• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Jelang Final Piala Dunia 2022 dan Metamorfosis Argentina

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 18 Desember 2022 - 18:21
in Headline
Pemain-Timnas-Argentina

Para pemain Argentina saat berlatih di pusat pelatihan Qatar University di Doha pada 17 Desember 2022, menjelang final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis. Foto : Antara/AFP/Franck Fife.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Didapatkan di Brazil pada 2021, gelar juara Copa America ke-15 Argentina meletakkan dasar bagi perjalanan Tim Tango ke final keenam dalam Piala Dunia FIFA.

Pada 11 Juli 2021, Argentina mengalahkan Brazil di Maracana untuk menjuarai Copa America ke-15 kalinya.

BacaJuga:

Optimistis Timnas Menangi FIFA Series, Klok Soroti Ancaman Faktor Non-Teknis

Tekan Kepadatan Arus Balik, One Way Tahap II Diperpanjang hingga KM 263

Jasa Marga: 2,3 Juta Kendaraan Pemudik Telah Kembali ke Jakarta dan Sekitarnya

Itu adalah hari di mana Albiceleste memperbesar peluang menjuarai Piala Dunia Qatar 2022 sampai mencapai final keenamnya dalam turnamen terbesar di planet ini.

Baca Juga : Messi: Ini Adalah Piala Dunia Terakhir Saya

17 bulan setelah menaklukkan Brazil, La Scaloneta menghidupkan lagi mesinnya dengan tujuan gelar juara dunia yang ketiga yang sekaligus membuat Lionel Messi mendapatkan hadiah terbesar untuk semua yang sudah dia berikan untuk sepak bola.

Mereka konstan memiliki gagasan yang sangat jelas tentang apa yang perlu dilakukan Argentina agar terus maju.

Pelatih Lionel Scaloni menggunakan pendekatan yang sama dalam menciptakan etos tim, meskipun awalnya dinilai kurang berpengalaman, dengan hanya pernah menjadi asisten Jorge Sampaoli di Sevilla dan kemudian tim nasional serta Argentina U-20.

Scaloni mengimbanginya dengan karir bermain yang mengesankan bersama Newell’s Old Boys, kemudian Estudiantes, dan lalu Deportivo La Coruna, sebelum bermain di Liga Inggris dan Italia.

Dia juga pernah tujuh kali membela negaranya, salah satunya dalam Piala Dunia Jerman 2006.

“Sejak hari pertama, kami percaya tim nasional adalah milik semua orang,” kata Scaloni yang asal kota Pujato di Argentina timur laut.

“Kami telah mengumpulkan tim fantastis yang berjuang demi jersey ini. Itulah pencapaian terbesar kami.”

Menjuarai Copa America sungguh telah meningkatkan kepercayaan diri tim yang membuktikan La Scaloneta layak mendapatkan tempat yang lebih.

Tapi dari skuad yang menjuarai Copa America 2021, Argentina harus kehilangan Giovani Lo Celso yang absen karena cedera, selain juga Nico Gonzalez yang juga cedera.

Kesatuan skuad adalah unsur penting dalam kesuksesan tim mana pun, seperti halnya kemampuan para pemain dalam melaksanakan instruksi pelatih dan memahami peran mereka dalam tim.

Dalam kasus Argentina, ada juga kebutuhan untuk membawa suasana positif dan rasa kebersamaan di ruang ganti sampai lapangan.

“Kemenangan terbesar kami adalah semua orang merasa menjadi bagian dari tim, bahkan suporter. Kami akan menikmati momen-momen ini sampai final mulai,” kata Scaloni.

Setelah tahun lalu mengangkat trofi Copa America, Albiceleste tak berhenti menang setelah 13 kemenangan dan tiga kali imbang mengikuti itu sebelum digulingkan Arab Saudi dalam fase grup Qatar 2022.

Solid di belakang dan mematikan di depan, tim asuhan Scaloni mencetak 37 gol dan hanya kebobolan tiga kali. Sebelum ke Qatar, hanya Venezuela, Chile dan Ekuador yang mengoyak gawang mereka.

Statistik itu mencerminkan keunggulan mereka sebelum secara mengejutkan takluk di tangan Arab Saudi sehingga mengakhiri 36 pertandingan tak terkalahkan. Namun, sejak itu, Argentina bangkit untuk menggebuk Meksiko, Polandia, Australia, Belanda dan terakhir Kroasia.

Sejak Lionel Messi muncul, La Albiceleste selalu berusaha membangun tim di bawah fondasi Messi di mana para petarung mengelilinginya demi memberikan segalanya untuk tim nasional dan demi sang supestar.

Pemain nomor sepuluh itu sudah memenangkan segalanya kecuali Piala Dunia.

Kini berusia 35 tahun, Messi fokus sepenuhnya mengangkat Piala Dunia setelah tahun lalu mendapatkan bekal meyakinkan dari Copa America.

Tak hanya Messi, Argentina juga memiliki pemain-pemain bertipikal petarung seperti Guido Rodriguez, Papu Gomez, Lautaro Martinez, Angel Di Maria, Rodrigo De Paul, Nicolas Otamendi, dan Leandro Paredes.

Setiap dari mereka memahami perannya yang mereka tunaikan dengan sepenuh jiwa.

Hasilnya adalah tim Argentina yang agresif yang tak henti menekan, namun berkomitmen dan percaya diri seperti dilansir Antara.

“Jika Messi mengatakan ini pertandingan terakhirnya bersama tim nasional, lalu apa yang lebih baik dari tahap ini, apa pun hasilnya?” kata Scaloni. “Kami berharap bisa memenangkan final ini. Saya harap final ini berakhir dengan hasil terbaik untuknya.” (aro)

Tags: argentinafinalpiala duniaPrancissepakbola

Berita Terkait.

Marc-Klok
Headline

Optimistis Timnas Menangi FIFA Series, Klok Soroti Ancaman Faktor Non-Teknis

Jumat, 27 Maret 2026 - 15:10
Kendaraan
Headline

Tekan Kepadatan Arus Balik, One Way Tahap II Diperpanjang hingga KM 263

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:49
GT-Cikatama
Headline

Jasa Marga: 2,3 Juta Kendaraan Pemudik Telah Kembali ke Jakarta dan Sekitarnya

Jumat, 27 Maret 2026 - 12:37
BRIN
Headline

Sektor Peternakan Jadi Penopang Utama Kebutuhan Protein Dunia

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:45
Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 
Headline

Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran dalam Beberapa Pekan Mendatang 

Kamis, 26 Maret 2026 - 21:16
MAKI Minta Komisi III DPR Bentuk Panja Usut Pengalihan Penahanan Yaqut
Headline

MAKI Minta Komisi III DPR Bentuk Panja Usut Pengalihan Penahanan Yaqut

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:33

BERITA POPULER

  • Kekuatan Kolaborasi Tumbuhkan Penghimpunan Ramadan 1447 H Dompet Dhuafa Lampaui 15%

    Jelang FIFA Series, Jay Idzes Bocorkan Atmosfer Baru Timnas Indonesia

    1222 shares
    Share 489 Tweet 306
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    978 shares
    Share 391 Tweet 245
  • Rehabilitasi Pascabencana Sumatera, Tito Minta Daerah Aman Bantu Daerah Rusak Parah

    933 shares
    Share 373 Tweet 233
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • 5 HP Gaming Terbaik 2026 untuk Mabar dan Push Rank, Performa Gahar Tanpa Lag

    734 shares
    Share 294 Tweet 184
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.