• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Budi Daya Udang, Usaha Turun-Temurun Penopang Ekonomi Karimun Jawa

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 14 April 2024 - 13:19
in Ekonomi
Usaha budi daya udang nyatanya telah berperan penting dalam menopang kemajuan sektor pendidikan di Karimun Jawa. Foto: Ist

Usaha budi daya udang nyatanya telah berperan penting dalam menopang kemajuan sektor pendidikan di Karimun Jawa. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tak hanya memacu putaran roda ekonomi kawasan, usaha budi daya udang nyatanya juga telah berperan penting dalam menopang kemajuan sektor pendidikan di Karimun Jawa.

Wajah Karimun Jawa terpoles lebih semarak setelah kedatangan para petambak bermental tangguh asal Jepara yang memperkenalkan jenis udang budi daya vaname, pada sekitar 2016. Namun, jauh sebelum kedatangan para pembudi daya udang Jepara, warga asli Karimun Jawa sudah memiliki tradisi untuk menebar benih udang di tambak, sebagai usaha warga secara turun-temurun.

BacaJuga:

PLN EPI Buktikan Kekuatan Komunikasi Strategis Lewat Gold Winner AHI 2026

Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

Bangun Energi Positif dari dalam, PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lewat ICONMOVE

Warga asli karimun Jawa yang berkiprah pada usaha budi daya tambak memaparkan, tak butuh waktu lama setelah penebaran pertama udang vaname, Karimun Jawa langsung menduduki peringkat utama penghasil udang di Jawa Tengah dengan total produksi 1.600 ton dengan nilai Rp131 miliar. Sejak itu, wajah Karimun Jawa jika dilihat dalam perspektif ekonomi kerakyatan, mengalami perubahan yang bisa dibilang radikal.

Ridwan (45), penduduk asli kelahiran Karimun Jawa warga Dukuh Jatikerep, Karimun Jawa, yang keluarganya bergelut di sektor usaha tambak secara turun-temurun menggambarkan, sebelum tambak udang mengalami booming, pasokan listrik PLN hanya berjalan selama 12 jam. “Listrik menyala mulai pukul 18.00 WIB atau waktu Maghrib dan langsung mati saat waktu menunjukkan pukul 06.00 WIB pagi. Sesudah itu, seluruh warga Karimun Jawa berkegiatan tanpa memakai listrik. Hotel, guest house, restoran, kantor agen wisata, travel, toko-toko, warung-warung, hingga rumah warga, semua tanpa listrik. Kalau petugas PLN kami tanya, mereka beralasan tekor,” ujar Ridwan.

Menurut Ridwan, seiring naiknya hasil panen tambak udang, ekonomi di Karimun Jawa menjadi lebih hidup. Warga lokal yang semula bekerja serabutan tanpa pendapatan tetap, mulai terserap di sektor ini. Tercatat sedikitnya 1.500 warga Karimun Jawa telah berhasil diserap di sektor tambak udang baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Pasokan listrik yang sebelumnya hanya 6 jam dari Maghrib sampai jam 6 pagi, sejak itu mulai menyala penuh, 24 jam. Sektor usaha yang lain pun turut menikmati pasokan listrik secara penuh ini, khususnya biro perjalanan wisata yang memerlukan jaringan internet, restoran, usaha jasa warnet, dan lain-lain,” tambah Ridwan.

Ridwan memaparkan, sebagian warga asli Karimun Jawa, sejatinya dirinya sudah menggeluti usaha tambak sejak tahun 1990-an. Meski saat itu, dirinya masih memakai metode tradisional. Dikisahkannya, dirinya dan seluruh keluarga mulai membuka tambak udang bago pada 1996. Bibit, pakan, vitamin, dan keperluan tambak lainnya dibeli dari Jepara dengan mengandalkan perjalanan berperahu motor. Untuk itu, Ridwan dan keluarga lainnya harus menempuh perjalanan 14 jam pulang-pergi. Kelak, di tambak seluas 2 hektare miliknya, yang terbagi 18 petak, ditebar 250.000 benih pada setiap petaknya.

“Kalau dapat bibit bagus, hasil panennya bagus. Tapi kalau bibitnya jelek, ya terkadang impas bahkan bisa rugi juga. Karena kondisi itulah, ditambah dengan harga pakan yang tidak stabil, tambak udang keluarga kami akhirnya tutup,” ujar Ridwan.

Setelah berhenti menebar bibit, keluarga Ridwan pun mengambil keputusan untuk menyewakan lahannya kepada pembudi daya lain. Memasuki 2016, Ridwan mendengar adanya kedatangan beberapa petambak asal Jepara yang dipimpin oleh Sutrisno. Para petambak Jepara itu mengawali budi daya dengan menyewa beberapa petak lahan di sekitar desanya.

“Pak Trisno tidak menyewa lahan keluarga saya. Sehingga, saya tidak berhubungan dengan beliau. Sejak itu, saya dengar usaha budi dayanya berkembang pesat dan tambaknya langsung meluas. Dia juga banyak mengajari warga setempat untuk budi daya udang vaname,” tambah Rdiwan.

