• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

AS Peringatkan Korea Utara terkait Rencana Jual Senjata ke Rusia

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 6 September 2023 - 09:20
in Internasional
Jake-Sullivan

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan. Foto: Al Jazeera

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Seorang pejabat tinggi Gedung Putih mengatakan Korea Utara akan menanggung konsekuensi jika menjual senjata ke Rusia untuk perangnya di Ukraina. Washington telah memperingatkan Pyongyang sedang melakukan pembicaraan dengan Moskow mengenai potensi kesepakatan senjata.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan mengatakan AS yakin negosiasi antara Korea Utara dan Rusia berkembang secara aktif.

BacaJuga:

Situasi Belum Pasti, Rusia Tetap Evakuasi Ratusan Staf Nuklir dari Iran

DPR RI Kritik Keras Gencatan Senjata AS-Iran: Abaikan Palestina, Perdamaian Timur Tengah Rapuh

Pemerintah Lakukan Terobosan dalam Tata Kelola Haji 2026, Begini Respons Komnas Haji

“Menyediakan senjata kepada Rusia untuk digunakan di medan perang untuk menyerang gudang gandum dan infrastruktur pemanas kota-kota besar menjelang musim dingin, untuk mencoba menaklukkan wilayah milik negara berdaulat modern. Hal ini tidak akan memberikan dampak yang baik bagi Korea Utara dan mereka akan menanggung konsekuensinya di komunitas internasional,” kata Sullivan kepada wartawan seperti dilansir Al Jazeera, Rabu (6/9/2023).

Sebelumnya, pejabat lain di pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengatakan Washington memperkirakan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Namun, Kremlin menolak mengomentari klaim AS tersebut. Mereka tidak mengatakan apa-apa mengenai laporan potensi pembicaraan langsung antara kedua pemimpin tersebut.

Seperti diketahui, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengunjungi Korea Utara dan bertemu dengan Kim pada bulan Juli 2022 lalu. Kim dan Putin juga bertukar surat bulan lalu yang berjanji untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara.

Pada hari Selasa, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel juga memperingatkan Korea Utara agar tidak memberikan senjata kepada Rusia. Dia mengatakan permintaan senjata Moskow kepada Pyongyang menunjukkan efektivitas sanksi AS yang dikenakan atas perang di Ukraina.

“Rusia terpaksa mencari senjata di seluruh dunia yang dapat digunakan dalam perang di Ukraina karena sanksi dan kontrol ekspor kami serta dampak yang ditimbulkannya,” ujar Patel.

Ketika ditanya apa konsekuensi potensial yang akan dikenakan Washington terhadap Pyongyang jika senjata dikirim ke Moskow, Patel tidak memberikan rincian. Dia mengatakan AS akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan akan berkoordinasi dengan mitra-mitranya.

Pada Selasa (5/9/2023), Sullivan mengatakan pemerintahan Biden akan terus berupaya untuk menghalangi Korea Utara agar tidak memasok senjata kepada Rusia.

“Kami akan terus menyerukan Korea Utara untuk mematuhi komitmen publiknya untuk tidak memasok senjata ke Rusia yang pada akhirnya akan membunuh warga Ukraina,” katanya.

AS telah memperingatkan pesaing dan musuhnya, termasuk Tiongkok agar tidak membantu Rusia dalam serangan militernya di Ukraina.

Washington telah memberi Kyiv bantuan militer, kemanusiaan, dan anggaran senilai miliaran dolar sejak Rusia melancarkan invasi besar-besaran terhadap negara tetangganya pada Februari 2022.

Pemerintahan Biden juga telah menjatuhkan sanksi berat terhadap Moskow sebagai hukuman atas perang tersebut.(dam)

Tags: Amerika SerikatASJual SenjataKorea UtaraKorutRusiaSenjata

Berita Terkait.

PLTN-Bushehr
Internasional

Situasi Belum Pasti, Rusia Tetap Evakuasi Ratusan Staf Nuklir dari Iran

Kamis, 9 April 2026 - 23:25
Aher
Internasional

DPR RI Kritik Keras Gencatan Senjata AS-Iran: Abaikan Palestina, Perdamaian Timur Tengah Rapuh

Kamis, 9 April 2026 - 22:44
haji
Internasional

Pemerintah Lakukan Terobosan dalam Tata Kelola Haji 2026, Begini Respons Komnas Haji

Kamis, 9 April 2026 - 12:22
sukamta
Internasional

Komisi I Sambut Gencatan Senjata AS-Iran-Israel, Dorong Perdamaian Permanen dan Kemerdekaan Palestina

Kamis, 9 April 2026 - 11:01
Shehbaz-Sharif
Internasional

PM Pakistan Desak Semua Pihak Hormati Gencatan Senjata AS-Iran

Rabu, 8 April 2026 - 23:43
guterres
Internasional

Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, PBB Desak Kepatuhan pada Hukum Internasional

Rabu, 8 April 2026 - 16:06

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Harga Avtur Melonjak hingga 80 Persen, DPR Minta Pemerintah Cegah Tiket Pesawat Ikut Terbang Tinggi

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.