• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Tuai Kritik, Format Debat Pilpres 2024 Dinilai Kemunduran

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 2 Desember 2023 - 22:09
in Headline
Gedung-KPU-RI-3-co

Gedung KPU RI, Jakarta. Foto: Dok Indopos.co.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID ⎼ Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI memutuskan, mengubah format debat cawapres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, berbeda dengan Pilpres 2019. Keputusan tersebut menuai banyak kritik.

Lima kali debat Pilpres 2024 terdiri, dari tiga kali debat antar capres dan dua kali antar cawapres, semuanya dihadiri bersamaan setiap paslon. Tidak ada putaran debat secara terpisah, yang khusus dihadiri capres atau cawapres, seperti pada Pilpres 2019.

BacaJuga:

Optimistis Timnas Menangi FIFA Series, Klok Soroti Ancaman Faktor Non-Teknis

Tekan Kepadatan Arus Balik, One Way Tahap II Diperpanjang hingga KM 263

Jasa Marga: 2,3 Juta Kendaraan Pemudik Telah Kembali ke Jakarta dan Sekitarnya

Dalam lima kali debat itu, pasangan Capres-Cawapres selalu hadir bersamaan, hanya porsi berbicara dibedakan, tergantung sesi debat Pilpres yang berlangsung, apakah debat capres atau bebat cawapres.

Kritik itu datang dari Setara Institute, perubahan format debat calon pemimpin Indonesia itu bentuk kemerosotan. Sebab tak disuguhkan informasi secara menyeluruh kepada pemilih.

“Format Debat Pilpres 2024 jelas merupakan kemunduran,” kata Direktur Eksekutif Setara Institute Halili Hasan dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (2/12/2023).

Dari sisi hak konstitusional warga negara, publik dirugikan karena mereka tidak diberigan gambaran yang memadai tentang figur kepemimpinan otentik pada masing-masing kandidat pemimpin.

“(Tidak diberikan ruang mendapatkan referensi) capres maupun cawapres, sebelum rakyat menentukan pilihannya di bilik suara pada 14 Februari 2024,” kritik Halili Hasan.

Pada acara debat Pilpres 2019, Debat diawali sesi pasangan capres lengkap. lalu pada tiga sesi berikutnya debat capres hanya dihadiri capres dan sesi debat cawapres hanya dihadiri oleh cawapres. Pada sesi pamungkas, debat pilpres diikuti pasangan capres-cawapres.

Komisioner KPU RI Idham Holik berdalih format debat capres-cawapres tidak berubah. Namun, banyak pihak berpandangan berbeda karena KPU tidak memberikan sesi debat khusus kepada cawapres.

“Tidak ada yang diubah,” ucap Idham secara terpisah kepada INDOPOS.CO.ID melalui gawai hari ini. Format debat Pilpres 2024 merupakan hasil kesepakatan dengan perwakilan tim sukses tiga pasangan capres-cawapres dalam pertemuan di Kantor KPU RI, Rabu (29/11/2023). (dan)

Tags: Debat CapresDebat Capres-Cawapreskpu riPilpres 2024Setara Institute

Berita Terkait.

Marc-Klok
Headline

Optimistis Timnas Menangi FIFA Series, Klok Soroti Ancaman Faktor Non-Teknis

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:10
Kendaraan
Headline

Tekan Kepadatan Arus Balik, One Way Tahap II Diperpanjang hingga KM 263

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:49
GT-Cikatama
Headline

Jasa Marga: 2,3 Juta Kendaraan Pemudik Telah Kembali ke Jakarta dan Sekitarnya

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:37
BRIN
Headline

Sektor Peternakan Jadi Penopang Utama Kebutuhan Protein Dunia

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:45
Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 
Headline

Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:16
MAKI Minta Komisi III DPR Bentuk Panja Usut Pengalihan Penahanan Yaqut
Headline

MAKI Minta Komisi III DPR Bentuk Panja Usut Pengalihan Penahanan Yaqut

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:33

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1222 shares
    Share 489 Tweet 306
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    734 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.