• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Ancaman Gunung Marapi Masih Tinggi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 3 Februari 2024 - 18:15
in Nusantara
Penampakan aktivitas Gunung Marapi dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (PVMBG)

Penampakan aktivitas Gunung Marapi dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (PVMBG)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan PVMBG mengingatkan masyarakat bahwa potensi ancaman dari Gunung Marapi, yang terletak di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, masih tinggi.

“Aktivitas Gunung Marapi masih dinilai tinggi dengan sejumlah potensi ancaman,” katanya dalam keterangan tertulis Sabtu (3/2/2024).

BacaJuga:

Arus Balik Jalur Puncak-Cianjur Macet Parah, Antrean 18 Km

Kasus Dugaan Penghinaan Nyepi, WNA Swiss Resmi Jadi Tersangka

Jaga Ketahanan Energi, Ribuan Pekerja PHI Tetap Siaga Selama Libur Idulfitri 2026

Hendra menyatakan bahwa jika pasokan magma dari kedalaman terus berlangsung dan cenderung meningkat, maka erupsi dapat terjadi dengan energi yang lebih besar, membawa potensi bahaya dari lontaran material vulkanik.

“Tidak hanya itu, lapili atau pasir diperkirakan dapat mencapai wilayah dengan radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi gunung api tersebut (Kawah Verbeek),” ujarnya.

Sementara itu, potensi sebaran abu vulkanik dapat menyebar lebih luas atau lebih jauh tergantung pada arah dan kecepatan angin.

“Material erupsi yang jatuh dan terendapkan di puncak serta lereng Gunung Marapi dapat menjadi lahar ketika bercampur dengan air hujan,” jelasnya.

“Oleh karena itu, ada potensi bahaya banjir lahar dingin, terutama di lembah atau aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi,” imbuhnya.

Ia menuturkan, hasil evaluasi PVMBG juga melaporkan potensi bahaya dari gas-gas vulkanik beracun, seperti karbon dioksida atau zat asam arang (CO2), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO2), dan hidrogen sulfida (H2S) di area kawah atau puncak Gunung Marapi.

“PVMBG mengeluarkan beberapa rekomendasi, termasuk imbauan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Marapi, pendaki, pengunjung, atau wisatawan agar tidak memasuki atau melakukan kegiatan di dalam wilayah dengan radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi (Kawah Verbeek),” tuturnya.

Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya lahar, terutama saat musim hujan.

Jika hujan abu terjadi, masyarakat dihimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan, serta perlengkapan lainnya untuk melindungi mata dan kulit.

“Warga juga diminta untuk mengamankan sumber air bersih dan membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal agar tidak roboh,” pungkasnya. (fer)

Tags: Gunung MarapiPVMBG

Berita Terkait.

Kendaraan
Nusantara

Arus Balik Jalur Puncak-Cianjur Macet Parah, Antrean 18 Km

Selasa, 24 Maret 2026 - 02:02
Tersangka
Nusantara

Kasus Dugaan Penghinaan Nyepi, WNA Swiss Resmi Jadi Tersangka

Senin, 23 Maret 2026 - 18:14
Jaga Ketahanan Energi, Ribuan Pekerja PHI Tetap Siaga Selama Libur Idulfitri 2026
Nusantara

Jaga Ketahanan Energi, Ribuan Pekerja PHI Tetap Siaga Selama Libur Idulfitri 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 14:16
Hasil Evaluasi Mudik 2026: One Way dan Contraflow Efektif Netralisir Macet
Nusantara

Hasil Evaluasi Mudik 2026: One Way dan Contraflow Efektif Netralisir Macet

Senin, 23 Maret 2026 - 13:21
BMKG Prakirakan Mayoritas Kota Besar di Indonesia Berawan-Hujan Ringan.
Nusantara

Wali Kota Banjarbaru Terima Tamu Disabilitas Saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 - 13:01
BMKG Prakirakan Mayoritas Kota Besar di Indonesia Berawan-Hujan Ringan.
Nusantara

Tiga Narapidana Lapas Karawang Bebas Setelah Mendapat Remisi Lebaran

Senin, 23 Maret 2026 - 12:31

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2669 shares
    Share 1068 Tweet 667
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    831 shares
    Share 332 Tweet 208
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    696 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.