• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Naik Seiring Pasar Tunggu Rilis Inflasi Indonesia

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 1 Maret 2023 - 11:17
in Ekonomi
Pecahan-Uang-Rupiah

Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (3/1/2023). Foto: Antara/Muhammad Adimaja/foc/pri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal perdagangan Rabu (1/3) naik seiring pasar menunggu rilis inflasi Indonesia bulan Februari.

Rupiah pada Rabu (1/3) pagi menguat 19 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp15.242 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.261 per USD.

BacaJuga:

MBG dan 1 Juta Rumah Dinilai Belum Cukup Kuat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Menteri ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia Tak Impor

AMMAN Tahan Guncangan 2025, Bidik Stabilitas Smelter di 2026

“Pelemahan (rupiah) di awal sesi mungkin akan terbatas, dengan investor menantikan rilis data inflasi Indonesia bulan Februari,” kata analis DCFX Futures Lukman Leong, di Jakarta, Rabu (1/3), seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga : Gubernur BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Segera Menguat

Lukman menuturkan inflasi Indonesia diperkirakan cenderung melandai. Inflasi yang menurun akan mendukung rupiah karena Bank Indonesia sudah mengatakan tidak akan menaikkan suku bunga lagi.

Sementara USD masih kuat didukung oleh serangkaian data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang kuat akhir-akhir ini seperti non-farm payroll, indeks harga konsumen (CPI), indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi PCE), dan indeks harga produsen (PPI).

Non-farm payroll adalah data tingkat ketenagakerjaan di AS selain dari sektor pertanian, pemerintahan, rumah tangga, dan lembaga-lembaga nonprofit.

Departemen Tenaga Kerja AS mengungkapkan klaim awal AS untuk tunjangan pengangguran turun 3 ribu menjadi 192 ribu yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 18 Februari.

Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan Kamis (16/2), indeks harga produsen negara itu, ukuran inflasi dari sudut pandang industri dan bisnis, melonjak 0,7 persen pada Januari, kenaikan terbesar sejak Juni lalu dan jauh di atas konsensus 0,4 persen.

Indeks PCE, pengukur inflasi pilihan Bank Sentral AS atau The Fed, melonjak 0,6 persen bulan lalu setelah naik 0,2 persen pada Desember, menurut data pada Jumat (24/2).

Sejumlah data dari ekonomi terbesar dunia dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih ketat, inflasi yang kaku, pertumbuhan penjualan ritel yang kuat, dan harga produsen bulanan lebih tinggi, telah meningkatkan ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS memiliki lebih banyak hal untuk dilakukan dalam menjinakkan inflasi, dan bahwa suku bunga harus naik lebih tinggi.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp15.200 per USD hingga Rp15.300 per USD.

Pada Selasa (28/2), rupiah ditutup naik sembilan poin atau 0,06 persen ke posisi Rp15.261 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.270 per USD.(mg2)

Tags: Inflasinilai tukar rupiahrupiah

Berita Terkait.

DPR Kecam Larangan Salat di Al-Aqsa: Langgar Hukum Internasional
Ekonomi

MBG dan 1 Juta Rumah Dinilai Belum Cukup Kuat Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jumat, 27 Maret 2026 - 02:21
Menteri ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia Tak Impor
Ekonomi

Menteri ESDM: Stok Solar Aman karena Indonesia Tak Impor

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:26
AMMAN Tahan Guncangan 2025, Bidik Stabilitas Smelter di 2026
Ekonomi

AMMAN Tahan Guncangan 2025, Bidik Stabilitas Smelter di 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:06
Kesadaran Investasi Emas Masyarakat Meningkat, THR Jadi Modal Aset Masa Depan
Ekonomi

Kesadaran Investasi Emas Masyarakat Meningkat, THR Jadi Modal Aset Masa Depan

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:26
Operasi Ketupat 2026 Ditutup, Polri Tancap Gas KRYD Hadapi Arus Balik
Ekonomi

Whoosh Masih Dipadati, Penumpang Angkutan Lebaran 2026 Naik 11 Persen

Kamis, 26 Maret 2026 - 17:06
Alat-Berat
Ekonomi

Hilirisasi Digeber, Energi Diperkuat: Strategi Besar Pemerintah di Era Baru

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:16

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1176 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    887 shares
    Share 355 Tweet 222
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    731 shares
    Share 292 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.