• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Tiga Perisai dari Kepulauan Seribu

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 29 Juni 2024 - 22:59
in Megapolitan
Pelepasliaran penyu sisik dijaga dengan baik di Pondok Penyu Semi Alami Pulau Sabira atau lebih dikenal dengan sebutan Rumah Penyu. Foto: Dok. PHE OSES

Pelepasliaran penyu sisik dijaga dengan baik di Pondok Penyu Semi Alami Pulau Sabira atau lebih dikenal dengan sebutan Rumah Penyu. Foto: Dok. PHE OSES

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ada ribuan tukik atau anakan penyu yang sudah dilepasliarkan dari Pulau Sabira di Kabupaten Kepulauan Seribu, Daerah Khusus Jakarta. Sejak 2021 hingga 2023, total 6.502 ekor tukik dilepasliarkan. Semuanya dari jenis penyu dengan nama latin eretmochelys imbricata, atau yang lebih dikenal dengan nama penyu sisik.

Penyu jenis ini termasuk dalam kelompok fauna yang terancam punah dan tergolong dalam familia cheloniidae. Penyu ini adalah satu-satunya spesies dalam genusnya dan memiliki persebaran di seluruh dunia, dengan dua subspesies terdapat di Atlantik dan Pasifik. Penyu sisik dikategorikan sebagai spesies kritis atau Critically Endangered oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam.

BacaJuga:

Usai Operasi Kampung Ambon, Polisi Amankan 8 Orang di Cengkareng

Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

Pramono Respons Keberadaan Kampung Pelangi di Tengah Kawasan Elite Cilandak

Jumlah 6.502 ribu ekor tentu jumlah yang cukup banyak, namun jika berkaca dari penelitian ilmiah tentang tingkat survival tukik yang pernah dirilis ternyata sangat kecil.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh pada 2018 pernah meliris tingkat bertahan hidup tukik hanya sekitar 2 persen. Sementara United Nations Development Programme (UNDP) dalam laporannya, seperti laporan yang dikutip dari laman jurnal ilmiah Universitas Diponegoro Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada 2009, tukik yang tumbuh dewasa hanya sekitar satu persen.

Itu berarti upaya melestarikan penyu bukan pekerjaan sementara.

“Ini pekerjaan seumur hidup,” kata Ali Kurniawan dari Pulau Sabira, yang 2024 ini masuk nominasi Local Hero Inspiration Award yang diselenggarakan Direktorat Jendral Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Local Hero Inspiration Award merupakan rangkaian Festival Pengendalian Lingkungan dari KLHK yang tujuannya mencari sosok inspiratif dalam menjaga lingkungan hidup di alam sekitarnya. Ali bersaing dengan 15 nominasi Best Quotes pada ajang ini yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya masuk nominasi karena Program Tiga Perisai yang melibatkan pihak PHE OSES terkait Mitigasi Perubahan Iklim, dan Konservasi,” kata Ali.

Pertamina Hulu Energi Offshore South East Sumatera (PHE OSES) sendiri adalah salah satu entitas dari Regional Jawa Subholding Upstream Pertamina.

Wilayah Kepulauan Seribu memang berdampingan dengan wilayah kerja PHE OSES. Kawasan ini tentu tidak lepas dari tantangan perubahan iklim yang melanda dunia. Efek iklim yang mengakibatkan laju abrasi yang semakin cepat terjadi, terancamnya habitat penyu sisik, dan semakin sulitnya mencari ikan adalah beberapa tantangan yang tidak dapat diabaikan.

Menyadari bahwa dibutuhkan kolaborasi dan rencana yang berkelanjutan, PHE OSES menggagas program Tiga Perisai (Mitigasi Perubahan Iklim dan Konservasi) bersama masyarakat serta para pemuda di Kepulauan Seribu termasuk di Pulau Sabira.

Tiga Perisai ini berfokus pada kegiatan sustainable conservation dengan menerapkan prinsip pemberdayaan dan pemanfaatan sumber daya lokal untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ini dilakukan dengan mengkombinasikan kegiatan konservasi untuk kepentingan edukasi dan pariwisata. Nantinya kegiatan konservasi tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, namun dapat memberikan manfaat lagi bagi masyarakat disekitarnya.

