• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Puluhan Penyu di Wisata Konservasi Mapak Indah Mataram Terseret Abrasi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 9 Januari 2023 - 23:25
in Nusantara
Ilustrasi tempat penangkaran penyu. Foto: ANTARA

Ilustrasi tempat penangkaran penyu. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kelompok Pecinta Penyu Mapak Indah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, abrasi pantai yang terjadi pada 22 Desember 2022 mengakibatkan puluhan penyu hanyut terbawa gelombang pasang.

“Jumlah penyu yang hanyut terbawa abrasi sebanyak 50 ekor. Dari 50 ekor tersebut, tiga ekor merupakan penyu dewasa sedangkan sisanya berupa tukik,” kata Ketua Kelompok Pecinta Penyu Mapak Indah, Mahendra Irawan di Mataram, Senin (9/1).

BacaJuga:

Pariaman Terima 4 Juta Bibit, Yandri Dorong Desa Mandiri Berbasis Alam

Fakta di Balik Video Viral Anggota Polri Sulut yang Dikabarkan Mundur

Update Banjir Demak: Jumlah Pengungsi Melonjak Jadi 2.839 Orang

Ia mengatakan, penyu yang hanyut terbawa gelombang tersebut merupakan jenis penyu sisik, hijau, dan lekang yang selama ini menjadi wahana edukasi bagi anak-anak yang datang ke lokasi penangkaran di Pantai Mapak Indah.

“Selama tahun 2022, jumlah anak-anak yang sudah datang melakukan edukasi dan melepas penyu ke lautan lepas sekitar 300-500 anak. Sebelum melepas penyu, anak-anak kita edukasi bagaimana menjaga habitat penyu dan bereproduksi,” katanya saat ditemui di lobi Kantor Wali Kota Mataram.

Akibat abrasi pantai tersebut, lanjut Mahendra yang juga menjadi Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas dan Kelompok Sadar Wisata, bangunan, akses jalan dan fasilitas wisata konservasi penyu ini rusak parah dan hanyut terbawa gelombang.

Dari 10 kolam penyu yang kita miliki, empat kolam hanyut terbawa gelombang dan tiga kolam kondisinya rusak sedang karena atapnya hilang Sedangkan telur penyu yang bisa diselamatkan sekitar 1.000 butir.

“Kalau hitung kerugian, untuk bangunannya saja nilainya Rp100 juta,” katanya.

Terkait dengan itu, pihaknya berharap Pemerintah Kota Mataram bisa memberikan perhatian terhadap wisata konservasi penyu, karena Mapak Indah merupakan etalase Kota Mataram selain Loang Baloq.

“Kami memiliki visi dan misi pariwisata berbasis konservasi edukasi, pemberdayaan ekonomi berbasis kawasan pantai,” katanya.

Selain kerusakan wisata konservasi penyu, pihaknya juga telah melaporkan kerusakan 20 unit lapak usaha kecil menengah (UMKM) di Pantai Mapak Indah yang menjadi pendukung wisata penyu.

Lapak-lapak kuliner yang merupakan rintisan pertama dari Tanjung Bias Kabupaten Lombok Barat di Mapak Indah saat ini sudah habis abrasi pantai yang menghantam bagian bawah lapak hingga kedalaman 3-4 meter.

“Total kerugian lapak UMKM sekitar Rp1,5 miliar, sebab satu lapak dengan berbagai desain tersendiri menghabiskan biaya sekitar Rp75 juta,” katanya.

Terkait dengan itu, pihaknya juga berharap pemerintah daerah bisa memberikan solusi atau penanganan pertama bagi para pelaku UMKM di Mapak Indah.

“Saya ke sini (Kantor Wali Kota Mataram-red) karena ingin bertemu langsung dengan wali kota, untuk mengetahui tindak lanjut dari laporan yang saya sampai minggu lalu,” demikian Mahendra Irawan. (bro)

Tags: abrasiMapak IndahmatarampenyuWisata Konservasi

Berita Terkait.

Yandri
Nusantara

Pariaman Terima 4 Juta Bibit, Yandri Dorong Desa Mandiri Berbasis Alam

Sabtu, 4 April 2026 - 19:07
polri
Nusantara

Fakta di Balik Video Viral Anggota Polri Sulut yang Dikabarkan Mundur

Sabtu, 4 April 2026 - 16:37
Banjir
Nusantara

Update Banjir Demak: Jumlah Pengungsi Melonjak Jadi 2.839 Orang

Sabtu, 4 April 2026 - 12:23
Gempa-Bitung
Nusantara

Gempa Susulan Lagi, Guncang Bitung di Sulut Berkekuatan M 5,8 Pagi Ini

Sabtu, 4 April 2026 - 09:30
Pertamina Dorong EBT di Tengah Gejolak Energi Dunia
Nusantara

Tanggul Jebol di Demak Rendam 4 Kecamatan: Ribuan Warga Mengungsi

Sabtu, 4 April 2026 - 03:36
Pertamina Dorong EBT di Tengah Gejolak Energi Dunia
Nusantara

Sidak DPR RI Bongkar Pelanggaran Lingkungan, Gudang PT Universal Glove di Medan Disegel

Sabtu, 4 April 2026 - 01:38

BERITA POPULER

  • darwati

    Warga Aceh Dikeroyok di Polda Metro Jaya, DPD RI: Ini Tamparan Keras bagi Penegakan Hukum

    1092 shares
    Share 437 Tweet 273
  • Kemnaker: Ratusan Aduan Pelanggaran THR, 173 Kasus Sudah Selesai dan 1.400-an Berproses

    913 shares
    Share 365 Tweet 228
  • DPR Minta OJK yang Baru Segera Tangani Kasus Dana Syariah Rp2,47 Triliun

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, BKSAP DPR Dorong Pengadilan Internasional

    699 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Arus Balik Lebaran 2026 di Tol Cipali Capai 3.500 Kendaraan per Jam, Jelang Sore Lancar

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.