• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Sheren Pawitandirogo

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 31 Juli 2022 - 08:00
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ini tidak objektif. Tidak cover both side. Jangan ditelan begitu saja. Saya sudah berusaha mencari Sheren Desandra. Atau nama di KTP-nyi: Sheren Della Sandra. Tidak berhasil.

Harian Disway juga sudah mengontak lewat IG Sheren. Juga tidak direspons. IG itu, Anda sudah tahu, bukan IG yang dikunci. Siapa saja boleh akses.

BacaJuga:

Bali Lombok

Rocky Gerung

Polsek Baru

Julianto sendiri, yang diadukan Sheren ke polisi, sudah dituntut oleh jaksa 15 tahun penjara. Pekan lalu. Di pengadilan negeri Malang. Proses berikutnya adalah pembelaan dari terdakwa.

Setelah pembelaan itu sidang acara sidang berikutnya replik. Jawaban jaksa atas materi pembelaan. Lalu duplik, jawaban terdakwa atas jawaban jaksa. Acara terakhir: vonis. Putusan hakim.

Kenapa Julianto tidak dituntut hukuman mati? Atau penjara seumur hidup? Bukankah –kalau Julianto dikategorikan predator seks– bisa diancam hukuman mati? Atau seumur hidup. Atau 20 tahun? Apalagi kalau status predator itu dilakukan terhadap anak-anak di lembaga pendidikan milik Julianto sendiri?
Kenapa tuntutannya hanya 15 tahun? Biarlah proses peradilan berjalan.

Saya lebih tertarik pada sosok ini: Risna Amalia. Dia ibu asrama saat Sheren masih sekolah SMA di Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu, dekat Malang. Sejak Sheren naik ke kelas dua.

Risna tinggal di asrama itu. Bersama suami dan anaknyi. Kamar yang ditempati Risna di depan persis kamar Sheren. Di lantai 1 asrama itu.

Luas kamar itu 4 x 4 meter. Diisi oleh empat siswi. Ada dua tempat tidur tingkat di kamar itu. Sheren di bawah. Kamar mandi di luar kamar.

Tahun-tahun itu baru ada satu asrama: tiga lantai. Lantai 1 dan 3 untuk putri. Lantai 2 untuk putra.
Untuk menuju kamar-kamar tersebut ada lorong berpintu. Yang naik ke lantai 2 atau lantai 3 tidak bisa masuk lorong tersebut: dikunci. Terutama setelah jam 22.00.

Risna menjadi ibu asrama sejak sekolah itu belum dibuka. Risna sarjana matematika lulusan Fakultas Saintek Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Dia arek Malang. Sekolah Dasar, Tsanawiyah, dan Aliyah-nyi pun di Malang.

Di SPI Batu, Risna juga mengajar: mata pelajaran matematika. Sebagai guru dan ibu asrama Risna mengenal sangat baik Sheren. Pun sampai orang tuanyi. Ibunda Sheren sering menelepon Risna. Zaman Sheren masih siswa SMA di SPI. Sang ibu sering menanyakan soal anaknyi.

Suatu saat, sang Ibu menelepon Risna. Yakni beberapa bulan setelah Sheren lulus SMA. Sang Ibu marah-marah. Setengah komplain: gara-gara sekolah di SPI, Sheren pindah agama, masuk Katolik.

Sang Ibu mengatakan, kata Risna, akan ke Batu. Akan menarik Sheren pulang ke Madiun.

Risna menjelaskan bahwa Sheren sudah bukan siswa lagi. Sudah lulus. Agar sang Ibu berhubungan langsung dengan anaknyi sendiri.

Itulah telepon terakhir sang Ibu kepada Risna. Isi telepon itu dia ceritakan ke Sheren. “Sheren memutuskan untuk pulang ke Madiun menemui ibunyi,” ujar Risna menirukan reaksi Sheren.

Risna tidak tahu apa yang menyebabkan Sheren pindah agama. Setahu Risna, sampai tamat SMA, Sheren masih Islam. Masih ikut sembahyang berjamaah yang diwajibkan di asrama itu. Ada musala di lantai dua asrama.
Siswa yang Kristen dan Katolik juga wajib ke gereja di hari Minggu. Yang Buddha dan Hindu juga ibadah di luar.

Komposisi siswa di SMA Selamat Pagi Indonesia memang sudah ditetapkan: 40 persen Islam, 20 persen Kristen, 20 persen Katolik, 10 persen Buddha, dan 10 persen Hindu.

Komposisi itu juga harus mencerminkan wilayah Indonesia. Setiap angkatan setidaknya harus ada yang dari empat pulau besar: Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Kian banyak wilayah kian baik.
Apakah Risna melihat selama SMA Sheren berpacaran? “Ada. Pacarnya kakak kelasnya. Teman-temannya juga tahu,” ujar Risna.

Sheren angkatan kedua di SMA SPI. Sekolah SPI memang baru dibuka setahun sebelumnya. Dia anak yatim. Bapaknyi meninggal. Ibunyi jualan kecil-kecilan. Ketika masuk SMA, ibunyi sudah kawin lagi. Sheren punya bapak tiri.

