• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Gawat, Diabetes Kian Serang Anak-Anak Muda

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 28 Mei 2023 - 05:19
in Gaya Hidup
Ilustrasi - Dokter membuat tes gula darah di klinik untuk diabetes. Foto : Antara/Shutterstock/pri.

Ilustrasi - Dokter membuat tes gula darah di klinik untuk diabetes. Foto : Antara/Shutterstock/pri.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Hari Kusnanto Josef menyebutkan penyakit diabetes mellitus (DM) semakin menyerang masyarakat berusia muda.

“Usia mulainya terdiagnosis DM semakin muda, bahkan remaja pun mulai terdeteksi pre DM,” kata Hari dalam keterangan tertulis Humas UGM di Yogyakarta, Sabtu (27/5/2023).

BacaJuga:

HKTB-EIGER Ajak Wisatawan Indonesia Temukan Sisi Alam Hong Kong yang Tak Terduga

Usai Lebaran, PLN EPI Ajak Pegawai Reset Pola Hidup lewat Health Talk DYNAMIC

Autopsy: Dead Body Can Talk’, Ketika Tubuh Tak Bernyawa Menjadi Saksi Paling Jujur

Data Health and Demographic Surveillance System (HDSS) Yogyakarta menyatakan penderita DM merupakan yang tertinggi, dan telah merambah ke usia muda.

Sementara, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 28,57 juta penderita pada tahun 2045.

Menurut dia, jumlah penyandang DM terus meningkat, meskipun sebenarnya angka tersebut masih merupakan fenomena gunung es.

Hari yang juga ahli kedokteran layanan primer ini menyebut banyak individu yang sudah menderita DM, namun belum menyadari kalau menyandang DM.

Menurut dia, terdapat banyak faktor yang berkontribusi pada terjadinya DM seperti kegemukan (obesitas), pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik dan perilaku sedentari, stres, serta pola tidur yang tidak sehat.

“Kegemukan sebagai faktor risiko DM semestinya tidak hanya diukur dari indeks masa tubuh (IMT), namun akan lebih pas jika diukur dengan lingkar perut,” kata dia

Masyarakat yang sehat maupun penyandang DM, kata dia, perlu bergerak bersama melakukan pencegahan dan pengelolaan DM melalui DIABETES (DIet seimbang, Aktifkan gerakan badan, Bebas asap rokok dan narkoba, Enyahkan stress, Tidur nyaman, Evaluasi gula darah, dan Selalu berinteraksi positif).

Dengan demikian, menurut dia, diharapkan bahwa yang sehat tetap sehat dan yang sudah terlanjur menyandang DM tetap terkendali, tidak semakin parah dan tidak terjadi komplikasi.

Sementara Dosen Ilmu penyakit Dalam FKKMK UGM dr Vina Yanti Susanti menambahkan bahwa terdapat faktor risiko DM yang bisa diubah dan ada faktor risiko DM yang tidak bisa diubah.

Usia lebih dari 40 tahun, memiliki riwayat keluarga penyandang DM, kehamilan dengan riwayat DM, ibu dengan riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir lebih dari 4 kg, serta bayi dengan berat lahir rendah kurang dari 2,5 kg, kata dia, merupakan faktor risiko DM yang tidak dapat diubah.

“Pencegahan dan skrining yang dilakukan secara dini serta penerapan perilaku hidup sehat semestinya dilakukan oleh setiap lapisan masyarakat agar meminimalkan dampak buruk dari DM,” ujar Vina. (aro)

Tags: anak mudaDiabetesdiabetes mellituskesehatanpenyakit

Berita Terkait.

hktb
Gaya Hidup

HKTB-EIGER Ajak Wisatawan Indonesia Temukan Sisi Alam Hong Kong yang Tak Terduga

Rabu, 1 April 2026 - 11:22
epi
Gaya Hidup

Usai Lebaran, PLN EPI Ajak Pegawai Reset Pola Hidup lewat Health Talk DYNAMIC

Rabu, 1 April 2026 - 11:11
autopsi
Gaya Hidup

Autopsy: Dead Body Can Talk’, Ketika Tubuh Tak Bernyawa Menjadi Saksi Paling Jujur

Rabu, 1 April 2026 - 08:20
Earth Hour 2026, Morrissey Hotel Menteng Ajak Tamu dan Karyawan Hidup Lebih Hijau
Gaya Hidup

Earth Hour 2026, Morrissey Hotel Menteng Ajak Tamu dan Karyawan Hidup Lebih Hijau

Senin, 30 Maret 2026 - 15:22
Lee Sang Bo Tutup Usia, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Aktor Private Lives
Gaya Hidup

Lee Sang Bo Tutup Usia, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Aktor Private Lives

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:09
BTS
Gaya Hidup

BTS Pecahkan Rekor Pribadi, “ARIRANG” Tembus 4,1 Juta Kopi di Minggu Pertama

Minggu, 29 Maret 2026 - 02:20

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1083 shares
    Share 433 Tweet 271
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    904 shares
    Share 362 Tweet 226
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1241 shares
    Share 496 Tweet 310
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.