• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

MenKopUKM Dukung Perkembangan Serat Rami Dongkrak Industri Tekstil Nasional

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 1 April 2024 - 13:31
in Ekonomi
MenKopUKM Teten Masduki dalam kunjungan kerjanya ke CV Ramindo Berkah Persada Sejahtera (Rabersa) di Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (30/3). Foto: Dok. KemenKopUKM

MenKopUKM Teten Masduki dalam kunjungan kerjanya ke CV Ramindo Berkah Persada Sejahtera (Rabersa) di Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (30/3). Foto: Dok. KemenKopUKM

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mendukung perkembangan komoditas rami yang menghasilkan serat kain dan benang sebagai alternatif bahan baku industri tekstil.

“Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) berupaya untuk melindungi industri tekstil dan turunannya seperti konveksi, di mana tekstil kita sulit bersaing dengan China yang melakukan produksi massal. Maka, produktivitas rami yang sangat bagus, berpotensi menjadi fondasi ekonomi kita khususnya di industri tekstil dalam negeri,” kata MenKopUKM Teten Masduki dalam kunjungan kerjanya ke CV Ramindo Berkah Persada Sejahtera (Rabersa) di Dusun Gandok, Kalikajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (30/3).

BacaJuga:

Produk Pangan Lokal Tembus Pasar Ekspor, 3 UMKM Binaan Pertamina Raih Penghargaan

Danantara Siapkan Rp1,79 Triliun untuk Program Sosial, AMMI Beri Apresiasi

Tinjau Penyaluran BBM di Bali, Dirut Pertamina Instruksikan Jajaran Tetap Lakukan Pemantauan

Produktivitas rami dari Indonesia memiliki kualitas yang sangat bagus dan berpotensi menjadi fondasi bagi industri tekstil nasional.

Menteri Teten melihat, berbagai hal yang dilakukan CV Rabersa dalam mengolah tanaman rami menjadi serat alam meski dalam tahap yang sederhana, sudah dilakukan melalui proses setara industri. Kualitas produk yang dihasilkan pun tak kalah bagus dengan produk pakaian yang ada di pasaran.

“Industri ini ekosistemnya perlu dimodernisasi. Jika nanti rami dijadikan sumber serat nasional, maka serat rami menjadi bahan baku yang dihasilkan dari hasil bumi Indonesia yang melibatkan petani kecil di ladang sehingga kemudian bisa menjadi kekuatan ekonomi,” ujarnya.

Ia menegaskan, di sektor hilir, industri tekstil bisa dikatakan sudah lebih baik dibandingkan sektor hulunya. Di mana bahan baku tekstil belum tersedia banyak di Indonesia, sehingga masih didukung oleh bahan baku impor.

“Sirkular ekonomi dari serat rami juga sangat besar. Daunnya bisa untuk pakan ternak kambing atau domba, biomassa ternak dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik, bulu dombanya pun dipakai menjadi benang wol artinya ini zero waste. Benefit sirkular ekonomi tak kemana-mana dinikmati oleh petani lagi,” ucap MenKopUKM.

Saat ini, Indonesia juga sedang menyiapkan diri sebagai modest fashion lewat berbagai event kelas dunia. Jika tidak punya kekhasan, maka akan sangat sulit bagi Indonesia untuk bersaing dengan negara lain di industri modest fashion dunia.

Untuk itu, dalam mendukung industri tekstil melalui perkembangan serat rami ini, KemenKopUKM bersama Pemerintah Daerah Wonosobo berencana membangun Rumah Produksi Bersama (RPB) serat rami untuk mendukung industri tekstil.

“Setidaknya dibutuhkan sekitar 5.000 meter persegi yang dikelola berbasis koperasi multipihak, agar memudahkan kita mencari investor dengan fokus pada produk custom dan ketersediaan bahan baku,” ucap Menteri Teten.

Tercatat necara perdagangan Januari 2024, komoditas Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia (kode HS 50-63) mengalami surplus (210 juta dolar AS). Meskipun secara agregat TPT mengalami surplus, komoditas sutra (HS 50), wol (HS 51), kapas (HS 52), serat tekstil nabati (HS 53) masih mengalami defisit.

Khusus TPT berbahan serat alam, Indonesia mengimpor serat alam sekitar 3 kali lipat nilai ekspornya (rata-rata impor 2,448 miliar dolar AS sedangkan rata-rata ekspor 0,841 miliar dolar AS.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Kabupaten Wonosobo Muhammad Albar yang menyambut kedatangan MenKopUKM.

“Alhamdulillah dengan kehadiran MenKopUKM, saya yakin potensi rami akan semakin dikenal di level nasional serta diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian baik di Wonosobo maupun di tingkat nasional,” katanya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) CV Rabersa Wibowo Akhmad menjelaskan, sejak berdiri pada 1999, pihaknya menghasilkan produk setengah jadi berupa material mentah serat rami inagrass. Produk CV Rabersa saat ini memasok dua perusahaan ekspor PT Retota, Magelang dan PT Gisapda, Pekalongan.

Selanjutnya dua perusahaan ini mengolah serat rami ini sebagai home decoration yang sebanyak 95 persennya untuk pasar ekspor khususnya AS. “Produk CV Rabersa saat ini berupa serat inagrass rami yang diminati oleh beberapa negara lain. Sudah ada daftar permintaan, namun sampai sekarang belum bisa dipenuhi karena keterbatasan mesin produksi, modal, dan lahan,” ucapnya.