Saat mendirikan sekolah itu Julianto ”bintang” dalam bisnis multi level marketing. Ia leader di MLM HDI. Yakni produk kesehatan dan vitalitas seperti pollen dan royal jelly.

Dalam pertemuan-pertemuan besar ”agen” MLM, Julianto jadi idola. Paling sukses. Lalu memberikan pidato kisah-kisah suksesnya. Julianto jadi motivator terkenal di lingkungan bisnis itu.

Temannya pun banyak. Para leader di bisnis HDI mengidolakannya.

Itulah bisnis jualan produk lewat Sosial Network Marketing –istilah baru untuk MLM. Julianto jago di situ.

Lewat jaringan para leader HDI itu Julianto mengemukakan pikiran baru: membuat sekolah gratis untuk anak yatim, piatu, miskin. Gagasannya diterima jaringannya. Ia kumpulkan dana dari teman-temannya itu.

Berdirilah sekolah di Batu tersebut.

Untuk mencari siswa di tahun pertama, Julianto juga menggunakan jaringan leader HDI. Para leader diminta mencari anak yatim dan miskin di daerah masing-masing. Itulah siswa angkatan pertama.

Kian lama sekolah ini terkenal. Lahannya 3,5 hektare. Dibentuk yayasan. Julianto jadi ketua pembina. Yenny, istri Julianto, jadi wakil. Sandy, ipar Julianto jadi ketua.

Saya tidak mengikuti proses sidang perkara Julianto ini. Saya tidak tahu apa-apa saja fakta di persidangan. Saya tidak tahu isi laporan dan pengakuan Sheren di sidang. Apakah hubungan seks itu pagi, siang, sore, malam atau tengah malam. Juga tidak tahu dilakukannya di mana. Apakah di kamar yang isi empat siswa itu atau di luar. Apakah terus menerus selama tiga tahun atau ketika kelas 1,2 atau 3 saja.

“Saya tidak pernah melihat gelagat yang seperti itu terjadi,” ujar Risna, si ibu asrama.

Julianto tidak menetap di Batu. Rumahnya di Surabaya. Ia bukan guru di situ. Ia datang ke sekolah itu sesekali saja. Sandy yang mengurus setiap harinya.

Begitu lulus Sharen langsung bekerja di sekolah itu. Yakni di bagian show. Sekolah ini memang menerima kunjungan wisata, terutama wisata pendidikan anak-anak. Lokasinya di pegunungan. Tepat untuk rekreasi. Kota Batu sendiri adalah kota wisata.

Setahun setelah Sheren lulus, lulus pula Robert. Anak asal dari Pacitan. Adik kelasnyi. Robert juga langsung bekerja di sekolah itu. Di bagian multi media.

Dua atau tiga tahun kemudian terlihat Sheren dan Robert. Teman-teman kerja mereka juga tahu. Berarti lebih lima tahun mereka pacaran. Robert termasuk karyawan yang berprestasi. Ketika ditemukan sakit tumor di bawah otaknya para pimpinan turun tangan. Sampai ke Malaysia. Sembuh.

Awal Januari tahun lalu pasangan ini mengajukan surat pengunduran diri. Alasannya: akan menikah. Itu genap 9 tahun Sheren bekerja di SPI. Atau 8 tahun bagi Robert.

Pimpinan sekolah memanggil mereka: jangan mengundurkan diri. Cuti saja. “Kalau setelah kawin tidak mendapat pekerjaan yang lebih baik, agar kembali bekerja di SPI,” ujar Risna.

Empat bulan kemudian Sheren ke kantor polisi.

Sheren mengaku digauli Julianto sejak tahun 2009 sampai 2011. Saat masih SMA sampai setelah berstatus karyawan.

Ternyata Sheren mengaku perbuatan itu dilakukan di luar asrama. “Dia mengaku dihubungi lewat HP agar keluar asrama,” ujar Jeffry Simatupang SH, MH, pengacara Julianto. Itulah yang dipersoalkan Jeffry: apakah Sheren punya HP saat itu.

Saya begitu ingin bertemu Sheren. Kalau pun bukan sebagai wartawan, anggap saja sebagai sesama warga paguyuban Pawitandirogo: Pacitan-Ngawi-Magetan-Madiun-Ponorogo. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00
Disway

Tekstil Danantara

Rabu, 30 September 2026 - 08:00

OLAHRAGA

bri
Olahraga

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Editor Dilianto
Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19

INDOPOSCO.ID – Menjelang ajang MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melatih 500...

SelengkapnyaDetails
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23
novendra

Novendra Priasmoro Berjaya, Percasi DKI Siapkan Skuad Terbaik untuk Kejurnas 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:13
PB FORKI

GGK Indonesia Diperkuat, PB FORKI Siapkan Program Bela Diri untuk Perempuan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:35
elkan

Elkan Baggott Usai Indonesia Juara: Kami adalah Raja Asia Tenggara

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2714 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    983 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    975 shares
    Share 390 Tweet 244
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.