kg Sabu Jaringan Tailan-Aceh

“Penyidikan masih berlangsung, dengan perkara, lokasi lahan, dan pihak swasta yang berbeda,” ujarnya pada Selasa (1/10/2024).

Tessa pun menegaskan KPK telah melakukan pemeriksaan atas puluhan saksi dan penetapan tersangka kasus ini menunggu hasil perhitungan kerugian negara.

“45 saksi sudah diperiksa (dimintai keterangannya atas pemebelian sejumlah lahan),” katanya

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan kasus korupsi pembebasan lahan kerap terjadi, seperti kasus di Kecamatan Cengkareng, Kota Administrasi Jakarta Barat, saat itu Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat membeli lahan yang sudah dibebaskan, tindakan jelas korupsi.

“Pengadaan lahan di DKI Jakarta sangat tidak teratur, termasuk kasus pembebasan lahan milik salah satu pemuka agama yang belum bersertifikat, namun uang muka sudah dibayarkan meski status HGB (Hak Guna Bangunan) nya telah habis,” ujar Boyamin.

Sebagai informasi, kasus korupsi pengadaan tanah Rorotan bermula dari penawaran kerja sama PT Totalindo Eka Persada (PT TEP) kepada Perumda Pembangunan Sarana Jaya (PPSJ) pada Februari 2019 untuk membeli enam bidang tanah milik PT Nusa Kirana Real Estate (PT NKRE) seluas 11,7 ha.

PT TEP menawarkan harga Rp 3,2 juta/m², sementara harga wajar tanah sebenarnya di bawah Rp 2 juta/m².

Yoory Corneles, Direktur Utama PPSJ, dan Indra S Arharrys (ISA) diduga mengarahkan agar tidak melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) independen, bertentangan dengan Pergub DKI tentang pengadaan barang dan jasa BUMD.

Pada 6 Maret 2019, Yoory dan Direktur Utama PT TEP, Donald Sihombing, menandatangani perjanjian kerja sama yang menyatakan PT TEP sebagai pemilik sah tanah, meskipun kepemilikan tersebut masih atas nama PT NKRE.

Kemudian, transaksi diubah menjadi skema beli-putus tanpa persetujuan Dewan Pengawas BUMD. PPSJ membayar uang muka Rp 150 miliar, meski PT TEP belum melunasi kewajiban kepada PT NKRE.

Dari April hingga September 2019, PPSJ membayar total Rp351 miliar kepada PT TEP.

Pada 22 Februari 2021, PPSJ melunasi pembayaran untuk tambahan lahan, menjadikan total biaya pengadaan tanah Rorotan seluas 12,3 Ha mencapai Rp 370 miliar.

KPK menyatakan Yoory menentukan lokasi lahan tanpa kajian teknis yang komprehensif, meskipun kondisi lahan berawa dan tidak memenuhi syarat untuk rumah susun sederhana.

Diduga terdapat penerimaan fasilitas dari PT TEP kepada Yoory Corneles, termasuk aliran dana sebesar Rp 3 miliar.

Penyimpangan ini mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 223 miliar antara 2019 dan 2021.

Berikut 5 tersangka kasus korupsi lahan di Rorotan Jakut:

1. YCP (Yoory C Pinontoan), Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya.
2. ISA (Indra S. Arharrys),Senior Manager Divisi Usaha atau Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya.
3. DNS (Donald Sihombing), Direktur Utama PT TEP.
4. SIR (Saut Irianto Rajagukguk), Komisaris PT TEP.
5. EKW (Eko Wardoyo), Direktur Keuangan PT TEP. (fer)

Tags: Kongkalikong Elite Sarana JayaKPKSkandal Korupsi Pengadaan Tanah Rorotan

Berita Terkait.

Meski Telan 5 Korban Jiwa, Istana Bersikeras Lanjutkan Latsarmil SPPI
Headline

Meski Telan 5 Korban Jiwa, Istana Bersikeras Lanjutkan Latsarmil SPPI

Senin, 29 Juni 2026 - 20:51
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kg Sabu Jaringan Tailan-Aceh
Headline

Customs and Police Foil Attempt to Smuggle 325 Kilograms of Suspected Methamphetamine Linked to Thailand–Aceh Network

Senin, 29 Juni 2026 - 13:34
Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kg Sabu Jaringan Tailan-Aceh
Headline

Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan 325 Kg Sabu Jaringan Tailan-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 - 13:14
Latsarmil
Headline

Buntut Meninggalnya 5 Peserta SPPI, Komnas HAM Desak Pemerintah Setop Latsarmil

Senin, 29 Juni 2026 - 09:30
Prabowo
Headline

Prabowo Soroti Kekuatan AI hingga TikTok: Teknologi Harus Jadi Solusi, Bukan Ancaman

Senin, 29 Juni 2026 - 09:10
Death Toll Among Prospective KDMP Managers Rises; DPD Member Calls for Program Suspension
Headline

Death Toll Among Prospective KDMP Managers Rises; DPD Member Calls for Program Suspension

Minggu, 28 Juni 2026 - 18:15

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1726 shares
    Share 690 Tweet 432
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1694 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1641 shares
    Share 656 Tweet 410
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1016 shares
    Share 406 Tweet 254
Pemain-Brasil
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Brasil Susah Payah Bekuk Jepang, Paraguay Singkirkan Jerman

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 30 Juni 2026 - 08:20

INDOPOSCO.ID - Houston dan Foxborough menjadi saksi dua kisah yang bertolak belakang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Selasa...

SelengkapnyaDetails
Ancelotti

Brasil Lolos ke 16 Besar, Carlo Ancelotti Sanjung Perlawanan Sengit Jepang

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:10
Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Meski Diunggulkan, Ancelotti Ingatkan Brasil Waspadai Kejutan Jepang

Senin, 29 Juni 2026 - 22:11
Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Tantang Brasil, Skuad Samurai Biru Siap Hadirkan Kejutan di Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 - 17:35
Selebrasi

Bungkam Afrika Selatan, Kedisiplinan dan Agresivitas Jadi Kunci Kemenangan Kanada

Senin, 29 Juni 2026 - 10:41
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.