• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Cegah Gagal Ginjal Akut, Perhatikan Frekuensi Buang Air Kecil Anak

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 17:07
in Nasional
ginjalll

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril dalam diskusi daring “Misteri Gagal Ginjal Akut” di Jakarta, Sabtu (22/10/2022). (ANTARA/YouTube MNC Trijaya)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menyarankan para orang tua untuk mewaspadai frekuensi dan jumlah buang air kecil pada anak untuk mencegah terjadinya gagal ginjal akut.

“Gagal ginjal ini ditandai dengan frekuensi buang air kecil dan jumlahnya. Biasa 12 kali sehari kemudian mendadak sedikit, lalu biasa banyak sekarang tidak,” katanya dalam diskusi daring “Misteri Gagal Ginjal Akut” di Jakarta, Sabtu.

BacaJuga:

Kemnaker Siapkan UU Ketenagakerjaan Baru: Libatkan Buruh hingga Pengusaha untuk Regulasi yang Berkeadilan

Lepas Kloter Perdana Haji 1447 H, Pimpinan DPR RI Dorong Layanan dan Kenyamanan Jemaah Ditingkatkan

KTP Hilang Bakal Didenda, DPR Dorong Revolusi Identitas Digital

Syahril menjelaskan bahwa gagal ginjal akut dimulai dari gangguan ginjal yang disebabkan oleh terganggunya fungsi ginjal sebagai pusat metabolisme tubuh dan mengeluarkan urine atau buang air kecil sebagai sisa dari metabolisme. Jika gangguan ginjal berlanjut dan bahkan hingga tidak bisa buang air kecil, maka bisa berlanjut ke gagal ginjal akut.

“Ini yang menyebabkan banyak meninggal, ini terlambat karena begitu sudah terjadi gagal ginjal karena tidak bisa memproduksi urine, metabolisme susah karena rusaknya ginjal,” ujarnya.

Kasus gagal ginjal ginjal akut, tuturnya, merupakan kasus yang wajar terjadi pada anak akibat infeksi dan pendarahan. Kementerian Kesehatan mencatat kasus gagal ginjal biasanya hanya berjumlah 1-2 kasus per bulan, namun sejak akhir Agustus terdapat peningkatan yang signifikan dengan tingkat kematian 55 persen.

Data terakhir Kemenkes, sebanyak 133 meninggal akibat gagal ginjal akut dan 69 orang anak sudah sembuh dari gagal ginjal dengan diantaranya dibantu dengan cuci darah. Peningkatan kasus secara signifikan tersebut diduga kuat akibat kandungan etilen glikol dan dietilen glikol pada obat sirop anak yang melebihi ambang batas.

“Dari 11 kasus yang kita teliti, 7 orang positif etilen glikol dan dietilen glikol yang memang bahan tersebut berbahaya untuk dikonsumsi. Kemudian diserahkan kepada BPOM dan BPOM sudah mengeluarkan 5 obat yang mengandung bahan tersebut,” ucapnya.

Kendati dari sebagian besar kasus gagal ginjal akut pada anak disebabkan oleh ditemukannya kandungan etilen glikol dan dietilen glikol, Kemenkes belum bisa menyimpulkan penyebab terjadinya peningkatan kasus gagal ginjal akut pada anak secara signifikan.

Hingga kini, Kemenkes masih melakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan faktor lain seperti faktor genetik dan sebagainya. Guna memitigasi kasus gagal ginjal akut, Kemenkes terus melakukan pengawasan di seluruh provinsi di Indonesia termasuk dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat dan tenaga kesehatan. (bro)

Tags: Frekuensi Buang Air Kecil AnakGagal Ginjal Akut

Berita Terkait.

indra
Nasional

Kemnaker Siapkan UU Ketenagakerjaan Baru: Libatkan Buruh hingga Pengusaha untuk Regulasi yang Berkeadilan

Rabu, 22 April 2026 - 23:23
dasco
Nasional

Lepas Kloter Perdana Haji 1447 H, Pimpinan DPR RI Dorong Layanan dan Kenyamanan Jemaah Ditingkatkan

Rabu, 22 April 2026 - 23:13
e-KTP
Nasional

KTP Hilang Bakal Didenda, DPR Dorong Revolusi Identitas Digital

Rabu, 22 April 2026 - 22:42
aher
Nasional

Soroti Digitalisasi ASN 2026, Komisi II Ingatkan Evaluasi Pegawai dan Layanan Publik Lebih Transparan

Rabu, 22 April 2026 - 22:12
menag
Nasional

Jawab Berbagai Tantangan di Dunia Pendidikan, Kemenag Luncurkan Belajar Mandiri KBC

Rabu, 22 April 2026 - 21:21
maxim
Nasional

Meski Hujan, Tarif Tetap Bersahabat: Maxim Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Konsumen

Rabu, 22 April 2026 - 21:11

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1283 shares
    Share 513 Tweet 321
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    898 shares
    Share 359 Tweet 225
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    772 shares
    Share 309 Tweet 193
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    758 shares
    Share 303 Tweet 190
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    688 shares
    Share 275 Tweet 172
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.