Beberapa negara sebagai pasar potensial di antaranya China dengan permintaan 40 ton per bulan (1 kontainer 40 ft), Korea Selatan sebanyak 1 ton per bulan (perusahaan di Indonesia), dan Jepang 400 ton per bulan (PT Tosca Corp). Negara-negara tersebut mengakui produk rami Indonesia lebih baik dari produk dari Vietnam dan Thailand.

“Namun untuk dapat menyuplai permintaan tersebut harus disiapkan lahan minimal 200 hektare dengan pola panen rami setiap 60 hari, akan tetapi saat ini lahan tersedia baru 25 hektare,” katanya.

Ia berharap, kerja sama dengan KemenKopUKM ke depan diteruskan dan berkelanjutan. Sebab ia memiliki mimpi besar tak hanya membangun industri tapi juga mengedukasi serat alami. “Tak hanya wisata, tetapi melihat bagaimana tanaman menjadi baju, hewan sutra atau domba menjadi kain dan memiliki nilai. Mewujudkan edukasi serat alam Indonesia dengan dukungan semua pihak terutama KemenKopUKM,” ucapnya.

KemenKopUKM bersama CV Rabersa dan KaIND (Kain Indonesia) Sustainable Fashion Besutan (Melie Indarto, penggiat sutera Pasuruan), sedang menyusun kajian kelayakan dan perhitungan kebutuhan pengembangan sentra industri serat alami dengan pendekatan Integrated Farming yang akan dioperasionalkan oleh koperasi dan UKM menjadi suatu ekosistem bisnis untuk serat alami dari berbagai bahan baku serat seperti Rami, Nanas, Wol Bulu Domba, dan Sutera Eri.

Untuk keterjaminan pasokan bahan baku, KemenKopUKM telah memfasilitasi koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang sebagai sentra penghasil nanas madu. Ke depan diharapkan kabupaten ini menjadi hub logistik pasokan bahan baku daun nanas.

Dalam kesempatan yang sama, MenKopUKM Teten Masduki juga berkunjung ke peternakan domba yang merupakan bagian sirkular ekonomi industri penghasil bahan baku tekstil melalui pendekatan Integrated Farming. (srv)

Tags: Industri Tekstil NasionalKemenKopUKMMenKopUKM Teten MasdukiSerat Rami

Berita Terkait.

Produk Pangan Lokal Tembus Pasar Ekspor, 3 UMKM Binaan Pertamina Raih Penghargaan
Ekonomi

Produk Pangan Lokal Tembus Pasar Ekspor, 3 UMKM Binaan Pertamina Raih Penghargaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:08
Danantara Siapkan Rp1,79 Triliun untuk Program Sosial, AMMI Beri Apresiasi
Ekonomi

Danantara Siapkan Rp1,79 Triliun untuk Program Sosial, AMMI Beri Apresiasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 20:06
Tinjau Penyaluran BBM di Bali, Dirut Pertamina Instruksikan Jajaran Tetap Lakukan Pemantauan
Ekonomi

Tinjau Penyaluran BBM di Bali, Dirut Pertamina Instruksikan Jajaran Tetap Lakukan Pemantauan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:31
Mulyadi Jayabaya
Ekonomi

Kadin Siapkan Strategi Amankan Pangan Jelang Musim Hujan, Mulyadi Jayabaya Audiensi dengan Menko Perekonomian

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:36
Kemenkop Tegaskan KDKMP Jadi Peluang Kerja dan Peluang Usaha Baru bagi Generasi Muda di Desa
Ekonomi

Kemenkop Tegaskan KDKMP Jadi Peluang Kerja dan Peluang Usaha Baru bagi Generasi Muda di Desa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:05
Mochamad Azzari Jayabaya
Ekonomi

Gelar Musprov VII di Lebak, Kadin Banten Dorong Pemerataan Ekonomi dan Penguatan UMKM

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:06

OLAHRAGA

Persija Tantang Persita di Banten, Ujian Konsistensi Sang Pemuncak Klasemen
Olahraga

Persija Tantang Persita di Banten, Ujian Konsistensi Sang Pemuncak Klasemen

Editor Laurens Dami
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:59

INDOPOSCO.ID - Persija Jakarta akan menghadapi Persita pada pekan kelima Super League 2026/2027 di Banten International Stadium (BIS), Sabtu (17/10/2026)...

SelengkapnyaDetails
gp

Fasilitas dari Bea Cukai Ini Bantu Kesuksesan Penyelenggaraan Moto GP Mandalika 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:42
super

Jadwal Super League Pekan 5: Persija Diuji Persita, Persib Hadapi Ancaman Persik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:01
psm

Jamu PSM Makassar di Bantul, PSIM Jogjakarta Usung Misi Raih Tiga Poin Perdana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:40
esi

PB ESI 2026-2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2478 shares
    Share 991 Tweet 620
  • Dianggap Hentikan Penyelidikan Pencurian Uang, Kapolres Jakpus Diadukan ke Kapolri

    2225 shares
    Share 890 Tweet 556
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1372 shares
    Share 549 Tweet 343
  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    998 shares
    Share 399 Tweet 250
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1014 shares
    Share 406 Tweet 254
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.