• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pergi Haji dari Jepang Tanpa Antre, Ini Dikisahkan WNI Rahmah

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 21 Mei 2023 - 20:13
in Nasional
haiji

Jamaah calon haji warga Indonesia di Jepang, Rahmah, memberi keterangan terkait pendaftaran haji tanpa antre di Tokyo, Minggu (21/5). Foto : Antara/Juwita Trisna Rahayu

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Salah satu calon jamaah haji Warga negara Indonesia (WNI) di Jepang, Rahmah, menceritakan kisahnya yang mendaftar haji tanpa antre.

“Alhamdulillah saya insya Allah tahun ini berhaji dari Jepang,” kata Rahmah saat ditemui dalam persiapan haji atau manasik di Balai Indonesia, Tokyo, Minggu (21/5/2023).

BacaJuga:

Setara: Pembentukan TGPF Kasus Andrie Yunus Jadi Gambaran Sikap Politik Prabowo

Menkop: Keadilan Ekonomi Adalah Perintah Keimanan, Bukan Sekadar Teori

Liburan di Pantai Selatan Lumajang, 10 Orang Tersambar Petir

Ia mengaku sudah mendaftar haji di Indonesia sejak lama dan antrean bertambah panjang setelah pandemi COVID-19.

Pada 2022, Rahmah dan keluarga pindah ke Jepang mengikuti suami yang bekerja dan saat itu tidak ada pemberangkatan haji.

Kemudian pada Desember masih pada tahun yang sama, ia berkesempatan untuk melaksanakan ibadah umroh dari Negeri Sakura Itu.

“Di situ kami utarakan keinginan kami untuk berhaji dan diberi tahu oleh pihak tur kemungkinan masih lama antreannya karena sudah sejak 2019. Namun, mereka mengatakan akan mengabari jika ada kuota,” katanya.

Empat bulan berselang, WNI yang tinggal di Shibuya, Tokyo, itu mendapatkan surat elektronik dari pihak tur bahwa masih terdapat kuota dan tidak berpikir panjang, ia langsung mendaftar.

Karena itu pula, dia mencabut pendaftaran haji di Indonesia agar memberi kesempatan bagi jamaah untuk yang belum mendapatkan kuota untuk mendaftar.

“Karena adanya corona ini, antrean tambah jadi 30 tahun lagi. Kalau 30 tahun lagi, saya enggak tahu apa usia saya sampai,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, aturan Kementerian Agama RI mensyaratkan untuk usia minimal berhaji adalah 12 tahun.

Sementara, ia akan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji bersama keluarganya, yakni suami, putri yang berusia 16 tahun dan putranya yang masih berusia 10 tahun.

“Di sini boleh usia 10 tahun, yang penting anaknya sehat karena untuk melaksanakan ibadah di Mina, tawaf dan seterusnya,” katanya.

Adapun, untuk biaya haji dari Jepang, yakni sekitar satu juta yen atau sama dengan biaya paket ONH Plus di Indonesia sekitar Rp120 juta.

Namun, Rahmah berpendapat harga tersebut sepadan karena tidak perlu mengantre dan bisa berangkat di tahun yang sama.

Di luar biaya itu, dia menyebutkan terdapat biaya-biaya tambahan, seperti biaya untuk vaksin meningitis dan influenza.

Sementara itu, untuk syarat haji dari Jepang, salah satunya yakni harus menunjukkan bukti tinggal dengan zaryu kaado minimal satu tahun.

“Jadi enggak bisa turis wisata ke sini, terus naik haji. Harus ada bukti tinggal,” ujarnya dilansir Antara.

Dia mengutarakan harapannya agar ibadah haji di Tanah Suci Makkah dan Madinah bisa berjalan dengan lancar dan kembali ke Jepang dalam keadaan menjadi manusia lebih bertakwa. (aro)

Tags: hajijamaahJepang

Berita Terkait.

Aktivis
Nasional

Setara: Pembentukan TGPF Kasus Andrie Yunus Jadi Gambaran Sikap Politik Prabowo

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:08
menkop
Nasional

Menkop: Keadilan Ekonomi Adalah Perintah Keimanan, Bukan Sekadar Teori

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:17
Liburan di Pantai Selatan Lumajang, 10 Orang Tersambar Petir
Nasional

Liburan di Pantai Selatan Lumajang, 10 Orang Tersambar Petir

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:43
Pemerhati Minta Pemberlakuan PP Tunas Diiringi Kepatuhan Platform Digital
Nasional

Pemerhati Minta Pemberlakuan PP Tunas Diiringi Kepatuhan Platform Digital

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:14
Juwono Sudarsono Dimakamkan secara Militer di TMP Kalibata
Nasional

Hari Ini 4.000 Pemudik Diprediksi Tiba di Kampung Rambutan

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:50
Juwono Sudarsono Dimakamkan secara Militer di TMP Kalibata
Nasional

Juwono Sudarsono Dimakamkan secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 - 13:59

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    953 shares
    Share 381 Tweet 238
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    740 shares
    Share 296 Tweet 185
  • Kasus Pembunuhan di Tambrauw Terungkap, Polisi Tetapkan Satu Tersangka dari 12 Saksi

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.