• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Adalah Sumber Kebahagiaan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 8 Juni 2024 - 08:55
in Gaya Hidup
Marhamah

Marhamah. Foto : Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Murni, sabar, dan teduh itulah hati yang Tuhan ciptakan untuk sosok yang sering aku panggil ‘mamah’. Namanya Marhamah.

Sebuah kata-kata mungkin tak akan pernah cukup jika aku mencoba untuk menyampaikan betapa berharga dan pentingnya mamah bagi kehidupanku. Kala itu, jeritan tangis dan rasa sakit membelah kesunyian malam yang dingin di ruang bersalin.

BacaJuga:

IU Tunda Album dan Batalkan Konser karena Kondisi Kesehatan

Morrissey Hotel Hadirkan Rangkaian Special Event 26 Juli 2026: Floral Workshop hingga Aqua Yoga dalam Satu Hari Penuh Inspirasi

Kuliner Sunda Modern Merapat ke Kemang, Bumi Aki Heritage Tawarkan Pengalaman Bersantap Berbeda

Ada sosok laki-laki berdiri tegap dengan ekspresi wajah khawatir, sambil mengeluskan dahi wanita yang dicintainya sedang berjuang mempertaruhkan hidup dan matinya. Setelah sekian lama berjuang, tangisan sakit itu akhirnya berganti menjadi tangis haru, dengan lahirnya sosok bayi perempuan yang mungil. Betul, bayi perempuan itu adalah aku.

Aku adalah anak kedua dari dua bersaudara, aku memiliki abang dengan jarak umur terpaut delapan tahun. Sosok wanita hebat yang aku ceritakan di atas adalah Mamahku.

Seperti bunga yang mekar di pagi hari, kehadiran Mamah memancarkan sinar yang hangat dan juga kelembutan. Mamahku bukanlah tipe orang tua yang dengan gampang mengeskpresikan kasih sayang atau kebanggaannya terhadap anaknya, seperti orang tua di luaran sana.

Namun, dengan aksi yang ia buat dengan menopang segala kebutuhanku, itu menggambarkan betapa sayangnya ia denganku.

Perempuan kelahiran 1975 ini adalah sosok ibu dengan segudang mimpi yang ia harapkan kepada anak-anaknya. Aku ingat, saat SMK wali kelas membagikan transkrip nilai kelas sepuluh, dan ternyata aku mendapatkan peringkat satu.

Aku memberitahu Mamah bahwa aku menduduki peringkat satu di kelas, dan apa reaksi Mamahku? Seperti yang sudah aku jelaskan, bahwa Mamahku tidak pandai untuk mengeskpresikan kebanggaan dan kasih sayang kepada anak-anaknya. Mamahku hanya menanggapi dengan rasa syukur.

Ketakutan terbesar dalam hidupku, yaitu kehilangan Mamah. Bahkan saking aku takutnya kehilangan Mamah, setiap malam aku suka memastikan gerak perut Mamah bahwa ia masih bernafas. Ketakutan itu seringkali muncul, setiap aku membayangkan hidup tanpa Mamah.

Ketakutan akan kehilangan sosok Mamah dalam kehidupanku bagaikan kehilangan cahaya matahari di pagi hari, kehangatan yang mengusir dingin, dan cinta yang tak pernah berakhir.

Mamahku tidak pernah menuntut aku dengan nilai yang bagus, Mamah hanya ingin anak-anaknya selalu naik kelas, dan sukses dengan jalan yang dipilih. Aku teringat di satu momen disaat ekonomi keluarga sedang diuji, dan merupakan salah satu penyesalan terbesar di hidupku.

Saat aku kelas 12, guru BK (Bimbingan Karir) mencatat siapa saja yang ingin melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah. Pada saat itu, ekonomi keluargaku sedang turun, Papahku menganggur, dan Mamah hanya bekerja sebagai kuli penjahit genderan. Dengan percaya dirinya aku mengacungkan jari untuk namaku ditulis sebagai daftar siswa yang ingin lanjut kuliah.

Saat pengumuman nilai, ternyata aku mendapatkan eligible dengan kesempatan mendaftar SNMPTN dan SNMPN. Malam itu, aku mendekati Mamah dan bercerita bahwa aku ingin melanjutkan pendidikanku di bangku kuliah. Ekspresi Mamah terlihat bingung, mungkin Mamah memikirkan bagaimana untuk membiayai aku kuliah.

Sebelumnya memang Mamah pernah menyuruhku untuk kerja terlebih dahulu saat lulus sekolah, dan menabung untuk biaya kuliah. Namun, dengan keegoisan yang aku punya, aku malah mendaftar kuliah, dan tidak disangka diterima SNMPN di Politeknik Negeri Jakarta.

