• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Pj Gubernur Banten Sebut Penanganan Stunting Perlu Dilakukan secara Konstan

Laurens Dami Editor Laurens Dami
Selasa, 23 April 2024 - 15:44
in Nusantara
Pj Ketua TP PKK Provinsi Banten Tine Al Muktabar pada rapat koordinasi administrasi e-dasawisma se-Provinsi Banten dan launching Ibu Asuh Menuju Keluarga Bebas Stunting TP PKK Provinsi Banten. (Dok. Humas Pemprov Banten)

Pj Ketua TP PKK Provinsi Banten Tine Al Muktabar pada rapat koordinasi administrasi e-dasawisma se-Provinsi Banten dan launching Ibu Asuh Menuju Keluarga Bebas Stunting TP PKK Provinsi Banten. (Dok. Humas Pemprov Banten)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, penanganan dan pencegahan stunting perlu dilakukan secara konstan. Semua pihak atau jenjang bisa saling melengkapi dan berperan dalam penanganan stunting dan sangat penting untuk diselesaikan karena anak-anak harapan bangsa di masa depan.

Hal itu diungkap Al Muktabar saat membuka rapat koordinasi administrasi e-dasawisma se-Provinsi Banten dan launching Ibu Asuh Menuju Keluarga Bebas Stunting TP PKK Provinsi Banten di ruang rapat Gedung Negara Provinsi Banten Jl Brigjen KH Tb Syam’un No. 5 Kota Serang, Senin (22/4/2024).

BacaJuga:

Program Bangga Kencana Bisa Dorong Penguatan Peran Keluarga untuk Pembangunan

NPPBKC Terbit, CV Makmur Berkah Sejahtera Siap Jalankan Usaha Taat Regulasi

RUU Pemerintahan Aceh Ditunda, Baleg DPR Tunggu Penyempurnaan Pasal Krusial

“PKK menjadi mitra pemerintah dalam isu-isu strategis,” ungkapnya.

“PKK sudah berjalan aktif. Hadir hingga tingkat keluarga. Apresiasi atas kinerja yang telah dilaksanakan,” tambah Al Muktabar.

Menurutnya, PKK telah membentuk instrumen berupa aplikasi dalam penanganan stunting. Melalui aplikasi itu, penanganan stunting bisa fokus dan tepat sasaran karena menggunakan data by name by address.

“Stunting sangat penting untuk kita selesaikan. Karena anak-anak itu harapan kita di masa depan,” tegas Al Muktabar.

“Bukan sekadar dalam rangka bekerja. Tapi juga dalam rangka beribadah untuk kesejahteraan masyarakat Banten juga Indonesia,” tambahnya.

Al Muktabar optimistis, berdasarkan data e-dasawisma, penanganan stunting di Provinsi Banten bisa melampaui target nasional atau di bawah 14 persen. Terlebih untuk anak-anak yang memiliki penyakit bawaan bisa dirawat di rumah sakit.

Dirinya juga sarankan para kader PKK dan posyandu, untuk memasukkan data-data baru sehingga penanganan stunting dan gizi buruk semakin komprehensif. Terlebih fokus pembiayaan dan program di Pemprov Banten cukup terutama di Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana.

Masih menurut Al Muktabar, ada pembiayaan juga dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia yang disalurkan melalui Puskesmas. Dalam sepekan Puskesmas melakukan aktivitas penanganan dan pencegahan stunting selama tiga hari. Dirinya menyarankan Provinsi dan Kabupaten/ Kota untuk mengisi waktu lain di luar kegiatan Kemenkes.

“Stunting harus ditangani setiap hari. Sehingga penanganan stunting dilakukan secara konstan,” ungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Pj Ketua TP PKK Provinsi Banten Tine Al Muktabar mengatakan, dengan aplikasi e-dasawisma, penanganan stunting di Provinsi Banten memiliki basis data yang kuat. Penanganan dengan melakukan pemantauan anak-anak di bawah dua tahun, serta mengawal tumbuh kembang anak 0 – 6 tahun.

“Usia 0 – 6 tahun momen penting tumbuh kembang anak. Salah satu pengganggunya adalah stunting. Kita fokus dalam menangani dan mencegah tumbuhnya stunting baru,”ucapnya.

Masih menurut Tine, TP PKK Provinsi Banten telah mengupdate aplikasi e-dasawisma atau versi kedua. Pada versi terbaru ini, anak-anak sudah yang pulih dari stunting tidak hanya dinyatakan pulih saja. Tapi proses pulihnya juga.

“Pada versi baru ini, proses penanganannya juga dilaporkan. Kualitas dari aplikasi ditingkatkan,” jelasnya.

“Kunci dari keberhasilan penanganan stunting adalah monitoring pemberian asupan dan stimulasi sesering mungkin,” tambah Tine.

Tine juga berharap, para kader PKK dan posyandu aktif untuk menggerakkan anak-anak melakukan penimbangan di posyandu. Tujuannya untuk melakukan pencegahan stunting sedini mungkin.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas BPMD Provinsi Banten Aan Muawanah mengatakan, PKK menjadi ujung tombak dalam penanganan stunting. Mulai dari tingkat dasawisma, Desa, Kecamatan, Kabupaten/ Kota, Provinsi, hingga pusat.

“PKK merupakan mitra kerja Pemerintah dan organisasi masyarakat sebagai fasilitator, perencana, dan penggerak sesuai jenjang untuk tugas dan perannya,” ucapnya.

Sebagai informasi, Rakor Administrasi e-dasawisma se-Provinsi Banten dilaksanakan secara luring dan daring. Diikuti oleh seluruh Ketua Tim Penggerak PKK dari tingkat Provinsi, Kabupaten/ Kota, hingga Kecamatan. (yas)

Tags: Al Muktabarpj gubernur bantenstunting

Berita Terkait.

Program Bangga Kencana Bisa Dorong Penguatan Peran Keluarga untuk Pembangunan
Nusantara

Program Bangga Kencana Bisa Dorong Penguatan Peran Keluarga untuk Pembangunan

Rabu, 1 April 2026 - 17:20
bc
Nusantara

NPPBKC Terbit, CV Makmur Berkah Sejahtera Siap Jalankan Usaha Taat Regulasi

Rabu, 1 April 2026 - 11:32
Tak Hanya ASN, WFH Juga akan Diberlakukan untuk Karyawan Swasta dan BUMN
Nusantara

RUU Pemerintahan Aceh Ditunda, Baleg DPR Tunggu Penyempurnaan Pasal Krusial

Rabu, 1 April 2026 - 05:12
Epson Resmikan Solution Center, Percepat Transformasi Digital Bisnis di Jawa Timur
Nusantara

Kampung Koboi Tugu Selatan, Transformasi Desa Berbasis Potensi Lokal dalam Program Desa BRILiaN

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:06
soni
Nusantara

Gubernur Menilai BSPS Percepat Hunian Layak di Banten

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:15
gempa
Nusantara

Tanggamus Diguncang Gempa Dangkal, Pusat Episenter di Kedalaman 4 Km

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:03

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1240 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1077 shares
    Share 431 Tweet 269
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    897 shares
    Share 359 Tweet 224
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.