Melalui program ini, PHE OSES juga mendorong peningkatan kapasitas dan kepercayaan diri pemuda untuk terlibat aktif dalam kegiatan konservasi. Para pemuda tidak hanya mengambil peran kecil dalam upaya pelestarian tapi juga didorong untuk mengikuti berbagai aktivitas pelatihan, studi banding, networking.

“Bahkan mengikuti kompetisi yang diadakan lembaga internasional yang kredibel,” ujar Head of Communication, Relations & CID PHE OSES, Indra Darmawan.

Kegiatan yang dilakukan dalam Tiga Perisai ini mencakup serangkaian rencana berkelanjutan untuk menangani tantangan perubahan iklim, seperti penanaman mangrove, konservasi penyu, hingga penanaman pohon. Untuk melaksanakan kegiatan ini, PHE OSES tidak bertindak sendirian, namun justru mendorong keaktifan masyarakat setempat. Mereka Mendampingi dan mendorong semangat Karang Taruna Rukun Warga (RW) 03 Pulau Sabira sebagai motor perubahan.

Dalam program Tiga Perisai rencana konservasi penyu sisik, persentase penetasan tukik juga mengalami peningkatan. Tak hanya itu, peningkatan kapasitas kelompok dan pengembangan metode penetasan telur penyu, terutama dari jenis penyu sisik, juga terus dijalankan demi mengembalikan populasinya.

Terbaru, Karang Taruna 03 Sabira melakukan studi banding ke Pantai Pelangi di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mempelajari ragam metode penetasan telur penyu.

Selama proses peneluran, penetasan, hingga pelepasliaran, penyu sisik dijaga dengan baik di Pondok Penyu Semi Alami Pulau Sabira atau lebih dikenal dengan sebutan Rumah Penyu. Selain berfungsi sebagai penangkaran, Rumah Penyu juga menjadi wadah edukasi terkait penyu sisik dan penyu hijau.

Selain upaya pelestarian penyu sisik, Tiga Perisai telah memberikan dampak pada perluasan area tutupan mangrove selama 2018-2024 dengan menanam 126 ribu bibit mangrove.

Perluasan ini juga berkontribusi langsung dalam pengurangan CO2 dan risiko abrasi. PHE OSES dan masyarakat Pulau Sabira juga menanam 500 pohon kelapa serta 300 meter persegi terumbu karang dengan survival rate 76 persen.

Ketua Karang Taruna RW 3 Pulau Sabira, Gunawan menyampaikan penghargaan atas dukungan yang diberikan PHE OSES.

“Berkat beberapa program dukungan dari PHE OSES di bidang lingkungan, Pulau Sabira mendapatkan penghargaan pada Program Kampung Iklim di kategori utama,” tuturnya. (ibs)

Tags: Anakan PenyuKepulauan SeribupenyuPHE OSESTukik

Berita Terkait.

ambon
Megapolitan

Usai Operasi Kampung Ambon, Polisi Amankan 8 Orang di Cengkareng

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:11
gempa
Megapolitan

Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:56
pram
Megapolitan

Pramono Respons Keberadaan Kampung Pelangi di Tengah Kawasan Elite Cilandak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:09
Rayakan 39 Tahun, Swiss-Belresidences Kalibata Tebar Kepedulian Bersama Anak-Anak Sahabat Anak Cijantung
Megapolitan

Jakarta Tak Cukup Dikenal Dunia, Rano Karno Ingin Karya Lokal Berbicara Global

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:02
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota
Megapolitan

Cuaca Didominasi Berawan, Suhu Udara di Jakarta Relatif Hangat Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:31
Era AI Ubah Strategi Treasury, Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Rantai Pasok Global
Megapolitan

Wajah Baru di Tanjung Barat: Ketika Mengurus Sertipikat di Jaksel Tak Lagi Menakutkan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:05

OLAHRAGA

esi
Olahraga

PB ESI 2026–2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Editor Laurens Dami
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07

INDOPOSCO.ID - Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) resmi melantik kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030. Langkah itu menjadi momentum...

SelengkapnyaDetails
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30

BERITA POPULER

  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Pengusaha Pilihan

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.