Informasi perihal adanya tradisi bertambak udang secara turun-temurun juga dipaparkan oleh Suroto. Ayah Suroto yang bernama Sukardi (almarhum) meneruskan tradisi menebar benih udang yang diwariskan kakeknya. Pria kelahiran asli Karimun Jawa ini memiliiki mertua asal Pati bernama Sumarlan yang juga menekuni usaha tambak di Karimun Jawa sejak era 80-an.

“Saya mulai terjun di tambak udang sejak 1989 dengan hasil panen hingga 8 ton per tahun dengan masa panen dua kali. Sudah sejak lama, kami hidup dari tambak. Makan sehari-hari, untuk beli keperluan rumah tangga, sandang pangan dan biaya pendidikan, semua duitnya berasal dari hasil tambak,”ungkap Suroto.

Suroto menggambarkan, pada 2000, keluarganya berhasil menyisihkan hasil usaha tambak udangnya untuk membeli sebidang tanah dengan luas 2.000 meter per segi. Lahan tersebut dihibahkan kepada lingkungan desa untuk dibangun sarana pendidikan Mts dan MA NU Safinatul Huda, yang berlokasi di Desa Kemujan Karimun Jawa. “ Sekolah tersebut masih berdiri sampai hari ini dan melaksanakan pendidikan bagi anak-anak warga Desa Kemujan dan Desa Parang,” ujar Suroto.

Suroto memaparkan, usaha tambak adalah satu-satunya kegiatan yang dikuasai secara baik oleh keluarganya secara turun-temurun. Setelah turun dari kakek kepada sang ayah dan kini diwariskan lagi kepada dirinya, Suroto juga punya keinginan kelak bisa menyaksikan usaha tambaknya diteruskan oleh anak-anaknya. “Kalau usaha satu-satunya yang saya kuasai ini ditutup pemerintah, lebih baik pemerintah bunuh saya dan seluruh keluarga dan keturunan saya karena itu sama saja akibatnya buat kami,” tandas Suroto.

Kisruh usaha budi daya tambak di Karimun Jawa bermula ketika Pemerintah Kabupaten Jepara, Balai Taman Nasional Karimun Jawa, yang semula memberi ruang bagi usaha budi daya tambak udang mengubah kebijakannya. Ruang gerak para petambak dipersempit dengan sulitnya mendapatkan izin dan akses ke kawasan perairan laut Karimun Jawa.

Pemkab Jepara bahkan bersama DPRD Jepara melahirkan Perda RTRW baru yang tidak memberi ruang bagi usaha budi daya tambak. Dalam perda baru itu, keberadaan usaha tambak sama sekali tidak diakomodir. Tak cukup sampai di situ, pada 2022, LSM Greenpeace dan Kawali secara sepihak menuding keberadaan para petambak udang Karimun Jawa sebagai biang keladi pencemaran dan kerusakan lingkungan laut dan pantai serta tanaman mangrove di Karimun Jawa.

Para petambak kian tersudut ketika petugas BTN Karimun Jawa mengklaim menemukan pencemaran laut oleh kegiatan tambak udang di atas baku mutu. Temuan ini kemudian ditindak Safinatul lanjuti dengan aksi penangkapan terhadap empat pengusaha budi daya tambak. Kini, tiga di antara petambak yang ditangkap itu berada dalam status tahanan aparat penegak hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (ibs)

Tags: Budi Daya UdangKarimun JawaPenopang Ekonomi

Berita Terkait.

Blank Spot 200 Km di Kaltim, DPR Soroti Dampaknya terhadap Pertahanan Negara
Ekonomi

PLN EPI Buktikan Kekuatan Komunikasi Strategis Lewat Gold Winner AHI 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:12
Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV
Ekonomi

Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:13
Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi hingga Keuangan
Ekonomi

Bangun Energi Positif dari dalam, PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lewat ICONMOVE

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:30
Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi hingga Keuangan
Ekonomi

Menkop Tekankan Koperasi di Luwu Timur Bergerak ke Sektor Produksi hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:01
3 Proyek Energi Bersih PLN NP Raih Penghargaan ASEAN ASEAN Energy Awards 2026, Ini Inovasinya
Ekonomi

3 Proyek Energi Bersih PLN NP Raih Penghargaan ASEAN ASEAN Energy Awards 2026, Ini Inovasinya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 13:11
Akademisi Apresiasi Prabowo dan Rosan, Hilirisasi Dinilai Buka Lapangan Kerja
Ekonomi

Pertamina Borong Apresiasi di IHCSA 2026, Perkuat Peran Strategis Fungsi Hukum

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:31

OLAHRAGA

Dari Morbidelli hingga Veda Ega, Panggung Pertamina Jadi Magnet Penggemar MotoGP
Olahraga

Dari Morbidelli hingga Veda Ega, Panggung Pertamina Jadi Magnet Penggemar MotoGP

Editor Ali Rachman
Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:28

INDOPOSCO.ID – Deru mesin bukan satu-satunya daya tarik Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Di luar lintasan, antusiasme penggemar juga...

SelengkapnyaDetails
Kapolri Mutasi Jajaran Polda Banten, Ini Daftar Lengkapnya

Bukan Sekadar Rebut Gelar, Turnamen Biliar FWUMKM Perkuat Sinergi Wartawan dan Pemerintah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:34
Hadi-Tj

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1061 shares
    Share 424 Tweet 265
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    894 shares
    Share 358 Tweet 224
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    888 shares
    Share 355 Tweet 222
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.