Aku meyakinkan Mamah kalau aku bisa kuliah gratis dengan mendaftar beasiswa KIP-Kuliah, agar mamah tidak pusing mencari dana untuk membayar uang kuliahku. Setelah melewati banyak drama, akhirnya Mamah melegowokan hatinya untuk mengizinkanku kuliah.

Dengan izin dan ridho yang Mamah berikan untukku,  aku lolos mendapatkan beasiswa dan membuat Mamahku cukup lega. Mengapa bisa aku menyebut ini sebagai sebuah penyesalan terbesarku? Karena dengan berjalannya waktu, ekonomi keluargaku selalu naik dan turun, Mamah sempat bekerja sebagai pengasuh bayi, dan Papahku kerja serabutan.

Aku berpikir, mungkin jika saat itu aku tidak egois untuk kuliah dan langsung bekerja, ekonomi keluarga aku akan stabil. Dengan segala penyesalan yang aku rasakan, sosok Mamah hadir dengan meyakinkan aku bahwa semua ini memang sudah garis yang Tuhan berikan kepada kita.

Ada sebuah kalimat yang membuatku tertampar akan kenyataan bahwa Ibu mampu untuk mengandung dan membesarkan 10 orang anak, namun 10 orang anak itu belum tentu mampu untuk merawat dan menjaga seorang Ibu.

Aku memang bukanlah anak yang selalu patuh apa kata beliau, dan bahkan sering tanpa sadar aku membentak Mamah. Namun, Mamah dengan segala kelembutan hati yang ia punya, mampu memaafkan kesalahan yang telah aku perbuat kepadanya.

Dalam perjalanan hidup, setiap anak pastinya membutuhkan seseorang yang bisa mereka lihat dan ikuti jejaknya. Mamah adalah orang yang tepat untuk memerankan peran ini. Dengan segala kelembutan hati dan kebijaksanaannya, Mamah membimbing aku menjadi pribadi yang tidak gampang untuk menyerah. Sosok Mamah menjadi panutan untuk melewati lika-liku kehidupan yang aku jalani.

Kasih sayang Mamah seperti napas kehidupan yang hadir tanpa permintaan dan tanpa syarat. Mamah mengajarkan nilai-nilai baik kepada anak-anaknya, menjadi pendidik terbaik dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadi sosok yang menjadi panutan dalam menghadapi rintangan dan kekuatan. Setiap kata yang mamah ucapkan menjadi pendorongku untuk terus maju menggapai cita-citaku.

Mamahku adalah sumber kebahagiaan yang aku miliki, tempat untuk aku pulang, dan tempat untuk aku bersandar. Mungkin, jika nanti akan ada kehidupan di dimensi yang baru, aku akan tetap memilih menjadi anak perempuan Mamah. Karena setiap menit dan detik bersama Mamah adalah anugerah yang tidak bisa ternilai oleh apapun. Aku menyayangi Mamah lebih dari aku menyayangi diriku sendiri. (srv)

Penulis :
Putri Septianingrum
Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta, Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan Program Studi Penerbitan (Jurnalistik)

Tags: bahagiamamah

Berita Terkait.

iu
Gaya Hidup

IU Tunda Album dan Batalkan Konser karena Kondisi Kesehatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:09
morissey
Gaya Hidup

Morrissey Hotel Hadirkan Rangkaian Special Event 26 Juli 2026: Floral Workshop hingga Aqua Yoga dalam Satu Hari Penuh Inspirasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:27
Kuliner
Gaya Hidup

Kuliner Sunda Modern Merapat ke Kemang, Bumi Aki Heritage Tawarkan Pengalaman Bersantap Berbeda

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:05
padel
Gaya Hidup

Cara Baru Menikmati Staycation: Main Padel Bersama Keluarga

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:07
BTS
Gaya Hidup

BTS Jadi Sorotan di Halftime Piala Dunia FIFA 2026, Aksen Bahasa Inggris Picu Perdebatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:04
Cha-Sun-Woo
Gaya Hidup

Cha Sun Woo Tandatangani Kontrak dengan US C&M, Terpilih dalam Film ‘Apex’

Selasa, 21 Juli 2026 - 01:11

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12556 shares
    Share 5022 Tweet 3139
  • Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3176 shares
    Share 1270 Tweet 794
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2882 shares
    Share 1153 Tweet 721
  • Spanyol vs Argentina: De la Fuente Tuntut Wasit Pimpin Final dengan Sangat Ketat

    1413 shares
    Share 565 Tweet 353
  • Sah Jadi WNI, Mitchell Baker Bawa Postur Tinggi dan Insting Gol Mumpuni

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.