• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pembangunan Infrastruktur Transportasi Bantu Pemerataan Ekonomi

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 14 April 2024 - 10:05
in Ekonomi
Angkasa Pura Airports bersinergi dengan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). (Angkasa Pura 1)

Angkasa Pura Airports bersinergi dengan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). (Angkasa Pura 1)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pembangunan infrastruktur transportasi mampu mengangkat ekonomi nasional. Sebab, keberadaanya dapat merajut dan mempersatukan ragam aktivitas, termasuk bisnis menjadi efisien.

Kepemimpinan Presiden Joko Widodo melalui Kabinet Indonesia Maju 2014-2024, memiliki visi untuk meraih Indonesia Emas di tahun 2045 atau usia 100 tahun kemerdekaan Indonesia, dan menjadi lima besar negara dengan pertumbuhan ekonomi terkuat di dunia.

BacaJuga:

Rayakan Libur Lebaran, Zest Sukajadi Bandung Tawarkan Promo Menginap Spesial

Ribuan Baju Boneka dari Bantul Berlayar ke Negeri Paman Sam

PLN EPI Gandeng Mitra, Sorgum Didorong Jadi Solusi Co-Firing Masa Depan

Dalam mewujudkan hal tersebut, perlu dilakukan pembangunan di segala bidang, salah satunya infrastruktur transportasi. sektor transportasi memiliki kontribusi pembangunan infrastruktur nasional.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi pondasi bagi meningkatnya keterhubungan antarwilayah, pertumbuhan ekonomi wilayah, dan kemajuan peradaban, yang berkontribusi pada peningkatan daya saing bangsa.

“Kehadiran infrastruktur transportasi publik diharapkan, mampu menjadi solusi dan menjawab sejumlah persoalan yang dihadapi seperti: keterisolasian wilayah, distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata, inefisiensi layanan transportasi, hingga polusi dan kemacetan,” kata Adita Irawati melalui gawai, Jakarta, Sabtu (13/4/2024).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi secara merata turut berkontribusi pada peningkatan daya saing dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Mengutip Kemenko Perekonomian, dari berbagai pembangunan proyek strategis nasional (PSN) selama kurun waktu 10 tahun, telah meningkatkan daya saing bangsa.

Berdasarkan data dari International Institute for Management Development (IMD) Global Competitiveness Index Tahun 2023, dengan sejumlah kriteria penilaian dari sisi kinerja ekonomi, efisiensi pemerintahan, efisiensi bisnis, dan infrastruktur, posisi Indonesia berada di peringkat 34 dunia, atau naik 10 peringkat dari tahun 2022.

Bahkan sektor transportasi berkontribusi pada biaya logistik nasional. Berdasarkan data Bappenas, Kemenko Perekonomian dan Badan Pusat Statistik, biaya logistik nasional saat ini sebesar 14,29 persen dari PDB.

Dalam 10 tahun ke depan, biaya itu diharapkan dapat diturunkan hingga berada di kisaran 10 persen dari PDB, dan ditargetkan turun dalam kisaran 8 persen dari PDB pada 2045.

Sementara data BPS, pada 2022 dan 2023 pertumbuhan ekonomi Indonesia terus tumbuh di kisaran 4 sampai dengan 5 persen. Sektor transportasi pun tercatat mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu di kisaran 15 persen, yang turut mengerek pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia menyatakan, pembangunan infrastruktur transportasi tentu punya kontribusi besar terhadap peningkatan jumlah UMKM di Tanah Air. Contohnya penambahan simpul transportasi yakni stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan.

“Maka ini, merupakan sebuah peluang bagi masyarakat dan UMKM karena dapat berjualan di sana seperti tenant makanan, minuman, marchendise, oleh-oleh dan sebagianya,” ucapnya dengan penuh rasa yakin.

Di sisi lain, untuk mengetahui sejauh mana kemajuan perekonomian Indonesia, tolak ukurnya tentu beraneka ragam, tidak hanya dilihat dari sektor transportasi saja. Namun demikian, sektor transportasi jadi salah satu indikator yang ada di dalamnya.

