• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

BMKG Tingkatkan Keselamatan Nelayan Lewat Penguatan SLCN

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 15:18
in Nasional
Kepala-BMKG-Dwikorita-Karnawati

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat memberikan arahannya di Desa Tayu Wetan Kecamatan Tayu Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Rabu (10/8/2022). (ANTARA/HO-BMKG)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berupaya meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan nelayan melalui penguatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) 2022.

“SLCN yang rutin digelar BMKG di berbagai wilayah pesisir merupakan bentuk dukungan nyata BMKG terhadap pembangunan sektor perikanan dan kelautan Indonesia,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan yang diterima ANTARA di Jakarta, Sabtu (13/8/2022).

BacaJuga:

KCIC: Penumpang Tahan Pintu Whoosh, Picu Keterlambatan dan Risiko Kerusakan

Seskab Teddy Tepis Isu Chaos: Indonesia Stabil, Ekonomi Optimistis

Kemlu dan Think-Thank Kanada Gagas Kerja Sama Middle Power dalam Tatanan Global

Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Tayu Wetan Kecamatan Tayu Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada Rabu (10/8) mengusung tema “Dengan SLCN Wujudkan Nelayan Hebat, Selamat dan Sejahtera”.

Dwikorita menuturkan pemerintah melalui SLCN ingin meningkatkan pemahaman dan pengetahuan nelayan terhadap informasi cuaca maritim. Sehingga tidak hanya untuk meminimalisir risiko kecelakaan laut, namun nelayan juga mampu meningkatkan produktivitas hasil tangkapan ikan.

Baca Juga : Sebagian Wilayah Jakarta Diprakirakan Hujan pada Jumat

Seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Pati. Daerah itu mempunyai sumber daya kelautan dan perikanan yang melintang sepanjang kurang lebih 60 kilometer dengan lebar laut 4 mil yang diukur dari garis pantai ke arah laut.

Sumber perikanan air payau berupa tambak pun, ada seluas kurang lebih 10.329 hektare (Ha) dan sumber daya perikanan air tawar yang semakin berkembang.

Pati sudah mempunyai modal dasar pengembangan yang dapat menumpu harapan masyarakat dan mempunyai sumber-sumber pertumbuhan baru untuk mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Sayangnya, iklim yang tidak menentu menjadi tantangan utama sektor kelautan dan perikanan dalam beberapa tahun terakhir, meskipun BMKG selalu melakukan observasi, analisis, dan prakiraan kondisi cuaca hingga gelombang. Akibatnya, sering terjadi kecelakaan laut yang fatal.

Dengan demikian melalui SLCN, nelayan bisa mengetahui kapan waktu untuk melaut dengan melihat tinggi gelombang serta bekerja di zona yang aman untuk menangkap ikan dengan tepat tanpa membuang waktu dan membahayakan diri.

Ia berharap para nelayan bisa memanfaatkan SLCN dan informasi cuaca dari BMKG secara maksimal agar dapat selamat dalam melaut dan mendapatkan penghasilan melimpah dari kekayaan bahari di daerahnya.

“Kalau sewaktu-waktu terjadi peringatan dini, BMKG bisa menyebarluaskan informasi, prakiraan bisa segera disebarluaskan. Akan tetapi, informasi itu harus dipahami oleh pengguna. Pengguna yang membutuhkan yakni nelayan,” ujar Dwikorita.

Anggota Komisi V DPR Sudewo meminta para nelayan serius mengikuti SLCN agar pengetahuannya bertambah.

Ia turut meminta agar SLCN dapat disebarluaskan kepada semua nelayan agar semuanya dapat mengikuti dan memiliki kemampuan kerja yang semakin optimal namun tetap berhati-hati.

“Sosialisasikan dan sebarluaskan kepada yang lain. Insya Allah nanti di tahun-tahun yang akan datang, kita adakan lagi. Ini ilmu sangat berguna,” kata dia.(gin)

Tags: BMKGnelayanSekolah Lapang Cuaca Nelayan

Berita Terkait.

Whoosh
Nasional

KCIC: Penumpang Tahan Pintu Whoosh, Picu Keterlambatan dan Risiko Kerusakan

Sabtu, 11 April 2026 - 00:16
Seskab
Nasional

Seskab Teddy Tepis Isu Chaos: Indonesia Stabil, Ekonomi Optimistis

Jumat, 10 April 2026 - 22:24
Diskusi
Nasional

Kemlu dan Think-Thank Kanada Gagas Kerja Sama Middle Power dalam Tatanan Global

Jumat, 10 April 2026 - 22:04
Jaspal
Nasional

Ekspansi SIS Kian Agresif, Kampus NEJ Hadir di Tonggak 3 Dekade

Jumat, 10 April 2026 - 21:23
Prabowo
Nasional

Wajah Komunikasi Istana Mulai Berubah dari Defensif ke Solutif

Jumat, 10 April 2026 - 20:42
Pelantikan
Nasional

Nahkodai Ombudsman, Hery Susanto Fokus Benahi Internal dan Kawal Program Rakyat

Jumat, 10 April 2026 - 19:21

BERITA POPULER

  • Pemain-Persik

    Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Update Banjir di Jakarta Hari Ini, BPBD: Genangan di 1 RT di Jakbar

    749 shares
    Share 300 Tweet 187
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Jajan Sembarangan Berujung Operasi, Abew Alami Pembesaran Amandel Parah

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
  • Jakarta Mati Lampu Massal, Operasional MRT Sempat Lumpuh Total

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.