INDOPOSCO.ID – Plt Dirjen Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Tatang Muttaqin mengatakan, siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) harus merasakan langsung pendidikan di lapangan.
“Butuh kolaborasi dunia industri untuk pendidikan di lapangan,” ujar Tatang Muttaqin kepada indopos.co.id, Senin (9/9/2024).
Ia mengatakan, kolaborasi dunia industri tersebut bagian untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK. Dan keterserapan lulusan SMK di dunia kerja.
“Kemitraan dunia usaha dunia industri (DUDI) ini terus berkelanjutan. Sehingga siswa bisa menghasilkan karya yang bermanfaat buat masyarakat,” ungkapnya.
Direktur Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, (Kemendikbudristek) Adi Nuryanto menambahkan, program kemitraan DUDI menyasar SMK di wilayah Cikarang, Karawang, Purwakarta.
“Kemitraan ini berbasis keunggulan lokal, di antaranya pada penyelarasan kurikulum, praktisi mengajar, sarpras, Praktik Kerja Lapangan (PKL), magang,” katanya.
Di tempat yang sama, Direktur BNET Academy Zulfah Haifa mengaku, lulusan SMK teknik jaringan komputer belum terserap dunia industri. Pasalnya, lulusan belum siap dan minim teknis soft skill.
“Kemitraan kami ini bentuk nyata kontribusi untuk wujudkan pendidikan lebih baik. Dan ciptakan pendidikan vokasi lebih baik,” katanya. (nas)