“Tapi, satu hal yang pasti, transportasi modern yang dulu hanya ada di luar negeri, kini sudah hadir di dalam negeri. Ini menjadi laboratorium yang baik bagi Sumber Daya Manusia nasional untuk belajar banyak terkait teknologi baru,” ujar Adita Irawati.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo dan dikaitkan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP) tahun 2005 – 2024 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2014-2019 dan 2020-2024, Kementerian Perhubungan diamanahi membangun konektivitas untuk menghubungkan dan mempersatukan Indonesia.

“Berbagai pembangunan infrastruktur transportasi dilakukan dengan paradigma Indonesia Sentris, atau merata ke seluruh wilayah Indonesia. Dengan tiga indikator capaian utama yaitu: meningkatkan konektivitas, pelayanan, dan keselamatan transportasi,” jelas Adita.

Visi tersebut menjadi dasar bagi Kementerian Perhubungan untuk melaksanakan berbagai program dan kebijakan, yang dituangkan di dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perhubungan lima tahunan (2015 – 2019 dan 2020 – 2024) dan rencana kerja tahunan Kementerian Perhubungan.

“Intinya, Kemenhub bersama pemangku kepentingan di sektor transportasi terus berkomitmen melanjutkan berbagai pembangunan konektivitas antar wilayah, meningkatkan integrasi antarmoda,” tuturnya.

Termasuk mengembangkan transportasi massal perkotaan, green and smart mobility, serta membangun transportasi yang inklusif dan berkelanjutan, yang pada akhirnya akan mendukung pemerataan ekonomi Indonesia.

Kemenhub membangun infrastruktur transportasi publik yang modern dan berteknologi tinggi seperti: LRT Jabodebek, MRT, Kereta Cepat, dan sejumlah moda transportasi lainnya di Indonesia.

Ia menyadari, pembangunan infrastruktur merupakan suatu pekerjaan besar dengan nilai investasi dan resiko besar, yang seringkali tidak bisa dirasakan dampaknya dalam waktu yang singkat.

“Agar dapat berfungsi optimal, dibutuhkan kolaborasi dan sinergi lintas sektoral untuk menciptakan ekosistem yang saling mendukung,” cetusnya.

Sebab, tugas Kemenhub tidak berhenti ketika infrastruktur sudah selesai dibangun, tetapi harus memikirkan bagaimana kehadiran infrastruktur yang telah dibangun dapat berfungsi optimal dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat banyak atau diistilahkan dengan “Netes/Delivered”.

“Kami diamanahi bahwa infrastruktur transportasi yang telah terbangun harus dihubungkan atau terintegrasi dengan titik-titik ekonomi seperti destinasi pariwisata, kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, sentra produksi baik itu pertanian, perikanan, dan industri kecil/UMKM,” imbuhnya. (dan)

Tags: Infrastruktur TransportasikemenhubPemerataan Ekonomi

Berita Terkait.

Hampir 49 Ribu Kendaraan Lewat, Tol Japek II Selatan Efektif Pecah Arus Balik
Ekonomi

Rayakan Libur Lebaran, Zest Sukajadi Bandung Tawarkan Promo Menginap Spesial

Jumat, 27 Maret 2026 - 20:06
Bagy-Play-Set
Ekonomi

Ribuan Baju Boneka dari Bantul Berlayar ke Negeri Paman Sam

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:39
Sorgum
Ekonomi

PLN EPI Gandeng Mitra, Sorgum Didorong Jadi Solusi Co-Firing Masa Depan

Jumat, 27 Maret 2026 - 13:18
Serambi-MyPertamina
Ekonomi

Serambi MyPertamina Jadi Oase Gratis di Tengah Ramainya Libur Lebaran

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:54
DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional
Ekonomi

MBG dan 1 Juta Rumah Dinilai Belum Cukup Kuat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jumat, 27 Maret 2026 - 02:21
Menteri ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia Tak Impor
Ekonomi

Menteri ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia Tak Impor

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:26

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1230 shares
    Share 492 Tweet 308
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    951 shares
    Share 380 Tweet 238
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    735 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.